Antara Rasa Dan Restu

Antara Rasa Dan Restu
Pertemuan Bayu dengan Putri #1


__ADS_3

***


Pagi itu putri kembali ke rutinitas seperti biasanya, hari ini jadwal pagi dirinya ke kampus. Tampak wajah yang sedikit pucat dan mata yang sembab akibat semalaman menangis. Seakan tak percaya dengan takdirnya saat ini


Dirinya memesan taxi online dan segera melaju ke kampus nya.


" putri, sini " panggil gina sembari melambaikan tangan nya. Dirinya yang melihat putri dari jauh segera memanggilnya.


" gina,, pagi bener udah sampe?" tanya putri sambil menyentil jidat gina dengan usil. Putri memang tidak mau menampak kan wajah nya yang sedang tak karuan itu


" ihhh putri sembarangan,, kan emang biasanya berangkat pagi gue " jawabnya cengingisan


" ehh mata lu kenapa put, habis nangis yee?" tanya nya sambil sedikit bercanda. Gina yang sebenarnya tau mengapa mata putri yang sedikit sembab itu, namun ia berusaha untuk tidak menampakkan agar putri tidak mengetahuinya


" enggak, tadi kelilipan pas dirumah jadi nangis deh " ucap nya tanpa ragu, padahal di hatinya sangat sesak menahan rasa sedih di hatinya


" ihh gue kira lu nangis di putusin pacar " godanya


" mana ada gin, pacar aja belum punya " sambil berjalan meninggalkan gina


" mungkin belum saatnya gue tanya tentang penyakit lu put" batinnya sambil melangkah mengikuti putri dari belakang. Dirinya yang dari rumah telah berencana menanyakan tentang penyakit putri itu merasa tidak tega jika melihat kondisi putri pagi ini


***


Rania yang kini tengah sibuk ikut membantu melayani pengunjung losmen bersama sang bunda

__ADS_1


" selamat pagi bu.. semoga betah dengan pelayanan disini " ucap rania sambil membungkuk kan badan nya memberi hormat


" iya.. kamu cantik sekali nak " jawabnya ramah


Rania pun yang mendengar ucapan pengunjung nya itu membalas dengan ramah


" itu anak nya ibu ya?" tanya pengunjung itu kepada bu roro


" iya bu "


" cantik sekali seperti ibunya, kalo saja saya punya anak laki laki pasti sudah saya kenal kan sama kamu nak " sambil tersenyum kepada rania dan bu roro


" ibu bisa saja " jawab rania malu malu


Bu roro yang mendengar nya hanya tersenyum kepada rania, yang wajahnya malu malu


Bu roro dan rania yang masih di depan duduk dan mengobrol


" hemmm... ibu itu aneh sekali" ucapnya kembali tersenyum mendengar ucapan pengunjung tadi


" ciee yang malu malu " jawab bu roro menggoda rania


" bunda mulai deh.. "


" kalau bunda punya temen yang punya anak laki laki pasti sudah bunda kenalin ke kamu " jawabnya santai

__ADS_1


" ihh bunda.. kayak anaknya nggak laku aja di jodohin "ucapnya kesal


" bukannya gitu.. kamu itu terlalu tomboy laki laki mana yang mau kenal sama anak bunda. Kamu itu harus sedikit lebih cantik ngapa " jelasnya panjang lebar


" itu nggak jadi asalan bunda.. kalo namanya cinta nggak bakal nilai gitu " jawabnya santai


" hemm terserah kamu "


***


Pukul 2 siang putri sudah pulang dari kampus, entah mengapa hari ini dirinya ingin jalan kaki.


" gin gue pulang dulu ya "


" loh.. kamu nggak naik taxi?"


" enggak lah, pengen jalan kaki aja, lagi pengen "


" gue anter aja ya " ajak gina. Gina memang selalu membawa mobil sendiri ke kampus


" nggak usah gin, gue jalan aja lagi pula nggak jauh kok dari rumah ku


" yaudah kamu hati hati ya "


" iya gue duluan ya "

__ADS_1


Akhirnya putri memutuskan untuk jalan kaki menuju rumah dan meninggalkan gina


__ADS_2