
***
Namun bayu yang tak henti menelfon rania itu segera mengirimkan pesan singkat untuknya
" aku minta maaf padamu sayang...
aku ingin bertemu dengan mu dan memohon kata maaf secara langsung, ku mohon temui aku di pantai sekarang ran aku menunggu "
Namun pesan itu pun akhirnya dengan perlahan ia pahami, rania berfikir sangat lama. Ia terus menangis, rasa sedihnya mengalahkan segala
Pukul 10 malam bayu masih menunggu rania di pantai tempat ia ingin bertemu, namun rania tak kunjung datang membuat bayu menatap pantai ito kosong
Pukul 22.30 malam rania pun mencoba menghapus air matanya , ia melihat kembali pesan yang bayu kirim ia pun akhirnya mau menemui bayu
" baiklah, aku akan mendengar penjelasan nya untuk yang terakhir kalinya " batinnya
Ia pun mengambil switter panjang miliknya dan segera bergegas ke pantai belakang losmen milik keluarganya
Langkah demi langkah rania menuju pantai, matanya yang tampak sembab karena menangis yang tiada hentinya membuat matannya tampak bengkak yang tidak bisa di tutupi
Rania terperanjat, dan menoleh mencari asal suara yang memanggilnya. Bayu. Lelaki yang ia cintai, bayu yang tak sama sekali berubah menurut rania
" rania..."
" mas bayu "
Mereka terdiam sesaat, hanya menikmati udara malam di pantai itu. Kata kata hangat dan pelukan hangat dari sesorang yang kita sayangi saat itu tak mampu membuat hangat udara di malam itu
__ADS_1
Bayu yang memperhatikan wajah rania dengan begitu dekat, terlihat mata yang bengkak.
Bayu sangat tau, itu karena rania menangis, membuatnya begitu menggerutuki dirinya sendiri
" rania maaf " ucapan bayu membuka pembicaraan
" mengapa?
apakah mas tidak mau menungguku?
hanya 2 tahun... tidak sampai?
apa mas tau aku begitu kacau?
mengapa mas tega melakukan ini padaku?
aku kira ini awal yang indah, bagi kita
kukira itu segalanya
kukira itu cinta yang tulus untukku
namun mengapa sekarang jadi begini mas...?
dan dengan kakak ku sendiri?...
Kalimat itu seketika keluar dari bibir rania tanpa ada penghalang lagi. Rasa kecewa pada lelaki yang ia sayangi, rasa rindu nya kini berubah menjadi benci baginya
__ADS_1
Bayu tercengang mendengar segala keluh kesah rania. Dengan cepat bayu menarik tubuh rania jatuh ke dalam pelukannya
" maafkan aku ran, ini semua ku lakukan dengan terpaksa, aku mencintaimu " ucapnya yang membuat rania semakin menangis
Ia berpelukan cukup lama. Hingga ada satu pasang mata yang nelihatnya dari jauh, putri.
Ia mendengar semua pembicaraan bayu dan dan rania. Seperti tak percaya atas apa yang dia dengar
Tubuhnya seketika lemas, membayangkan laki laki yang masih resmi menjadi suaminya itu ternyata mencintai adiknya sendiri
Air mata putri pun seketika jatuh perlahan, ia mencoba menahannya namun itu hanya sia sia
Putri pun lantas bergegas pergi kembali kerumahnya, niatnya ia mencari bayu agar segera pulang namun kini ia telah tau apa alasannya
Belum sempat sampai di depan pintu kamarnya putri jatuh pingsan
Bu roro yang melihat itu langsung panik dan harus melakukan apa
Bayu dan rania yang kini telah kembali dan masuk kedalam rumah terlihat begitu kaget melihat putri yang telah tergeletak di depan pintu kamar
" bunda ada apa dengan kak putri ?" tanya nya tak kalah panik
" bunda juga nggak tau tiba tiba pingsan"
" langsung ke rumah sakit aja bu " jawab bayu
Dengan cepat mereka pun membawa putri ke rumah sakit
__ADS_1