
Tak berselang lama kemudian aku terbangun, aku berada diatas kasur yang empuk. Aku bermimpi aneh, aku bermimpi kalau aku melihat anak balita yang digendong oleh anak laki-laki.
Aku sontak melihat ke sekeliling ku dan aku tak melihat Vinny disini. Aku benar-benar khawatir, lalu pandanganku ku arahkan ke dapur dan saat aku menuju dapur aku menemukan Vinny yang sedang asyik mengobrol dengan anak itu.
Balita itu melihatku dan langsung menghampiriku, anak kecil itu pun tentu melihat ku, dan dia langsung meminta maaf padaku karena sudah membuatku pingsan.
“Maaf banget kak, saya gak bermaksud gitu” sahut anak kecil itu.
Aku bingung apakah aku harus marah atau tidak, tapi mungkin lebih baik tidak.
“nama kamu siapa dek?” tanyaku dengan penasaran.
“Nama saya tiko, dan ini adik saya namanya Rina” sahut Tiko.
Dia cukup lancar berbicara, dari tampangnya dia anak yang berkecukupan walaupun bajunya yang sudah usang.
“kenapa kalian berdua berada disini? Dan dimana semua orang?” tanyaku dengan penasaran.
Dia tampaknya takut menjawab, Vinny pun tersenyum dan langsung mengatakan sesuatu.
“Jangan takut, dia tak menggigit kok” kata Vinny sambil menatapku dan tersenyum.
__ADS_1
“tunggu, apakah aku sekejam itu?” pikirku kaget.
Anak kecil itu menatapku dan tertawa, entah apa ada yang salah dengan wajahku tapi aku senang itu membuatnya tertawa.
“waktu itu baik-baik aja kak, kami makan dengan tenang, bersama dengan ayah dan ibu, tapi waktu itu adikku sedang menangis, lalu ibuku menyuruh ku Untuk Melihat apakah adikku baik-baik aja, setelah aku melihat adikku, tiba-tiba mereka semua menghilang tanpa kabar sama sekali, bahkan tetangga-tetangga kami juga menghilang” sahut anak itu.
“Tiba-tiba menghilang?” tanya vinny keheranan.
Sekarang aku benar-benar yakin mereka semua menghilang bukan karena ingin meninggalkan tempat ini tapi mereka semua benar-benar menghilang dengan sendirinya, tampaknya penyihir itu yang melakukannya.
“lalu bagaimana adek bisa selamat?” tanyaku sambil mengelus kepalanya.
Dia hanya menggelengkan kepalanya, dilihat dari tatapannya dia memang gak tau.
“lalu bagaimana cara adek bisa bertahan?” kataku dengan penasaran.
Dia tidak mau menjawabnya, Tampaknya ada sesuatu yang telah dia rahasiakan, tapi tiba-tiba Vinny berbisik kepadaku.
“Ah oke” kataku.
Jujur aku merasa Curiga dengan anak itu, benar-benar curiga sekali, bagaimana caranya dia bertahan dengan adiknya?, Kenapa dia tidak menghilang, dan kenapa orang tuanya tiba-tiba menghilang, bukankah kebanyakan orang tua kalau pergi jauh pasti membawa anaknya, apalagi anaknya yang kecil-kecil seperti ini. Dia tampaknya anak yang mandiri gak terlalu dimanja karena dia berhasil bertahan hidup dengan adiknya yang balita hingga sekarang, aku yakin dia pasti mengikuti game survival.
__ADS_1
“kalau kakak sendiri?” tanyanya.
“ngapain kakak berada disini?” tambahnya sambil melihat ku.
Dia tampaknya curiga pada kami yah memang sih karena kami dua remaja yang tiba-tiba masuk kerumah orang menggunakan pakaian bajak laut .
“kami berdua sedang mencari sebuah gua yang ada dua patung gede mirip penyihir” jawabku.
“Maksud kakak gua Yoin?, Gua itu berada dekat dari kota ini, mau kamu antarkan?” kata anak itu dengan senang hati.
“tunggu dulu yah dek” kataku.
Aku bergegas menggenggam tangan Vinny dan pergi menjauh.
“Vin, apa yang harus kita lakukan?, Kita tak bisa membiarkannya berdiam ditempat yang menyeramkan ini, tapi kita juga gak bisa membawanya karena disana mungkin lebih bahaya daripada yang kita duga” sahutku.
Vinny mencoba berpikir, dan Vinny pun langsung pergi kedalam dan bilang pada anak itu. “ayolah kalian, tunggu apa lagi” sahut vinny dengan semangat.
“kemasi barang kalian anak-anak, kali ini kita akan berpetualang untuk menemukan Gua, yeay” kata vinny sambil melihat anak kecil itu.
Anak kecil itu tampaknya kagum dengannya begitupun aku, dan saat dia menatapku, dia tiba-tiba merona.
__ADS_1
“ini..ini bukan seperti yang kakak liat” kata Vinny dengan gagap, benar-benar lucu sekali dan yah, Aku menghela nafasku.