Apocaliptik

Apocaliptik
chapter 25


__ADS_3

Tiba-tiba hari mulai hujan, Vinny masih saja berdiri didepan kuburan pria itu.


Tio menarik bajuku dan sepertinya dia ingin menggendong adiknya, setelah kuberikan adiknya, Tio tersenyum sambil melihat ke arah vinny.


“hampirin aja kak” sahut Tio.


Aku pun berjalan menghampiri Vinny yang terdiam.


“Vin, aku tau itu berat, tapi ikhlaskan saja” kataku sambil menepuk pundak Vinny.


“kakk gak ngerti” jelas Vinny.


“Vinn entar kamu sakit Lo” sahutku.


Vinny gak nyahut, dan aku berinisiatif mengendong dirinya.


“Apa...apa yang Kakak lakuin” sahut Vinny keheranan.


Aku menggendongnya dan menatap matanya sambil tersenyum, seketika hal itu membuat wajah Vinny memerah dengan sendirinya, benar-benar merah dan kepalanya seperti biasa mengeluarkan asap.


Benar-benar lucu kalau dilihat. Tapi sekarang jangan memikirkan perasaan, harinya benar-benar tak bersahabat, aku langsung mencari tempat perlindungan.


Tapi sebelum itu aku menemui Tio dan mendirikan Vinny lalu aku membuka bajuku


“eh apa yang kaka lakuin?!” Vinny sontak kaget dan langsung membalikkan badannya.


“Tutuplah balita itu menggunakan bajuku” sahutku sambil melepaskan bajuku


Tio mengambil bajuku dan langsung menutupi kepala adiknya, aku langsung menggendong Vinny lagi lalu berlari bersama Tio.


Kami berjalan hingga kami akhirnya menemukan sebuah gua.

__ADS_1


Gua itu tampaknya seperti terowongan, kami pun tanpa berpikir panjang kamu langsung masuk kedalam gua. Gua yang gelap dan kami beristirahat disana.


Kami tidak berani masuk kedalam gua itu, takutnya kamu tersesat dan tak bisa kembali, jadi kamu hanya berada didekat pintu gua.


Tio mengembalikan bajuku dan aku langsung memakainya.


Adiknya Tio pun terbangun, dan dia tertawa saat melihatku dan Vinny.


Vinny tersenyum melihat balita itu. Dia tidak menangis lagi, aku benar-benar bersyukur, aku duduk di dinding gua itu. Tio tampaknya ketiduran dan Vinny menjaga balita itu.


Vinny kelihatan seperti  seorang kakak yang baik, aku yakin dimasa depan nanti, Vinny akan menjadi ibu yang baik.


Aku duduk sambil melihat dinding gua itu, aku merenung, dan berpikir sejenak.


Aku memikirkan bagaimana caranya agar aku bisa keluar dari tempat ini, disini membuatku gak nyaman sama sekali, bukan hanya tentang gua dan bangkai itu tapi semuanya.


“Kakak baik-baik aja?” tanya Vinny yang tiba-tiba ada disamping ku sambil menggendong balita itu.


“aku baik kok” jawabku sambil tersenyum palsu padanya.


“Kakak yakin?” tanya Vinny dengan gak percaya.


“iyaa” sahutku


“kakak bohong” kata Vinny.


“kenapa kakak bohong?” tanya Vinny dengan kesal.


“Kakak kalau ada masalah cerita aja sama Vinny, pasti Vinny dengerin kok” sahut Vinny.


Suara tangisan awan itu semakin lama semakin keras, kami saling menatap satu sama lain.

__ADS_1


Aku tersenyum, dan berdiri menghadapinya, Vinny pun mengikuti dan berdiri dihadapanku sambil menggendong balita itu.


“Maafkan aku...” kataku


Entah kenapa kalimat itu yang kulontarkan padanya.


“kenapa...kenapa kakak minta maaf?” tanya vinny dengan khawatir.


“sudah membuatmu khawatir” balas ku sambil mengelus kepalanya.


Pipi Vinny merona dan balita itu tertawa melihatnya.


Tio masih saja tertidur lelap, mungkin dia sedang bermimpi indah atau mungkin kelelahan karena menjaga adiknya seorang diri.


Aku dan Vinny menjaga adiknya Tio, kami bermain bersama.


“Hai adek, sini sama kakak” sahutku mencoba tersenyum walaupun aku tau senyumanku agak mengerikan.


Dan yah balita itu langsung kabur menghampiri Vinny. Gadis itu tertawa melihatnya.


Balita itu lebih sering bermain-main dengan Vinny ketimbang diriku, entah kenapa itu membuatku sedih dan saat aku melihat kearah luar tiba-tiba hujan telah reda dan aku pun langsung bergegas kearah vinny.


“vinn, ayo kita jalan lagi” ajakku


“Harinya dah cerah soalnya” tambahku.


Dari raut wajahnya Vinny tampaknya bahagia, setelah bicara dengan Vinny aku bergegas membangun Tio, dan saat Tio bangun.


“udah yah kak?” tanya Tio sambil mengusap matanya.


“Iya, ayo!!” seruku.

__ADS_1


Tio bangun dan kami pun langsung bergegas pergi dari gua itu


__ADS_2