
Aku percaya tidak terhitung banyaknya nama yang ada di dunia ini, tapi takdir memberiku nama "Anzar Maulana Akbar" itulah namaku, nama yang akan menyertai kisah tentang nama itu sendiri.
Tidak ada alasan yang jelas kenapa aku ingin menulis cerita ini, dengan tidak sengaja saat aku menikmati lamunanku, sepintas otak ini berfikir untuk menceritakan semuanya, menceritakan anak muda bangsa ini dengan segala bentuk fisik dan segala hal pemikirannya.
Aku adalah anak SMA yang bisa di bilang nakal, siapa yang mau menjadi anak nakal? aku pun tidak mau, tapi semua ini sudah menjadi kebiasaan.
Bagi sebagian orang aku hanyalah sampah yang selalu membuat onar dan menjadi biang kerok dalam setiap masalah.
Dunia ini membuatku muak, jika saja aku punya benda yang bisa menghancurkan dunia ini, mungkin sudah aku lakukan sedari dulu.
Aku tidak tahu bagaimana menjadi anak baik, bagaimana caranya menjadi rajin? mungkin sudah sedari lahir aku di ciptakan seperti ini, kata ibuku saat aku masih bayi dulu aku ini jarang sekali menangis, sampai aku mengambil kesimpulan sekarang "menangis saja malas, apalagi belajar?"
Aku sekarang terdiam dengan segala keheningan, hanya ada suara keyboard yang mengiringi, pikirku aku hanya ingin kalian tau, apa yang ada di nergeri ini.
negeri yang katanya indah, negeri yang katanya makmur, aku akan memperlihatkan semuanya yang tentunya dari sudut pandangku.
Aku "Anzar maulana Akbar" pernah ada dalam pusaran kehidupan para pemuda Indonesia, aku ingin kalian tahu seperti apa para pemuda Indonesia, meskipun pada umumnya banyak sekali para pemuda yang pintar, para pemuda yang mampu untuk lolos perguruan tinggi di luar negeri, tapi tidak sedikit pelajar yang turun ke jalanan untuk bertarung atas nama harga diri, dan mereka pun pada dasarnya adalah pemuda bangsa ini.
__ADS_1
Apa yang aku jalani di masa remaja, tentang baik dan buruknya akan terbuka lebar, tak perlu kalian usut, aku akan membukanya sendiri, dari apa-apa yang menjadi bagian jalanan dan para jagoan sekolah yang tenar pada masanya.
Aku memulainya dari sebuah tekanan yang memaksaku untuk mengambil keputusan, hingga membentukku menjadi bringas dan mengedepankan amarah.
Aku tidak tahu siapa yang harus disalahkan, mungkin ini adalah takdirku, membentuk diri sendiri dengan cara menghancurkan orang lain.
Setiap hari dalam hidupku adalah perjalanan yang berbahaya, ikut campur dalam pusaran kematian atau sesekali menjadi dalang dari pusaran itu.
Aku bukanlah seorang penulis yang handal bahkan ini adalah cerita pertamaku, tapi aku akan berusaha untuk membuat semuanya mengerti apa yang aku katakan, apa yang aku alami dan apa-apa yang menjadi pengalaman semoga menjadi pelajaran di masa depan.
Aku berterimakasih pada Aplikasi Mangatoon yang sudah mengizinkanku untuk bercerita disini dan pihak-pihak yang mendukungku untuk mengangkat cerita ini menjadi sebuah Novel
tapi pernah ada yang aku cintai
aku tidak tau akan seberapa lama
selama kau bisa menerimaku
__ADS_1
dan terus menumbuhkan rindu di dalam hati
-Anzar
seseorang punya kebiasaan
sebuah golongan punya tradisi
aku tidak tau kebisaanku
aku ingin menemukannya denganmu
hiduplah bersamaku
dan aku akan terbiasa untuk mencintaimu.
-Anzar*
__ADS_1
"Nusantara, di tanahmu dulu aku pernah ada di pusaran hidup yang sangat menyeramkan dan sekarang aku datang lagi meski hanya dengan goresan tinta"