
***
Bayu nampak sedikit bingung dengan bu roro dan putri yang juga tampak sangat rapi, makanan yang begitu banyak membuat bayu berfikir mungkin akan kedatangan keluarga dari bu roro
Namun seketika raut wajahnya pun begitu kaget melihat sosok wanita cantik dengan rambut terurai sebahu dengan dipadukan dress biru laut yang ia pakai menambah cantik wanita itu
Siapa lagi kalau bukan rania, wanita yang ia cintai sampai sekarang, wanita yang seharusnya ia tunggu sampai saat ini, namun dengan pernikahan mendadak yang bu roro minta membuatnya malah menikahi kakak dari kekasihnya itu
ceklek,, suara pintu kamar terbuka, rania yang belum menyadari kalau bayu ada di sana masih terlihat biasa saja
Raut wajah rania dan bayu tampak saling berpandangan, dengan wajah yang bingung bayu berusaha mengontrol dirinya
" ran ayo sini, keburu dingin makanannya " sahut bu roro melihat kedatangan rania
Rania pun dengan langkah yang berat segera menuju meja makan.
" dek ayo duduk " ucap putri
" baa.. baik kak " jawabnya terbata bata
__ADS_1
" nih, bunda sampai rela masak banyak buat kamu.. harus di habisin loh yaa " lanjut putri
" oh iya rania, ada yang ingin bunda kasih tau, lelaki di sebelah kakak mu itu adalah bayu suami putri, maaf sebelumnya bunda tidak mengabarimu karena waktu itu begitu mendadak "
Seketika raut wajah rania berubah menjadi marah, marah karena di khianati, marah karena di bohongi orang yang ia sayangi
Rania terhenyak
Dia merasa seketika ada kepingan yang begitu besar yang di cabut begitu saja dengan paksa dari hatinya
Begitu kasar dan tiba tiba. Dia hanya bisa menatap wajah bayu yang kini sedang menatap nya dengan rasa bersalah
Dengan emosi yang begitu parah, akhirnya rania memutuskan untuk kembali ke kamar tanpa melanjutkan makan bersama nya
Melihat itu semua membuat bayu syok, rasa rindu yang seharusnya ia rasakan saat itu berubah menjadi rasa bersalah karena sudah mengkhianati kekasihnya rania
" loh ran kamu mau kemana? ayo makan dulu " ucap bu roro melihat rania yang dengan kesal meninggalkan mereka di meja makan
" sudah bun, mungkin rania marah karena kita tidak memberi kabar waktu putri menikah, nanti putri coba bicara sama dia " jawab putri
__ADS_1
" maaf bu saya permisi dulu " ucap bayu meninggalkan meja makan dan memilih keluar rumah
" loh mas nggak makan dulu " tanya putri
" belum lapar, kalian lanjut saja berdua ya "
Bayu pun berlari ke pantai belakang losmen itu dengan wajah linglung, ia bingung harus berbuat apa, ingin rasanya ia mengakhiri pernikahan nya dengan putri namun, mengingat perjanjian menikah yang masih ada 5 bulan membuat bayu mau tidak mau harus bertahan
Ia pun mengambil ponsel dari saku nya, dicarinya kontak " be love " nama yang ia simpan untuk rania kekasihnya
Rania yang melihat ponselnya berdering hanya membiarkannya, ditambah yang menghubungi nya adalah bayu, rasa enggan menjawab dan ia menggeser ponselnya dengan " rejec "
Rania hanya bisa menangis menutupi wajah cantik nya dengan kedua tangan nya, air mata nya kini telah menetes dengan begitu deras tanpa permisi dengan tuannya. Rasa tak percaya dengan apa yang ia dengar di meja makan
Ia teringat sebuat kertas mungil yang ditulis bayu untuknya membuat nya semakin menangis
Bayu sendiri yang sadar kesalahannya itu binggung harus berbuat apa.
" maafkan aku sayang " lirihnya rasa sesak dalam hatinya atas apa yang menimpanya
__ADS_1