
Aku berpikir dengan sejenak dan karena ini laut yang tenang tak ada apapun selain gurita gila itu aku akan berenang untuk menemukan sebuah pulau.
“Gimana kalau kita berenang lurus, siapa tau disana ada pulau kecil” sahutku dengan yakin.
Dari tatapannya aku tau vinny kayak gak setuju dengan ide ku. Tapi hanya itu yang bisa kupikirkan.
“Ayo vinn, aku yakin kita bisa menemukan pulau di hamparan lautan yang luas ini, percayalah padaku!!” Seru ku sambil menyemangati dirinya.
Vinny menatapku dengan tatapan yang masih sama tapi bedanya dia tampaknya sedang tersenyum sedikit.
Kami pun berenang melewati lautan yang begitu luas, tenang aja kok, kami hanya berenang lurus dan berharap semoga ada pulau disana.
Langit-langit berubah menjadi biru seperti lautan, tak ada hujan ataupun sengatan matahari yang tajam, syukurlah matahari ditutupi awan-awan yang memanjakan mata.
Lautannya berwarna biru langit, bahkan aku mengira langit-langit itu juga laut.
Kami terus berenang lurus melewati hamparan laut yang biru nan luas, hari ini benar-benar hari yang melelahkan. Dan keajaiban tak terduga, kamu menemukan sebuah kotak yang bisa kami jadikan pegangan untuk berenang, jadi kami tak perlu berenang lagi, hanya menggerakkan kaki saja.
Aku jadi ingin santai dikamar sambil rebahan, meminum sebuah es kopi yang benar-benar nikmat.
“Kak, kakak lagi mikirin apa?” tanya Vinny sambil menatapku.
“ah, gak kok” aku gak mau bilang kalau aku sedang memikirkan es kopi yang benar-benar nikmat.
“hmm, aku tau kakak lagi mikirin sesuatu kan? Jujur aja, kalau bohong, dosa loh kak” sahut Vinny.
“Aaa.. kakak... Kakak lagi mikirin ramalan itu Vin” balasku.
Vinny pun teringat akan ramalan itu.
“Menurut kakak, ramalan itu benar-benar terjadi?” tanya Vinny khawatir.
“Kenapa emangnya kalau terjadi Vin?” kataku dengan heran.
“Soalnya, kalau itu benar-benar terjadi entah kenapa perasaan Vinny gak enak” balas Vinny dengan ekspresi khawatir.
Aku mengerti apa yang dikhawatirkan Vinny, tapi aku yakin itu akan baik-baik aja. Tapi jujur entah kenapa perasaan ku mulai gak enak juga akhirnya, apakah kamu berdua akan melawan sesuatu?.
Apakah dunia itu dunia kami?, Atau salah satu diantara kami akan mati?, Dalam pikiranku banyak sekali pertanyaan-pertanyaan yang belum bisa kujawab sama sekali.
Tapi aku tak bisa membiarkan Vinny ketakutan seperti ini, “jangan terlalu dipikirin vinn, aku selalu menjaga kamu kok” sahutku.
Vinny tersenyum, pipinya merah merona, “makasih yah kak, aku juga pasti disisi kakak kok, walaupun Vinny gak bisa apa-apa tapi Vinny bakal jagain kakak juga” sahut Vinny dengan yakin.
__ADS_1
Entah kenapa ini seperti kalimat Perpisahan, perpisahan yang menyakitkan. Tapi lebih baik aku mati daripada gadis itu, karena kalau dia yang mati, mungkin aku sudah gila.
“Jangan takut Vin” sahutku sambil menyemangati dirinya.
“iya kak, vinny gak takut kok” katanya sambil tersenyum manis.
Senyuman itu, aku benar-benar tidak ingin menghilangkannya, jujur aku hanya ingin melihat senyumannya itu hanya untuk diriku sendiri.
“Eh iya kak...” kata Vinny sambil melihat kearahku.
“kenapa vinn?” tanyaku dengan heran.
“Hmm, kakak suka cewek seperti apa?” tanya Vinny dengan penasaran.
Aku sontak kaget, maksudku baru kali ini ada yang menanyakan hal itu padaku dan itu adalah seorang gadis yang aku sukai, tapi kata orang-orang jangan terlalu berharap, aku benar-benar gak tau harus mengatakan apa.
“kayak kamu Vin” aku langsung mengatakan hal itu tanpa memikirkan situasi dan kondisi.
Sial Wajahku benar-benar malu, tunggu entah kenapa aku berpikir dia pernah menanyakan hal itu padaku, tapi tetap saja itu membuat ku malu.
Kuharap pipiku tidak merona, dan saat aku melihat Vinny, Vinny pun tampaknya sedang merona bahkan dia langsung memalingkan wajahnya.
“Apa dia marah?” tanyaku “ ah maafkan aku, Vin” tambahku.
Dia masih memalingkan wajahnya “gapapa kak”.
Berjam-jam kami tidak bicara satu sama lain, dan tak berselang saat itu Vinny akhirnya mulai membuka pembicaraan kami.
Aku tidak bisa memulai karena aku masih malu mengatakan hal itu.
Vinny menarik nafasnya lalu mengeluarkannya secara perlahan-lahan “hmm, hobi kakak apa?” tanya vinny Penasaran.
Dia mulai melihat kearah ku.
Aku langsung menjawabnya dengan terbata-bata, “a..a..aku su...suka nulis Vin, terus ak..aku juga suk..suka menonton film sama men.. mendengarkan mu..mu...musik".
“Maaf kak bisa diulang gak?... Hehehhe” kata Vinny.
Aku menarik nafasku dalam-dalam lalu mengeluarkannya.
“Maksud kakak, kakak suka nulis, nonton film, sama mendengarkan musik” balasku dengan suara yang cukup keras.
“Kalau Vinny?” tanyaku dengan penasaran.
__ADS_1
“Vinny suka baca kak, btw kakak suka nulis apa?” tanya vinny dengan penasaran.
“kakak nulis cerita gitu, kadang-kadang fantasy, kadang-kadang romance, banyak lah pokoknya” sahut ku.
“Nanti Vinny baca yah kak” bales vinny sambil tersenyum padaku.
“Ah, tapi kakak masih pemula Vin” sahutku dengan serius.
“bahkan tanda bacanya juga masih ada yang salah dan gak sesuai” tambahku.
“kakak suka nulis?” tanya vinny keheranan.
“Iya suka” kataku dengan yakin.
“kalau kakak benar-benar suka nulis, kakak harus yakin dengan tulisan kakak, memang pasti akan ada kritikan yang pedes atau pujian, itu pasti ada kok” sahut Vinny sambil menyemangati ku.
Entah kenapa sekarang Vinny lebih dewasa, apakah itu sat melawan gurita gila itu. Dia benar-benar bijak sekarang.
“tapi Vinny, kakak takut, bagaimana kalau pembaca kakak gak suka sama tulisan kakak” sahutku.
“kakak jangan ngomong gitu ih, Vinny gak suka...” sahut Vinny.
“Kakak, kalau kakak benar-benar ingin pembaca kakak suka sama karya kakak, kakak harus cari apa kesalahan kakak, kalau sudah langsung kakak ganti menjadi lebih baik lagi” tambah Vinny.
Dia benar-benar cocok jadi seorang guru.
“Kak, maaf kalau Vinny salah ngomong, Vinny hanya ingin membuat kakak lebih baik lagi” sahut Vinny.
Aku paham maksud gadis itu, aku tidak marah padanya, ngapain coba aku memarahinya.
“siapa yang marah coba, malah aku senang loh kamu bilang gitu, malah itu bikin kakak suka sama kamu” kataku sambil tersenyum manis menatap Vinny.
Vinny langsung merona dan langsung berpaling “ ap...apa.. sih kak”.
Aku gak percaya kalau aku ngomong gitu padanya, itu seperti bukan diriku sendiri.
“brughtt!!”
Ah tampaknya kotak itu membentur sesuatu lagi, kuharap itu minimarket lain, dan ternyata kotak itu membentur sebuah kapal.
Kapal yang besar, benar-benar besar, kapal itu terbuat dari kayu, aku tidak bisa melihat kedalam kapal itu.
Aku heran kenapa kapal itu bisa bertahan di lautan yang tenang ini, bahkan ada guritanya loh.
__ADS_1
“apa yang terjadi?” kata captain Jack
Captain Jack adalah captain di kapal ini, dia benar-benar seperti bajak laut, dulu captain Jack adalah seorang tentara tapi karena dunia ini hancur dia berubah menjadi seorang bajak laut.