Apocaliptik

Apocaliptik
chapter 30 end


__ADS_3

Kedua patung itu benar-benar tidak menyerah, mereka  berdua terus saja mencariku.


Aku mencoba untuk menenangkan diriku dan berpikir bagaimana cara untuk mengalahkannya.


Vinny masih melihat kedepan dan tampaknya dia sedang mencari aku, soalnya dia seperti menggelengkan kepalanya.


Aku pun membungkukkan badanku dan mengendap-endap ke kursi itu.


Patung itu benar-benar menyeramkan dan besar, apalagi dia tersenyum kesal seperti itu.


“Gimana nih” aku bertanya-tanya dalam hatiku.


“Whushhh!!”


“Whushhh!!”


Suara angin yang membuatku bulu kudukku merinding, baru kali ini aku merasakan hawa yang seperti ini.


Tapi entah kenapa tiba-tiba pedang itu muncul dihadapanku.


“dari mana saja kau?” tanyaku dengan kesal.


Aku ambil Pedang itu lalu langsung berdiri.


Kedua patung itu tampaknya melihatku dia langsung mengejarku dari kedua sisi.


“ayolah teman “ sahutku sambil tersenyum.


Aku mengayunkan pedangku dan menebas kedua batu itu, batu itu hancur seketika.


“Lihat Vin, kakak tuh benar-benar kuat” sahutku dengan sombong.


“Kakak, coba deh liat kebelakang” kata Vinny yang masih bersembunyi dibalik batu.


Aku pun langsung melihat kebelakang dan ternyata, batu itu benar-benar masih hidup.

__ADS_1


Batu itu bergabung menjadi satu, sosok patung itu sekarang sudah semakin besar dan kuat.


Aku menelan ludahku, aku benar-benar takut untuk menghadapi patung itu, berbeda dengan gurita dan bajak laut aneh itu, ini benar-benar membuat ku takut.


Kakiku dan tanganku tak bisa digerakkan, hanya gemetar saking takutnya.


Aku mencoba menguatkan diriku. Vinny tampaknya benar-benar khawatir tapi dia tidak bisa meninggalkan balita itu sendirian.


“kakak!!!” teriak Vinny.


“Kakakk jangan takutt!!” teriak Vinny dan tiba-tiba patung itu malah ingin menangkapnya.


Aku bingung, aku mencoba untuk bergerak tapi masih saja.


Vinny melihat didepannya ada sebuah patung raksasa, aura patung itu benar-benar seperti pembunuh yang kejam.


Dia langsung Menghentakkan kapak itu ke arah vinny.


“tidakk!!!!!” teriakku, dan aku akhirnya berhasil melindungi Vinny hanya bermodalkan satu pedang.


“entahlah kak” jawab Vinny sambil menggendong balita itu.


Aku benar-benar tak menyangka kalau pedang ini berhasil menahan kapak raksasa itu.


Walaupun kapak itu terbuat dari batu tapi aku yakin batu itu lebih tajam dan kasar dibandingkan besi.


Patung itu bersiap-siap menghentakkan nya lagi, tapi dia benar-benar lambat, aku dan Vinny langsung menghindar kesisi berlawanan.


“Tunggulah disini Vin, aku akan menyerangnya” sahutku.


Vinny bersembunyi dibalik kursi  sambil menggendong balita itu.


Aku berlari dan mencoba menusuknya dari belakang, tapi sayang itu tidak berhasil sama sekali. Batu itu tidak bisa kuhancurkan.


Aku mencoba menyerang kaki dan tangannya tetap saja.

__ADS_1


“Sial” sahutku.


Vinny melihat sesuatu di dada patung itu, itu seperti sebuah batu berwarna merah.


“Kak, coba kakak hancurkan batu merah itu!!” seru Vinny.


Aku lantas melihat kearah batu merah itu, aku pun mencoba menghancurkannya.


Jujur itu benar-benar sulit karena patung besar itu selalu mengayunkan kapak besarnya padaku. Patung  itu Benar-benar tak ingin disentuh oleh cowok seganteng aku ini.


“Ayolahh, biarkan aku menyentuh batu itu!!” seru ku.


Aku mencoba menyerang batu merah yang ada di dadanya tapi sayang itu benar-benar susah, aku terus mencoba lagi dan lagi dan akhirya masih sama saja.


Aku mencoba sekali lagi, saat patung itu mengayunkan pedangnya padaku dan aku langsung melompat ke kapak itu dan berlari dan menusuk batu merah yang ada di dadanya.


Patung itu seketika terdiam dan langsung hancur lebur menjadi abu.


Aku akhirnya berhasil.


“akhirnya Vin” sahutku.


“iya kak, akhirnya kita bisa pulang” balas Vinny.


Tiba-tiba portal muncul di dinding belakang kursi itu, aku benar-benar bahagia melihatnya.


“Ayo vin, tapi gimana dengan balita itu?” sahutku


“Jangan khawatir kak, biar aku yang menjelaskannya” sahut Vinny dengan yakin.


“Aku gak bisa ninggalin balita ini disini kak” tambahnya.


“Oke, kalau gitu biar aku yang ikut membantu” sahutku.


Ini benar-benar perjalanan yang seru, maksudku perjalanan pertama kami....

__ADS_1


__ADS_2