Apocaliptik

Apocaliptik
chapter 26


__ADS_3

Kami pun akhirnya pergi dari gua itu, harinya benar-benar cerah dan itu membuat kami bersemangat untuk pergi. Aku benar-benar ingin keluar dari hutan ini secepatnya. Dan aku yakin mereka bertiga juga pasti berpikiran sama denganku.


Kami terus berjalan menyusuri hutan yang agak menyeramkan itu, Benar-benar hutan yang menyeramkan, tapi entah kenapa Tio baik-baik saja mungkin karena Tio sering ke hutan ini kali.


Kami mengikuti Tio, kami melihat pepohonan pepohonan besar dan rimbun, benar-benar membuatku takjub sekaligus takut.


Aku melihat disekelilingku dan berhati-hati.


Tio didepan, Vinny dan balita itu ditengah dan aku dibelakang, aku melihat ke sekeliling ku dan untungnya tidak terjadi apapun.


Walaupun hutan ini begitu tenang aku tetap berjaga-jaga, takut terjadi sesuatu yang tak bisa kuduga itu akan bahaya, makanya aku terus saja melihat kearah sekeliling ku.


Tio berjalan dan dia benar-benar yakin dengan jalan yang dia tunjukkan.


Vinny terus berjalan sambil menggendong balita itu, dia tak lelah menggendong balita itu sambil berjalan, malah dia benar-benar bahagia.


Kami terus berjalan dan aku benar-benar bosan, hanya hutan dan hutan, hanya itu saja yang kulihat sepanjang hari.


Sesampainya langit berubah warna menjadi jingga aku, Vinny, Tio beristirahat dihutan itu.


“kita istirahat disini aja yah” kataku, mereka semua mengangguk dan Kami pun beristirahat di dekat pohon yang benar-benar besar, saat aku mengetuk-ngetuk batang pohon itu, batang pohon itu benar-benar keras sekali.


Selain pohon yang besar itu, aku menemukan sebuah batu yang berada disamping pohon besar itu, batu itu ukurannya benar-benar besar dan berat, dan tentu saja abu-abu.

__ADS_1


Hari berganti jadi malam, matahari mulai tertidur dan bulan mulai terbangun.


Entah kenapa aku lebih takut malam yang hening tanpa suara dibandingkan bersuara.


Vinny dan Tio dan tentunya balita itu mulai tertidur.


Aku benar-benar tidak bisa tertidur, entah kenapa aku ingin berjaga semalaman, aku takut kalau ada orang atau hewan yang tiba-tiba datang menghampiri kami.


Tak berselang lama kemudian, Tio pun terbangun dan melihatku yang sedang berjaga. Tio datang menghampiriku.


“Kenapa kak?” tanya Tio agak khawatir.


“gak tau, entah kenapa kakak gak bisa tidur” sahut ku.


Aku hanya terdiam.


Tio pun tersenyum sambil melihat ke arah ku.


“kakak jangan terlalu dipikirin, jalanin aja” sahut anak itu.


Aku pikir dia ini lebih dewasa dan bijak daripada aku sendiri.


“jalanin dan nikmatin aja kak” sahut Tio sambil tersenyum kearahku.

__ADS_1


“iyaa” balasku sambil tersenyum dan mengelus kepalanya.


“Eh iya kak!” seru Tio.


“kenapa Tio?” tanyaku dengan heran.


“Kakak suka kak Vinny yah?” tanya Tio.


Dan seketika itu langsung membuatku Benar-benar malu dan gugup.


“maksud kamu apa yah?” tanyaku sambil tersenyum menahan malu.


“soalnya diliat dari gerak gerik kakak gitu” jawab anak itu.


“Anak siapa sih ini” kataku dalam hati.


Dia benar-benar membuatku malu.


“Jangan malu-malu gitu kak” balas Tio sambil melihat kearah ku.


Mereka berdua bersandar di batu, dan aku berada di atas batu itu, oh iya, dia bisa memanjat karena disampingnya batu besar itu ada batu-batu kecil yang mengitari batu besar itu.


“aku pasti dukung kakak kok, tapi ingat yah kak siapa cepat dia dapet, kalau kakak gak cepat-cepat dia nanti diambil orang loh, soalnya Kaka ini kayaknya banyak disukai” sahut Tio.

__ADS_1


Aku hanya tersenyum dan tampaknya apa yang dia katakan itu benar, aku harus segera menyatakan perasaanku padanya sebelum dia diambil seseorang, tapi gimana yah, aku benar-benar bingung dan gugup.....


__ADS_2