
***
3 hari setelah kejadian dimana bayu mengantarkan putri pulang, hari ini dirinya menjalani kemoterapi pertamanya tanpa sepengetahuan keluarga dan sahabatnya
Pagi itu putri berangkat ke kampus , dilihatnya jam yang telah menunjukkan pukul 8 pagi, seusai sarapan dirinya langsung berangkat
* Di Kampus
" put, ntar temenin gue ke toko buku ya,, ada buku yang ingin gue beli " ucap gina
" maaf gin, tapi kalo hari ini nggak bisa, gue ada urusan " ucapnya,padahal hari ini dirinya akan menjalani kemoterapi pertamanya
" yaelah.. kenapa sih akhir akhir ini kayak sibuk bener put?" tanyanya
Putri pun yang hanya diam tiba tiba, gina teriak histeris melihat hidung putri yang keluar darah
" astagaa.. put, itu hidung lo keluar darah " teriak gina panik
Putri pun tak kalah paniknya melihat darah yang keluar dari hidungnya. Dia pun dengan segera menghapus darah iti menggunakan tangannya
" pake sapu tangan gue put " sambil mengambil sapu tangan dari tas nya
" makasih gin "
" put, gue mau nanya serius sama lo "
" apaan gin?" sambil terus menghapus darah dari hidungnya
__ADS_1
" kamu pasti ada yang di sembunyiin dari aku, kenapa lo nggak cerita put?" tanya nya membuat putri kaget dan bingung
" maksud kamu apa gin?"
" lo sebenernya sakit kan put? gue sempet liat lo ke klinik dan gue ikutin lo dari belakang, karna gue penasaran " jelasnya
Manik mata putri seketika melihat tajam mata gina. Seolah olah rahasia yang dia jaga agar tidak ada seorang pun yang tau, kini sahabat nya mengetahuinya
" kamu ikutin aku gin?"
" iya put, jadi pliss jangan sembunyiin ini lagi dari gue, mau gimana pun lo sembunyiin pasti akan tau juga put, gue sahabat lo " jelasnya serius
" gin, sorry gue sebenarnya mau cerita tapi nunggu waktu yang tepat dulu, penyakit gue udah parah gin, kanker stadium 4b , gue mohon lo jangan kasih tau nyokap gue atau pun adik gue " pinta putri
" tapi put, mau sampai kapan? apa kamu mau berjuang sendiri melawan penyakit lo?"
" baiklah put, yang penting sekarang lo nggak boleh nyembunyiin ini lagi dari gue "
" iya janji "
Mereka pun berpelukan, seperti tak ada penghalang bagi sahabat sijoli ini
" oiya gin, nanti siang habis kuliah gue kemoterapi pertama apa kamu mau ikut nemenin gue?"
" pasti put,gue bakalan nemenin lo "
***
__ADS_1
Kuliah pun telah usai, gina dan putri keluar dari kelas dan bergegas menuju klinik untuk kemo pertama putri
" put, apa kamu nggak ke rumah sakit aja untuk kemo? ini kan cuma klinik?"
" ini memang klinik gin, tapi dokter yang nangani gue kemaren udah bilang kalo di sini udah ada alat untuk kemoterapi " jelasnya
Merekapun masuk ke dalam ruangan dokter yang menangani putri
tokk... tok.. tokk...
Suara pintu yang mereka ketuk, kemudian dengan segera mereka memasuki ruangan itu
" silahkan duduk " ucap dokter cantik itu
" dok, saya mau kemo yang dokter kemarin saranin buat saya " ucap putri
" baik, silahkan mbak tunggu sebentar saya siap kan dulu semuanya "
" yang tenang put, kamu pasti bisa " sambil menggenggam tangan putri yang dingin itu
" makasih gin "
" mbak silahkan ikut saya " ajak dokter iti
Putri yang kini telah mengganti baju menggunakan baju rumah sakit itu telah berbaring di koridor rumah sakit, tangan nya yang kini telah di tusuk berbagai jarum itu, dirinya yang menahan sakit, sedangkan gina yang tidak tega melihat sahabatnya itu terus memberi semangat
30 menit akhirnya selesai kemo. Putri pun turun dari ranjang dan kembali duduk menunggu obat dokter
__ADS_1
" ini mbak jangan lupa obat nya harus rutin diminum, ini adalah kemo pertama mbak, dan belum nampak perubahan yang lain. Namun setelah beberapa kemo nanti rambut rontok dan mimisan itu akan sering mbak temui " jelasnya membuat putri menghempaskan nafas kasar nya