
Pedang Yang aneh, pedang itu seperti memiliki kekuatan sihir. Dan memiliki tulisan yang aneh di pedangnya.
Gurita itu kelihatan bergemetar, saking takutnya dengan pedang yang kupegang itu.
Pedang itu bercahaya saat kupegang bahkan Vinny terkagum-kagum padanya.
Pedang itu gak berat sama sekali, dan mata pedang itu benar-benar tajam.
Aku pun berlagak seperti seorang pahlawan dan menyerang gurita itu.
Gurita itu ketakutan tapi dia tak peduli terhadap ketakutannya, dia langsung berenang kearahku dan ingin menusukku dengan tentakel-tentakel nya.
Vinny hanya terdiam dan berharap kalau aku baik-baik saja.
Tusukan demi tusukan aku berhasil menghindarinya, tentakel-tentakel itu benar-benar lengket, dan saat aku punya peluang aku langsung membelah tentakel itu.
Seketika gurita itu langsung mengeluarkan tintanya yang berwarna hitam pekat.
Aku mencoba untuk menenangkan diriku, dan aku mendengar suara itu, grasak-grusuk yang kudengar dan aku langsung menusuknya dan berhasil mengenai sebuah patung.
Aku mencoba mencabutnya tapi gurita itu sudah tak menahannya lagi, dia benar-benar ingin menghancurkan diriku, dia langsung melempar patung itu kebawah dan aku berhasil mengambil pedang itu dan berenang menjauh.
Kuharap teman-teman ku melihatku yang sedang bertarung dengan gurita raksasa dan berpetualang di dasar lautan.
Aku melihat ke arah samping kanan dan kiriku dan aku tidak melihat tanda-tandanya, tanda-tanda gurita besar itu.
Ternyata gurita itu berada di belakang ku, dia menangkap ku tapi aku berhasil menghindarinya.
Aku mencoba untuk menyerang matanya tapi sayang dia sudah tau akan hal itu, dia menutupi matanya dan berputar-putar kearahku.
Aku yakin kalau aku hanya berdiam diri aku akan langsung mati, aku langsung berenang kebawah, diikuti oleh gurita itu.
Dan aku langsung berenang ke atas gurita itu dan menusuknya menggunakan pedang yang gadis itu berikan padaku.
“Hyatttt!!”
Gurita itu tampaknya cukup tau, apa yang akan aku lakukan terhadapnya dan seketika dia berhenti dan tentakel-tentakel nya yang tajam itu menyerangku dengan gesit.
Aku menangkisnya dengan pedangku, satu-persatu aku tangkis tentakel-tentakel nya yang tajam itu.
__ADS_1
Gurita itu selalu saja menyerangku dari berbagai sisi kecuali belakang. Aku ingin menyerang balik tapi tidak bisa, tak ada celah bagiku untuk menyerang gurita yang beratnya hampir 1500 gajah dewasa.
“Apakah tak ada celah?” aku bertanya-tanya pada diriku sendiri, dan yang hanya kulakukan saat ini hanya berdiam diri dan menangkis para tentakel-tentakel itu.
Aku hanya menangkis dan berenang menjauh.
Aku pikir dia gurita yang gila, dia benar-benar kuat.
Gurita itu terdiam dengan sendirinya, menutup kelopak matanya dan aku pikir dia ingin berhenti bertarung, ini benar-benar kesempatan ku.
Dan saat pedangku yang hampir mengenai dirinya, kelopak matanya terbuka dan langsung menangkapku.
Aku terjebak, dia ingin meremukkan diriku, sial kupikir aku akan mati.
Vinny yang melihat langsung berenang ke arah gurita itu, dan gurita itu hanya berfokus pada diriku dia tidak melihat Vinny yang sedang berenang menghampiri gurita itu.
Vinny berenang mengitari sang gurita, dia terus berenang dan karena muak gurita itu melepaskan ku, dan malah ingin menangkap Vinny.
“Kerja bagus Vin” sahutku dalam hatiku, dia benar-benar hebat dalam hal jadi umpan.
Aku langsung berenang dan langsung menusuk kulitnya yang tebal.
Gurita itu berdiam dan langsung mengambil pedang itu, dia melihat pedang itu dan aku, aku hanya tersenyum dan melepaskan pedang itu. Pedang itu tidak bisa dihancurkan dan gurita itu langsung menjatuhkannya.
Vinny melihat kebelakang dan ternyata gurita itu sudah tidak ingin menangkapnya lagi. Vinny berenang dan melihat ke arah Padang pasir itu, dia menemukan pedang itu tergeletak dalam tanah, dan Vinny mencoba mengambilnya.
Berhasil mengambil pedang itu, Vinny langsung bergegas kearahku.
Gurita itu terus mengikuti bahkan menghancurkan singgasana itu, Vinny berada diatasku dan melemparkan pedang itu.
Aku berbalik dan pergi berenang kearah gurita itu, gurita itu terus berenang untuk membunuhku dengan tentakel-tentakel nya.
Aku berada dibawahnya, dan kutusuk pedang itu dan merobek gurita itu hingga membuat gurita itu tak berdaya.
Kupikir aku sudah mengalahkannya, tapi gurita itu masih saja bangkit dan menyerangku.
Aku pikir aku belum sepenuhnya merobek semuanya. Vinny berada disamping dan memberikanku selamat, dia kira aku berhasil mengalahkan sang gurita itu.
Gurita itu menusuk Vinny tapi aku berhasil menyelamatkan nya, kusuruh dia pergi menjauh dan aku langsung menyerang sang gurita menggunakan pedang ku.
__ADS_1
Gurita itu tidak merintih kesakitan, dia tak kenal apa yang namanya lelah, dia berusaha untuk membunuhku.
Gurita Itu benar-benar gila, baru kali ini aku bertemu dengan hewan gila seperti gurita itu.
Aku mencoba untuk tidak panik, aku harus memahami situasinya, walaupun dalam hati, aku benar-benar panik.
Aku pernah memainkan sebuah game survival dan aku pernah mengalahkan gurita sebelumnya, tapi itu di game, aku tidak yakin itu akan berhasil tapi aku harus mencobanya.
Aku berenang dan mengelilingi gurita itu hingga membuat gurita itu pusing bukan kepalang.
Lalu aku menusukkan pedang itu ke penglihatannya hingga membuat gurita itu buta.
Aku langsung bergegas mencabutnya, tetesan darah ada dimana-mana. Syukurnya itu tidak mengundang para karnivora.
Entah kenapa aku kesal dengan laut ini, hanya gurita raksasa yang gila, terus para ikannya mana?
Aku yakin dia begitu kelaparan, saking laparnya dia bahkan tak segan-segan menangkapku bersama Vinny untuk dijadikan bahan makanan.
Aku langsung memotong tentakel-tentakel nya disaat dia mulai kehilangan penglihatannya, aku melihat ke sudut kiri dan melihat ke arah matanya yang merah karena Vinny.
Tentakel-tentakel itu bergerak dan Vinny langsung mengambilnya.
“gakpapa gurita yang penting makanan” pikir Vinny.
Aku langsung menancapkan pedangku kesana dan akhirnya dia benar-benar merintih kesakitan.
Aku tak nyangka rencanaku berhasil, aku benar-benar berterimakasih pada sepupuku yang mengajakku bermain game yang membosankan itu.
Gurita itu sepertinya kepanasan dia terus berjalan-jalan gak karuan, membentuk dirinya kebawah, berputar-putar tak jelas seperti tak ada tujuan hidup.
Aku langsung memotong tentakel-tentakel itu seperti seorang koki, tentakel-tentakel itu makin lama makin pendek dan gurita itu mencoba melarikan diri.
Aku langsung berenang menghampirinya, tapi sayangnya aku dicegah oleh Vinny.
Aku paham maksudnya, aku langsung mengambil tentakel-tentakel itu.
Dan saat aku melewati altar, aku melihat sebuah tulisan bercahaya, dan aku entah kenapa bisa membacanya.
“sang penyihir akan mati bersama perempuan itu, dua pahlawan akan menyelamatkan dunia dari marabahaya” itulah yang kubaca.
__ADS_1
Aku berhenti sejenak dan memikirkan apa maksud dari kalimat itu, apakah ini sebuah ramalan?, Tapi tentang apa? Siapa wanita itu? Siapa penyihir itu? Aku selalu bertanya-tanya pada diriku sendiri.
Aneh, benar-benar aneh sekali.