
“sebenarnya kita bisa sih kak melewati Padang pasir itu” sahut Tio dengan yakin.
Aku melihat kearahnya dan dilihat dari tampangnya dia tidak berbohong.
“Gimana caranya?” Tanyaku dengan penasaran.
“Kakak liat disana kan” jawab Tio sambil menunjuk ke bawah.
“Maksudmu, batu-batu yang tertutup pasir itu?” Tanyaku sambil melihat ke arah batu itu.
“Kita akan melewatinya tapi hanya satu yang kurang” sahut Tio dengan yakin.
“Apa emangnya?” Tanya Vinny dengan penasaran.
“cara kebawahnya yang bingung kak” jawab Tio.
Kami bertiga pun saling menatap satu sama lain dan tiba-tiba tio pun mendekati jurang itu dan melihat kebawah.
“Kakak!!!” seru Tio.
“apa!!??” balasku.
Aku langsung bergegas kearah Tio dengan cepat.
“satu-satunya cara kira harus melompat kak!!” seru Tio.
Tio pun bergegas mengambil adiknya dan langsung berlari lalu melompat.
Dia seperti burung yang terbang.
__ADS_1
“shutttttt!!!”
Tiba-tiba monster itu datang dan menuju kearah Tio, tapi sayang Tio berhasil mendarat.
“Brukkk!!”
Tio mendarat disalah satu batu itu.
Aku dan vinny saling menatap satu sama lain.
“vin kamu duluan deh” sahutku.
“kakak aja duluan” balas Vinny.
“Yakin?” kataku.
“hmm” Vinny masih berpikir.
“Ayo kita berdua vinn!!” seru ku.
Vinny tersenyum dan kami berdua melihat kedepan mengambil ancang-ancang lalu berlari dengan sekuat yang kami bisa.
Kami melompat dan monster itu mulai muncul lagi dari dalam pasir, monster itu seperti tongkat Dan aku pikir monster itu hanya satu tapi ternyata banyak Banget.
“whushhh!!”
“hufthhh!!”
Kami mendarat dan Vinny hampir saja terjatuh kedalam pasir, monster itu benar-benar tau vinny hampir terjatuh dia langsung muncul ke permukaan, dan untungnya aku langsung memeluknya kalau tidak dia akan dimakan monster itu.
__ADS_1
Tio pun melompat dan diikuti oleh kami berdua. Kalau kamu tidak berhati-hati kamu sudah dimakan oleh cacing-cacing besar dan mengerikan itu.
Kami terus melompat Dan tiba-tiba balita itu ingin turun dari pelukan Tio, balita itu benar-benar keras kepala sekali dia terus menerus minta turun padanya dan tiba-tiba tio kehilangan keseimbangannya dan terjatuh
.
Dengan sigap Tio melempar adiknya dan dengan sigap aku langsung bergegas mengambil balita itu.
Balita itu tertawa tapi sayang monster itu langsung menangkap kakaknya, monster itu berjalan hanya ke atas lalu kebawah, seperti mesin.
“Tioo!!” teriak Vinny sambil terduduk diam melihat kejadian itu.
“aku langsung melompat ke arah vinny dan memeluknya.
“Sudah, sudah Vin” sahutku sambil menenangkan dirinya yang tampaknya benar-benar shock akan kejadian itu.
“Tenang aku ada disini kok, kamu jangan kayak gini, udah okeyy” sahutku.
Vinny mencoba untuk tenang, tapi dia masih saja gemetar dan takut, dia bahkan memeluk ku dengan erat.
Aku tidak bisa menyalakan balita itu karena dia hanya balita, dan aku sebagai seorang kakak aku pasti akan melakukan hal yang sama.
Kami pun terus melompat dan terus saja melompat untuk sampai ketujuan kami.
Vinny masih shock tapi dia tidak menangis seperti tadi, sedangkan balita itu akhirnya mulai tertidur lagi, dan aku menggendong balita itu.
Padang pasir itu memamg seperti baik-baik saja tapi didalam pasir itu terdapat monster yang benar-benar mengerikan, kuharap hanya ini saja yang aku temukan.
Aku, Vinny dan balita itu berjalan dan akhirnya sampai ke gua itu dengan selamat.
__ADS_1
“jadi ini guanya?” tanyaku keheran-heranan