
***
Setelah selesai sarapan bayu pun pamit kepada bu roro dan rania untuk observasi lahan yang akan di bangun pertamina
" bu, rania, terimakasih sarapan pagi nya, ini begitu enak " puji nya sembari melirik rania
" sama sama nak, itu rania yang masak, iya kan ran?" senggol bu roro
" hehee.. iya bun "
" kalau begitu saya pamit dulu bu, ada pekerjaan yang harus saya selesaikan "
" baiklah, hati hati nak, jangan sungkan kalau di sini. Anggap saja seperti rumah sendiri " ucap bu roro
" hehe iya bu terimakasih " ucap nya. Dalam hati nya pun sangat berharap bisa lebih dari ini
Bayu pun bergegas pergi dan menghampiri radit, dirinya lupa telah meninggalkan radit di losmen
" bro kamu kemana aja sih? dari tadi gue cariin " kesal radit
" gue habis sarapan tadi " jawabnya santai
" tuh kan,, kalo makan aja gue nggak di ajak "
" mendadak tadi, di ajakin sama bu roro "
" bu roro siapa?"
__ADS_1
" pemilik losmen ini " jawabnya
" udah ayo berangkat sekarang "
Mereka pun berangkat ke lokasi yang akan di tinjau itu
***
Malam pun tiba, pukul 6 sore itu bayu dan radit kembali ke losmen , sebelumnya dirinya berencana untuk beberapa hari di bali, namun karena urusan pekerjaan di bali telah selesai, mereka pun memutuskan untuk kembali ke jakarta besok
" dit, nanti malam berkemas lah, besok kita kembali ke jakarta " ucapnya
" yah cepet amat, gue aja belum sempet ketemu cewek disini udah mau pulang aja " jawabnya cemberut
" ehh tunggu,, bukankah di sini ada cewek cantik ya? apa anak dari pemilik losmen ini?" ucapnya
" yaelah.. kamu giliran gue dapet yang lebih aja pasti lo mbat "
***
Di kamar bayu
" duh,,, besok gue pulang. Rasanya masih pengen disini , pengen lama lama apa lagi rania masih disini. dia udah punya cowok belum ya " pikirnya
" ahhh... gue suka sama dia, tapi gimana ngomong ke dia? ketemu aja baru sekali " gerutunya sambil mengacak acak rambutnya
Diambil nya ponsel miliknya di samping tempat tidurnya, dirinya yang mengetik pesan singkat kepada rania kemudian kembali dia delete dan meletakkannya kembali hingga membuatnya frustasi
__ADS_1
Malam itu akhirnya bayu mengambil kertas putih dan pena, di tulisnya isi hati nya kepada rania, hingga tengah malam dan akhirnya dia pun terlelap dan masih memegang surat itu
***
Pagi pun mulai menyapa , pagi pagi sekali dirinya keluar dari kamar nya dan melangkah menuju rumah bu roro
Di taruhnya kartu mungil sederhana warna putih dengan desain bunga-bunga mungil di sekeliling nya di pot bunga mawar di dekat teras rumahnya
Dan bayu pun kembali ke losmen untuk segera mandi dan berkemas kembali ke jakarta
Setelah selesai dan menyelesaikan administrasi di losmen, bayu dan radit menyempatkan pamit kepada bu roro dan rania ke rumah nya di samping losmen itu
" bu saya dan teman saya pamit pulang dulu, karena urusan pekerjaan saya di sini sudah selesai, dan terimakasih atas kebaikan ibu dan rania selama saya disini " ucapnya
" loh kok buru buru sekali? tinggal lah beberapa hari lagi disini "
" kalo mau saya ingin berlama lama disini bu, tapi pekerjaan bayu di jakarta sudah menanti "
" baiklah kalian hati hati ya,, sampaikan juga salam ibu kepada ibu mu "
" baik bu, rania saya pulang dulu" sambil tersenyum kearah rania
" iya mas kalian hati hati "
Radit pun yang melihat rania dari dekat langsung tersenyum ke rania
Sedangkan bayu yang melihat itu segera menarik radit untuk segera pergi
__ADS_1