
***
Putri yang berada disamping bayu itu tampak bingung melihat raut wajah sang suami nya itu
" mas bayu kenapa " tanya nya
" enggak papa kok " ucapnya sambil meyadarkan dirinya
" ayo masuk nak.. jangan berdiri disitu terus.. " ucap bu roro menatap bayu dan putri
" iya bu " jawab bayu kaget
" nak bayu silahkan istirahat dikamar ya.. putri kamu juga istirahat jangan lupa obat mu diminum "
" iya bunda " jawabnya
Bayu pun akhirnya masuk ke dalam kamar bersama putri, ada rasa canggung diantara keduannya. Di sisi lain bayu tidak ingin menghianati rania, wanita yang sangat ia cintai dab akhirnya bayu memilih untuk keluar untuk menenangkan hatinya
" put.. aku permisi jalan jalan dulu ya.. kamu tidur aja di kamar dan gausah menunggu ku " ucapnya sambil melangkahkan kakinya keluar kamar meninggalkan putri
Deg.. jantung putri seakan tidak sanggup mendengar ucapan bayu agar dia tidak menunggunya
Perasaannya seketika hancur.. namun ia juga sadar dengan sikap suaminya itu. Mungkin karna aku wanita yang lemah, tidak bisa membuat suamiku bahagia. Dan aku wanita yang penyakitan batinnya terus menyalahkan dirinya sendiri
__ADS_1
Ia pun mulai meneteskan air matanya, cukup lama ia menangis kemudian ia hapus air matanya dan kembali menyemangati dirinya
" put,, kamu harus semangat. Anggap saja ini adalah perjuangan cinta mu " ucapnya lirih
***
Bu roro kini sedang berbincang dengan pegawainya di losmen.. rindu nya yang begitu mendalam kepada para karyawan nya, dan bali tempat tinggalnya
"ibu selamat datang,, kami senang ibu kembali " ucap pegawai wanitanya
Kemudian bu roro pun memeluk nya satu satu . Ya, begitulah bu roro sebenarnya, memiliki hati yang hangat kepada semua orang. Tak jarang para karyawan nya berpindah kerja, karena melihat kebaikan sang majikan kepadanya
" iya aku juga senang bisa kembali lagi, melihat kalian disini " ucapnya ramah
" alhamdulillah lancar bu,, tidak ada kendala sama sekali " jawab salah satu karyawan pria
" syukurlah" sambil memijat pelipisnya dengan lembut
Tak lama kemudian ponselnya berdering, bertuliskan "putriku,rania" dengan segera ia jawab
" sebentar saya ada telepon, kalian lanjut kerjanya ya " ucapnya
" iya bu " jawab mereka bersamaan dan kemudian kembali melanjutkan pekerjaannya masing masing
__ADS_1
" assalamualaikum sayang " jawab bu roro
" waalaikum salam bunda! rania kangen bunda " jawabnya
" bunda juga kangen ran, kamu gimana kuliah nya lancar kan?" tanya nya
" lancar bun, oiya bunda lusa rania pulang ke indonesia " ucapnya
" ohh ya? wahh bunda seneng dengernya sayang "
" iya.. pokoknya bunda harus masakin masakan kesukaan rania " ucapnya manja kepada sang bunda
" iya.. dasar anak bunda yang satu ini, bunda tunggu di bali sayang kamu hati hati ya " jawabnya
" iya bunda love you "
" love you to anak bunda "
Telepon pun berakhir, ada rasa aneh yang kini di rasakan oleh rania, dirinya berharap sang bunda menceritakan apa yang sebenarnya terjadi tentang pernikahan sang kakak. Karena dia hanya melihat nya lewat sosial media dan putri pun tidak pernah mengunggah foto sang suami membuat rania penasaran akan hal itu .
Hal ini yang membuat rania pulang ke indonesia untuk memastikannya sendiri
" mas bayu .. rania kangen!! apa mas juga sama dengan rania? lusa rania pulang mas, semoga kita bisa bertemu di sana " ucapnya
__ADS_1
Rania memang sengaja tidak memberi tau bayu akan kepulangannya, ia sengaja membuat surprise kepada bayu