Apocaliptik

Apocaliptik
chapter 9


__ADS_3

“Kau ikut?” Tanyaku sambil menyiapkan diriku untuk pergi ke dalam lautan .


Dia mengangguk, dan aku benar-benar kaget dengan hal itu.


“Kau serius?” Tanyaku dengan heran dan tidak percaya


“Aku serius kak, aku bisa kok berenang kok” katanya  


“Tapi kita tidak tau dibawah sana ada apa Vin” jelasku meyakinkan dirinya.


“Tapi kita bisa memakai itu?” Sahut Vinny sambil menunjuk ke arah baju penyelam beserta tabung oksigennya.


Aku sadar kayaknya mini market ini berada dalam pantai.


Kami memakai alat penyelam itu dsn untungnya masih bisa dipakai walaupun aku tidak tau sebenarnya.


“kau siap vinn?” tanyaku dengan agak khawatir padanya.


“Tentu aku siap kak” jawab Vinny.


Vinny bergegas melompat sambil memegang tanganku.


“Tunggu, vinnyy!!!” teriak ku sambil ikutan melompat dan terjatuh kedalam kolam berenang itu


“Bluppp!!”


Aku dan Vinny tenggelam dalam dasar lautan lagi, tapi ini berbeda, kami berdua bisa berenang bebas tanpa hambatan.


“Carilah yang bisa kita makan vinn” sahutku.


“okey kak” balas Vinny.


Disini tampak terang dan dibawah sana seperti neraka. Benar-benar gelap.


“Vinny!!” teriakku.


Vinny langsung menghampiri ku, “kenapa kak?” tanya Vinny dengan heran.


“jangan terlalu jauh, takutnya kenapa-kenapa” kataku dengan khawatir.


Vinny hanya mengangguk seolah-olah dia Paham apa yang kumaksudkan.

__ADS_1


Aku melihat kesamping kanan dan kiriku, hanya biru, hanya biru yang kulihat tak ada pergerakan ikan sedikit pun.


Vinny datang padaku, kuharap dia menemukan sesuatu tapi ternyata tidak juga.


“Kemana semua ikan-ikan ini?” aku bertanya-tanya pada diriku sendiri.


Vinny menunjuk ke atas dan aku pun mengikutinya.


“kakak, maaf, aku gak dapet ikannya” sesal Vinny.


“jangan khawatir, aku juga seperti itu” kataku.


Lautan ini benar-benar hening, maksudku area ini.


“ini beneran lautan kan kak?” tanya vinny khawatir, sambil menatap ku.


“Kenapa memangnya?” tanyaku dengan heran.


“Yah soalnya aneh aja gitu” kata Vinny.


Dan yah, aku setuju dengannya, bayangkan laut yang tenang tanpa adanya tanda kehidupan, itu benar-benar aneh dan tidak masuk akal sama sekali.


“Kau benar Vin, kakak juga bingung nih” kataku kebingungan.


“kak” panggil Vinny sambil menatapku dengan tatapan tajam.


“Kenapa Vin?” tanyaku dengan bingung.


Baru kali ini dia menatapku dengan tatapan yang tajam, biasanya tatapannya seperti anak kecil yang ingin meminta permen.


“gimana kalau, gimana kalau kita berenangnya lebih kedalam lagi kak?” Saran Vinny sambil menatapku.


“ohh, tunggu apa!?” aku benar-benar kaget, dia benar-benar berani untuk sekelas cewek yang seumuran dengannya.


“Yah, soalnya disini kita gak nemu ikannya kakk,  tapi siapa tau kalau kita berenang lebih dalam lagi kita bisa menemukan sesuatu” sahut vinny dengan yakin.


Aku bingung apa aku harus mengikuti saran Vinny atau enggak, soalnya aku tidak tau didalam lautan yang tenang ini seperti apa.


“tapi vinn..” kataku ragu-ragu.


“Kenapa kak?” tanya Vinny keheranan.

__ADS_1


“gak Vin, hanya saja gimana kalau didalam sana ada sosok monster atau apapun yang mengerikan” aku sebenarnya agak takut untuk berenang lebih dalam lagi tapi aku penasaran apa yang ada didalam lautan yang tenang ini.


“kakak, gak ada monster kok, percaya lah sama Vinny okey” kata Vinny meyakinkan diriku.


“kakak tarik nafas dalam-dalam lalu keluar” kata Vinny sambil menatapku dan menarik nafasnya lalu mengeluarkannya secara perlahan-lahan.


“dah tenang kak?” tanya vinny sambil tersenyum menatapku.


Dia benar-benar tahu kelemahan ku, aku tidak bisa melihat senyumannya yang terlalu manis itu.


“ayo Vin, kakak dah siap kok” kataku yang masih agak takut untuk masuk kedalam lautan yang tenang itu.


“kakak jangan takut” kata vinny yang mencoba menyemangati ku.


Kami berdua menutupi hidung dan mulut kami menggunakan tabung oksigen dan Vinny langsung menggenggam kedua tanganku dan kami menyelam kedalam lautan yang tenang itu.


Seketika lautan yang berwarna biru cerah berubah menjadi biru yang gelap, arusnya lama kelamaan semakin meningkat.


Aku langsung menggenggam tangan Vinny dan kembali kedasar lagi.


“Kenapa kak??” tanya Vinny dengan agak kesal.


“Vin, kita gak bisa masuk kedalam lautan itu, itu benar-benar bahaya” kataku dengan yakin dan agak takut.


“Ah, maaf kak, Vinny gak bermaksud gitu” sesal Vinny sambil merenung.


“Kita pergi tapi mungkin lebih jauh lagi bukan lebih dalam lagi, okey” kataku dengan yakin.


“Okey kak” Vinny tersenyum dan kami melanjutkan perjalanan kamu melewati lautan yang agak luas hanya mencari bahan makanan.


Mini market itu masih ada Disana dan kuharap mini market itu takkan pernah pergi menjauh dari tempat nya walaupun aku tidak yakin.


Kami berjalan dari dasar laut yang biru melihat disekeliling kamu yang masih tidak ada apapun.


“Kayaknya Ikan ini sedang pergi berlibur nih” pikirku.


Jangan bilang ini kutukan yang dibicarakan pria itu lagi, sial kutukan yang benar-benar mengerikan, siapa sebenarnya profesor x itu? Pikirku.


Kok bisa sih profesor itu melakukan ini pada tanah kelahirannya, dia benar-benar gila, mungkin lebih gila daripada orang gila. Maksudku ayolah siapa yang gila melakukan itu pada tanah kelahirannya, kalau aku bertemu dengan dia aku pasti mencincangnya.


Kami masih berenang Dan terus berenang tiba-tiba ada cahaya yang berada di bawah ku.

__ADS_1


Aku dan Vinny saling menatap satu sama lain seperti memberikan isyarat, dan kami berdua pun pergi menuju sumber cahaya itu dan tak kusangka cahaya itu berasal dari bangunan bangunan yang tenggelam.


__ADS_2