
***
Betapa tergoresnya hati rania mendengar itu semua. Bayu pun dibuat bingung melihat istrinya begitu menangis histeris
Dia pun tau bagaimana kondisinya saat iini ia mencoba menenangkan namun tangis rania kian menjadi
Hari ini juga mereka pulang ke tanah air , dicarinya tiket pesawat untuk terbang hari itu juga
Setelah mendapat tiket pesawat mereka segera berangkat
Pukul 7 malam mereka telah landing sampai di bandara bali. Dengan begitu terburu buru
Tampak disana bendera kuning terpasang di halaman rumah rania
Suara isak tangis yang sudah terdengar di luar membuat rania kian menjadi, ia pun segera menerobos masuk ke dalam rumah yang sudah banyak para pelayat dan yang melakukan yasinan untuk almarhum
Tampak disana bu mayang mama bayu yang telah sampai disana, setelah mendapat kan kabar ia langsung terbang dari jakarta mengingat bu roro yang sudah tidak memiliki keluarga
" bunda.. hiks.. bunda kenapa tinggalkan rania sendiri "
Bayu pun menjadi tak tega melihat istrinya begitu menyedihkan
" sayang kamu yang sabar ya, mungkin Allah lebih sayang sama bunda " ucap bayu sambil terus mendekap tubuh rania
" iya sayang.. kamu tidak sendiri, disini adalah kelurga kamu, kasihab bunda doa kan saja semoga ia tenang di alam sana " lanjut bu mayang
Para takziah pun merasa kasihan dengab rania, tangis yang semakin lirih dan merintih di sepanjang malam itu
***
__ADS_1
Hari hari setelah kepergian bu roro rania yang masih terlihat pucat itu selalu di temani bayu dan bu mayang
Rania tercengang. Seperti di alam mimpi, namun kini terjadi padanya
Kehilangan 2 sosok wanita yang ia sayangi
" rania, sudah nak kamu tidak boleh terlalu bersedih..kasihan bunda nak " ucap bu mayang
" iya ma terimakasih untuk selalu ada " peluknya
Tiba tiba mbak sumi karyawan wanita di losmen bu roro itu masuk
" assalamualaikum semua,, maaf saya ingin memberi ini kepada mbak rania " sambil memberikan selembar surat
" ini surat dari siapa mbak sum?"
" ini surat dari bu roro mbak, sebelum jauh hari meninggal beliau menitipkan ini sama saya "
Ia pun segera nembuka perlahan surat itu
*Untuk Rania putriku,
Saat kamu membaca surat ini mungkin bunda sudah tidak bisa melihatmu...
Bunda begitu senang melihat mu wisuda, maafkan bunda tidak bisa menghadiri wisuda putri bunda..
Namun, disini bunda selalu menyayangi kalian
Untuk bayu, bunda titip rania, jaga dia baik baik..
__ADS_1
Maafkan bunda dulu belum merestui pernikahan kalian..
Namun melihat kesetiaan kalian membuat bunda sadar, bahwa cinta kalian lebih besar dibandingkan ego bunda
Bunda merestui pernikahan kalian, hiduplah bahagia dengan rania dan cucu cucu bunda kelak
Dan untuk rania bunda titip losmen ini.. jagalah ini untuk bunda
Jangan biarkan losnen yang sudah bunda bangun puluhan tahun ini mati
Bunda percayakan pada kalian..
Bunda sayang kalian*
Seketika rania menangis melihat tulisan terakhir sang bunda membuatnya semakin merindukan sosok wanita yang begitu keras kepala namun berhati lembut
" sayang ada apa? kenapa kamu menangis " tanya bayu bingung
Rania pun memberikan surat itu pada bayu. Dibaca nya surat itu sampai akhir
Rasa lega akhirnya sang bunda merestui pernikahan mereka
" terimakasih bunda, semoga bayu bisa melaksanakan apa keinginan bunda " batinnya
" sayang.. aku tidak bisa berjanji untuk selalu membahagiakan mu.. namun aku akan terus berusaha membahagiakan mu dengan cinta dan kasih sayang yang aku punya. Terimakasih sudah menjadi istriku, aku begitu mencintaimu my wonder wife " ucapnya
Rania pun sontak memeluk erat bayu, bahagia mendengar apa yang diucapkan suaminya
Bu mayang yang melihat nya pun ikut bahagia
__ADS_1
" Ya Allah alhamdulillah engkau kirimkan istri yang begitu baik, cantik untuk anak ku. Berkahilah pernikahan mereka dengab cintaMu ya Allah " batin bu mayang sambil ikut berpelukan dengan mereka