Apocaliptik

Apocaliptik
chapter 16


__ADS_3

“kau harus menepati janjimu, anak muda” sahut kapten Jack dengan yakin kalau dialah pemenangnya.


Aku juga yakin kalau kapten Jack yang menang, tapi aku tetap tidak akan kalah terhadapnya.


“Kau tau, kaulah yang kalah pria tua” sahutku dengan yakin.


“Kau anak yang pemberani” balas kapten Jack.


Kami berdua memasang kuda-kuda dan aku langsung menyerangnya.


Suara pedang kayu itu benar-benar ngeri.


“Tukk...tuk...tuk...tukk”


“ayolah pak tua, Hanya ini kemampuan mu?” ejekku.


“Wah, wah, wah, berani sekali kau” balas chapter Jack.


Kamu berdua saling berputar mengambil ancang-ancang dan tiba-tiba pak tua ini mulai menyerangku menggunakan pedangnya.


“Sheet!!”


Tebasan itu berhasil mengenai pipiku.


“Kakakk!!!” teriak Vinny.


“Aku baik-baik aja kok” balasku sambil tersenyum melihat kearah Vinny.


Jujur itu sebenarnya agak sakit.


“Bersiap-siap lah untuk kalah nak” kata kapten Jack yang seolah-olah dia sudah berhasil memenangkan duel itu.


“Kau yakin deck?”ejekku.


Aku langsung bergegas menuju kearah kapten Jack dan bertarung seperti bajak laut kebanyakan.


Kapten Jack terus saja mundur dia benar-benar kewalahan.


“Kau juga cukup tangguh nak” puji kapten Jack.


Aku menyerangnya dari segala sisi, mulai dari sisi kanan dan kiri hingga depan aku menyerangnya menggunakan pedang yang terbuat dari kayu.


“Tukk..tukk..tukk”


“Kau kira kau bisa mengalahkan ku?” kata kapten Jack sambil mengayunkan pedangnya dengan indah.


“shutt, tukk”


Aku terus saja menyerangnya menggunakan pedang ku, Vinny hanya melihatku yang sedang bertarung.


“kau tampaknya benar-benar khawatir sama anak itu yah?” tiba-tiba Budi datang menghampiri Vinny.


“Eh tuan Budi, ngapain disini?” tanya Vinny dengan keheranan dan agak curiga.


“Jangan khawatir, aku tidak menggigit kok” balas Budi sambil mengangkat kedua tangannya.


“aku disini hanya ingin bertanya” tambahnya.


“Apa yang ingin tuan tanyakan pada saya?” tanya vinny keheranan.


“aku mau tanya, apa hubungan kalian berdua?” tanya Budi dengan penasaran.


Seketika pipi Vinny merona, “kami... Kami hanya temen kok".


Budi yakin itu bukanlah jawaban yang benar tapi Budi menerimanya dengan lapang dada.

__ADS_1


“kenapa kau bisa berteman dengan anak bodoh itu?” tanya Budi sambil menatap kearah Vinny.


“dia gak bodoh!!” seru Vinny dengan tatapan tajam.


Budi langsung paham dengan tatapan itu.


“Kau tampaknya benar-benar menyukai laki-laki itu yah” sahut Budi sambil tersenyum melihat Vinny.


Seketika kepala Vinny langsung mengeluarkan asap, pipinya merah merona dan bahkan bukan hanya pipinya saja tapi telinganya juga memerah.


Di dek kapal aku masih bertarung dengan kapten Jack, jujur aku benar-benar lelah karena aku baru saja melawan sang gurita gila itu.


“ayolah nak, hanya itu kekuatan mu” kata kapten Jack sambil menyerang ku menggunakan kakinya.


“bhuggh!!"


Kakinya mengenai perutku, aku menjatuhkan pedang itu.


“Kakakk!!!” sahut Vinny sambil mencoba untuk menyelamatkannya tapi dia dihalangi oleh Budi.


“Kau tidak bisa kesana vinn” tegas Budi.


“kenapa aku gak bisa pergi kesana!??” tanya vinny khawatir. Dia ingin segera kesana untuk menolongku yang sedang kesakitan.


“ini adalah duel laki-laki” tegas Budi dengan tatapan yang tajam.


Vinny cemberut dan berdiam diri disana dan menonton, walaupun Vinny sebenarnya ingin membantuku tapi dia terpaksa hanya berdiam diri disana.


Perutku benar-benar kesakitan, tapi aku mencoba untuk bangkit kembali dan menyerangnya.


Tapi berapa kali pun aku mencoba menyerangnya, aku tetap tidak bisa mengalahkannya.


Aku terus mencoba bangkit dan terus bangkit hingga meneteskan darah dalam mulutku.


Dia terus menyerang perutku, aku mungkin akan mati sekarang.


Aku melihat ke arah vinny dan gadis itu sebenarnya akan menangis.


Apa yang aku lakukan, aku benar-benar laki-laki bodoh, aku gak mungkin akan membuat dia menangis seperti ini kecuali dia menangis bahagia.


Aku seketika bangkit walaupun darah masih menetes dari dalam mulutku.


“kau tau pria tua, aku benar-benar berterimakasih padamu”sahutku.


Dan aku langsung menyerangnya.


“Tukk...tukk...tukk..tukk!!”


Aku terus menyerangnya dan akhirnya aku berhasil menyerang perutnya.


“Brughtt!!” dia akhirnya meneteskan darah dari dalam mulutnya.


Aku langsung bergegas menyerangnya lagi tapi sayang dia berhasil menangkis pedangku.


“kau cukup tangguh untuk anak nakal” sahutnya.


Tiba-tiba dia mulai menyerangku lagi, Hingga membuat ku hampir terjatuh, aku menangkis pedangnya tapi dia benar-benar kuat.


Lalu Vinny yang melihat ku dia mencoba memikirkan sesuatu.


Tiba-tiba dia menemukan sebuah kerikil dan langsung melemparkannya ke arah kepala kapten Jack, sontak itu membuat kapten Jack marah dan aku langsung mendorong kapten Jack menggunakan kakiku dan langsung menyerangnya.


Dia tidak sempat menangkis serangan ku, dan aku membuat pedang kapten Jack terlempar jauh.


Kapten Jack terdiam dan begitupun aku, dan tak berselang beberapa waktu dia langsung berlari untuk mengambil pedangnya.

__ADS_1


Aku langsung bergegas mengambil pedang milik kapten Jack.


Vinny berdoa agar aku bisa mendapatkannya terlebih dahulu.


Sedikit lagi kapten Jack berhasil mengambilnya, kalau aku tidak meluncur mungkin pedang itu masih tetap pada tempatnya.


Pedang itu berada di ujung dek kapal, kapten Jack melihatnya dan mencoba untuk mengambilnya tapi sayang aku meluncur ke arah kapten Jack hingga membuat dirinya tersungkur.


Aku langsung mengambil pedang itu dan yah sekarang aku memiliki dua pedang, Vinny tepuk tangan dengan kagum.


“kau, kau benar-benar anak nakal!!” sahutnya dengan keras, dia langsung bergegas ingin mencekik ku. Tapi aku sekarang memiliki dua pedang dan aku langsung melemparnya seperti tombak, tapi sayang itu tidak mengenai dirinya.


Pedang itu malah tercebur kelaut.


Dan sekarang aku dan dia malah bertarung menggunakan tangan kosong.


Tapi dia menggunakan tangan cakarnya, kalau tangan itu berhasil mengenai pipiku lagi mungkin darahnya akan tergores.


“Shett...shett...shett!!”


“sial” kataku, tangan besinya itu benar-benar membuatku muak.


Vinny tampaknya benar-benar khawatir padaku.


“Berhati-hatilah kak!!” seru Vinny.


Aku melihat kearah Vinny dan tersenyum padanya dan berlagak seperti seorang pahlawan.


“Kakak lihat kedepan!!” seru Vinny.


Aku langsung melihat kedepan dan untungnya aku berhasil menghindarinya.


“maafkan aku semuanya” kataku.


Aku bersiap-siap untuk mengambil ancang-ancang, dan saat dia mendekati ku aku langsung memeluknya dan mendorongnya.


Dia memukulnya dan menusuk-nusuk ku dengan tangan besinya, tapi Aku tetap bertahan, aku tidak peduli pada apapun sekarang Dan akhirnya aku menjatuhkan dirinya bersama denganku.


Vinny langsung bergegas kebawah.


“kakak!!, Kakak!!!” seru Vinny.


Dan ternyata aku masih hidup, aku memanjat Kedinding kapal.


“vinny kenapa?” tanyaku dengan heran.


Vinny menangis, dan tiba-tiba dia melihat kesamping dan dia benar-benar tersenyum dan menangis.


Dia langsung memelukku.


“hei, hei” kataku.


“aku gak mau kakak menghilang, aku gak mau sendirian kak, aku-aku, benar-benar gak mau” kata Vinny sambil menangis.


Aku mengelus kepalanya sambil melihat ke arah awak kapal itu.


“silahkan kalian pergi dari kapal ini” sahutku dengan sombong.


Awak kapal itu saling menatap satu sama lain.


Dan tanpa pikir panjang akhirnya mereka menceburkan diri ke laut itu.


“Vinn, ayo kita pergi” sahutku.


“Nanti dulu kak” balas Vinny sambil memelukku dengan erat.

__ADS_1


__ADS_2