
Hai, kenalin aku Danny, aku sekolah di sebuah SMK negeri yang agak jauh dari rumahku, kalau kalian mau tau, aku sebenarnya suka sama seseorang, dan dia adalah adik kelasku.
Nama cewek itu Vinny, kenapa aku suka dia karena dia itu pendiam, gemas saat aku melihatnya dan saat dia tersenyum hatiku langsung luluh padanya, kuharap aku bisa berduaan dengannya dan aku harap aku bisa bilang padanya kalau aku suka padanya....
“Kringg-kringg” suara jam berdetak kencang, membangunkanku dari keheningan.
“Sial” kataku yang terbangun dan langsung melihat ke arah jendela ku.
“wushhh...whuss... whuss...” suara angin begitu kencang sehingga membuat jendelaku terbuka dengan sendirinya.
“danny, bangun nanti telat makan loh” sahut ibuku yang sedang menyiapkan makanan.
Aku bergegas menuju kamar mandiku dan langsung bersiap-siap pergi kesekolah.
“gimana sekolah mu nak?” tanya ayahku sembari membaca koran dan meminum kopinya yang hangat.
“Baik kok yah” jawabku sembari memakan makanan yang telah disiapkan ibuku.
Selesai makan, aku Salim dan langsung pergi kesekolah ku menggunakan sepeda tua milik kakekku.
Sepeda ini adalah sepeda peninggalan kakekku untuk ayahku dan akhirnya sepeda ini diturunkan ke aku.
Angin berhembus kencang membuat sepeda tuaku melayang-layang, aku mencoba untuk menyeimbangkan sepeda tuaku itu, dan akhirnya aku berhasil menyeimbangkannya.
“kuharap cuaca buruk ini segera menghilang” kataku.
Aku akhirnya sampai di gerbang sekolahku, dan aku melihat cewek itu sedang bersama temannya.
“hah, mungkin lain kali aja deh” sahutku sembari pergi untuk memarkirkan sepeda tua itu.
Sesampainya dikelas aku duduk, menatap jendela dan berpikir.
“dia mungkin sudah punya pacar kali yah?” aku bertanya-tanya pada diriku sendiri.
“atau dia gak suka aku yah?” tambahku.
“kau kenapa dan?” tanya Risky.
Risky adalah temanku, dia baik, dewasa, dan cool banget, wajahnya mirip seperti bule.
“entahlah ki, tapi jujur gua suka sama dia, tapi di sisi lain gue tuh takut kalau dia udah punya seseorang” sahutku.
“Jangan sedih dan ae, kalau kau suka sama dia katakan aja, jangan takut untuk mencoba apa yang kau tidak bisa lakukan, siapa tau dia menerima mu kan belum tau” balas risky sembari menyemangati ku.
__ADS_1
“gimana mau bilang, aku aja gak akrab sama dia” sesalku.
“Aku yakin kamu pasti bisa kok, oh iya bentar lagi guru datang nih, jangan galau terus dah” kata risky yang sedang menyemangati ku.
Guru datang dengan senyuman, tak kusangka ternyata guru itu adalah guru yang paling killer didunia, guru itu menyuruh kami untuk mengerjakan tugas yang tidak mungkin kami jawab dengan logika saja.
Hingga jam pelajaran berakhir, aku dan risky pergi ke kantin sehat yang ada disekolah ku.
“Langkah kaki”
“jujur makan dikantin sehat tuh gak kenyang loh ki” curhat ku sembari berjalan bersamanya kekantin sehat.
“makanya dan, bawa bekal” balas risky.
“Iya iya, nanti aku belajar masak” balasku.
Sesampainya di kantin aku melihat cewek itu yang sedang membeli makanan bersama temannya.
“iya kak, jual” sahut Vinny sembari mengambil uang kembalian miliknya.
Kami berdua berpapasan, saling tatapan dan tersenyum satu sama lain, senyumannya membuat ku terpana hingga membuat ku terjatuh.
“astaga dan, malu lah aku Cok, alay banget sih” sahut ku dalam hati.
“Njir malu banget aku” kataku sembari berdiri dan langsung pergi kekelas.
“Danny...Danny” geleng risky Sembari mengikuti ku kekelas.
Aku benar-benar malu, mungkin itu adalah kejadian memilukan yang akan kuingat dalam seumur hidupku.
Waktu terus berjalan, guru datang mengajarkan kami beberapa hal lalu pergi dengan beberapa sepatah kata yang cukup menginspirasi kami.
Waktu begitu cepat, awan akhirnya mengeluarkan tangisannya.
Ada yang menunggu tangisan itu mereda dan ada yang menerobos seakan-akan tidak terjadi apa-apa.
Dan aku menunggu tangisan sang awan mereda, biarkan dia menangis hingga mereda.
Tatkala aku berdiri didepan kelasku, aku melihat Vinny yang sedang Pergi ke perpustakaan.
Aku tanpa pikir panjang mengikutinya, dan duduk didepannya sembari mengobrol.
“Eh kenalin aku danny” kataku dengan agak canggung dan mencoba untuk berjabat tangan dengannya.
__ADS_1
“iya kak, kenalin vinny” vinny tersenyum sembari membalas jabat tangan ku.
“vinny disini ngapain?” tanyaku sembari melihat matanya yang indah.
“mau baca buku kak” jawab Vinny dengan suara yang lembut.
Entah kenapa suaranya terlalu imut di pendengaran ku.
“buku apaan tuhh?, Kayaknya seru banget” kataku sembari memberikan senyuman terbaikku padanya.
“Oh iya kakak tadi kenapa? Kok bisa jatuh?” tanya vinny dengan heran.
Aku sontak kaget, dan pipiku merona saking malunya.
“Ah itu kakak, lagi olahraga Hehehhee” malu ku.
“Oh, eh kak, itu di pipi kakak ada apa?” tanya Vinny penasaran.
“Eh dimana?” balasku.
“Maaf kak” kata Vinny sembari mengambil sesuatu di pipiku dan ternyata itu adalah nasi.
Wajahku tersipu malu, dia terlalu dekat dengan wajahku, dia terlalu imut.
“sudah kak” sahut Vinny sembari tersenyum padaku.
Vinny melanjutkan membaca buku itu, dan aku juga ikut membaca buku sambil melihat Vinny yang sedang asyik membaca.
Vinny kaget karena ditengah halaman itu dia mendapatkan sebuah jam antik.
Jam itu kecil, berwarna coklat dan tidak memiliki kaca pelindung.
“apa itu Vin?” tanyaku dengan heran.
“Jam kak, tapi aku gak tau ini jam punya siapa” sahut Vinny dengan heran.
“Jam yang indah” kataku.
“Tapi jarum jam nya salah nih kak” sahut Vinny sembari menatapku.
“Kalau begitu coba kamu putar ke jarum jam yang sekarang” balasku.
Dan Vinny pun mengikuti arahan ku dan saat dia memutarnya, tiba-tiba Vinny dan aku menghilang dalam sekejap melewati lorong waktu yang entah membawa kita kemana.
__ADS_1