
***
Jerman
Rania melewati berbulan bulan pertama setelah perpisahannya dengan bayu di bali. Rasanya, inilah yang di namakan " rindu?" batinnya
Rania menyapu air matanya.
" sudahlah... 2 tahun lagi dan aku akan kembali lagi kesana!" pikirnya
Tak lama setelah itu ponselnya berdering, panggilan masuk itu dari " mas bayu " laki laki yang dia cintai dengan segera dia meraih ponsel itu dan menjawabnya
" assalamualaikum mas " ucapnya
" waalaikum salam.. sayang lagi sibuk enggak? takutnya ganggu kuliah kamu " ucapnya
" enggak mas, hari ini nggak ada jadwal kuliah pagi,, mas gimana kabarnya?"
" alhamdulillah, mas baik disini, huff.. cuma beban kerja bertambah sayang hehe "
" kan emang sudah kewajiban mas,, semangat dong " menyemangati bayu
" iya.. yasudah mas matiin dulu ya mau lanjut kerja dulu, kalau nanti ada waktu luang mas telfon lagi " jawabnya
" iya mas.. mas hati hati disana ya assalamualaikum " ucapnya hampir mau menutup telepon namun dengan cepat bayu memanggil nya
" tunggu sayang.." ucapnya
" ada apa lagi mas?"
" aku masih menunggu mu jadi aku doa kan kamu segera selesaikan kuliah kamu dan kembali ke indonesia " ucapnya dengan lembut
__ADS_1
" iya mas.. insyaallah terimakasih telah mengerti mas "
***
Bu roro yang sedari pagi tidak melihat keberadaan putri dengan segera mengecek nya ke kamarnya
Bu roro mengetuk pintu kamar putri, pelan namun berulang kali. Tidak ada jawaban dari kamr itu karena pintu tidak di kunci ia pun masuk kedalam
Dirinya yang mencari keberadaan putri namun tak ia jumpai
" putri.. kamu dimana? yuk sarapan sama bunda!" panggil bu roro namun tak kunjung ada jawaban
Bu roro kemudian mengecek kamar mandi, alangkah terkejutnya bu roro yang melihat putri tergeletak disana dengan darah yang keluar dari hidungnya
Karena panik.. dia segera menghubungi bayu untuk meminta pertolongan
" halo bu ada apa?" tanya bayu heran kenapa bu roro menelfon di pagi itu
" loh.. ibu kenapa panik gitu? ada apa bu?"
" putri pingsan di kamar mandi nak, bisa tolong ibu anter ke rumah sakit enggak?"
" bisa bu.. sebentar lagi bayu kesana ibu tunggu dulu disana " sambil mematikan telepon
Melihat bayu yang terburu buru keluar dari rumah, bu mayang yang menyiram bunga di depan rumahnya pun kaget
" bayu mau kemana nak buru buru?" tanya bu mayang
" barusan bu roro nelfon bayu katanya putri pingsan di kamar mandi ma, dan minta tolong bayu untuk mengantar ke rumah sakit " jelasnya
" ya Allah .. kalau gitu mama ikut, tunggu sebentar "
__ADS_1
Mereka pun melaju ke rumah putri dan sampai disana dengan segera membawa nya ke rumah sakit terdekat
***
Bu roro yang menangis tak henti melihat dokter yang menangani putri yang tak kunjung keluar sangat panik
" bu roro yang tenang dulu.. kita serahkan pada dokter " ucapnya menenangkan bu roro
Setelah 30 menit , dokter yang menangani putri pun keluar dari ruangan itu
" dokter bagaimana kondisi anak saya?" dengan segera menghampiri dokter
" mari ikut keruangan saya bu " ucapnya
Mereka pun masuk keruangan dokter itu
" begini bu.. apa sebelumnya pasien tidak bilang kalau dirinya tengah sakit?" tanya dokter
Seketika bu roro pun bingung dengan ucapan dokter begitu juga dengan bayu dan bu mayang yang saling bertatapan
" maksud dokter?" tanya nya lagi
" berarti memang belum cerita pasien ini " ucapnya
" jadi begini bu,, anak ibu menderita kanker yang sekarang sudah memasuki stadium 3b, pasien ini telah melakukan sekali kemoterapi kalau saya cek tadi" jelasnya
Bu roro pun seketika ternganga tak percaya dengan yang dia dengar barusan, bu mayang dan bayu pun tak kalah kaget nya
" nggak mungkin dok" ucapnya menangis histeris dengan cepat bu mayang memeluk bu roro
" apa ini masih bisa di sembuhkan dokter?" tanya bu mayang
__ADS_1
" kemungkinan bisa namun hanya beberapa persen saja bu, kita harus terus melakukan kemo rutin untuk kedepannya agar mengurangi penyebaran sel kanker yang baru " jelasnya