Apocaliptik

Apocaliptik
chapter 17


__ADS_3

“cup...cup, kakak selalu disisi Vinny kok” sahutku.


Vinny akhirnya melepaskan pelukannya “kakak janji?” Tanya Vinny sambil mengusap matanya yang merah dan berkaca-kaca.


“Aku berjanji” jawabku.


Aku menyuruh Vinny duduk, dan memakan gurita itu bersamanya.


“Sruputt!!”


“Sial, soup ini benar-benar enak Vin!!” Seru ku sambil memakan gurita rebus.


“Iya kak!!” Sahut Vinny.


Kami berdua tersenyum sambil memakan soup itu hingga habis.


“Kak, jadi sekarang kita mau kemana?” tanya Vinny keheranan.


“ke tempat tujuan kita seharusnya, kita hanya mengemudikan kapal ini lurus” sahutku dengan yakin.


“emangnya kakak bisa mengemudikan kapal?” tanya vinny dengan khawatir.


Sebenarnya aku tidak bisa mengendarai sebuah kapal, apalagi kalau kapal bajak laut seperti ini, tapi aku yakin ini seperti mengendarai sebuah mobil cuman bedanya kalau mobil didarat sedangkan ini dilaut.


“Baiklah waktunya mengemudikan kapal ini!!” seruku sambari pergi menuju kemudi kapal dan mengemudikannya.


Vinny masuk kedalam kamar dan mencoba menemukan sesuatu, dan saat dia membuka laci kecil dilemari dia menemukan sebuah peta.


Dia pun bergegas menemuiku dan mengatakan kalau dia berhasil menemukan sesuatu.


“jadi apa yang kau temukan Vin?” tanyaku dengan heran.


“Ini kak!!” seru Vinny sambil menunjukkan sebuah peta padaku.


Peta itu sudah sudah tercoret-coret, tapi tampaknya coretan itu benar-benar penting.


Dan coretan itu melingkari sebuah pulau dengan dua patung, aku pun akhirnya mengikuti arah peta itu, siapa tau aku mendapatkan sebuah harta Karun Dan menjadi raja bajak laut?...


Vinny berdiri di sampingku dan dia seperti ingin mengemudikan kapal ini, tapi aku takut kalau dia yang mengemudikan kapal ini terjadi sesuatu hal yang tidak aku inginkan.


“Kak, kakak keren yah” puji Vinny.


“apalagi pas kakak bertarung tadi” tambahnya.


Aku bingung apakah itu sebuah pujian atau ejekan. Soalnya aku benar-benar payah tadi, apalagi pas mendorong dirinya ke laut,. Kuharap kapten Jack bersama kru-nya baik-baik aja.


“Ah, tapi tadi kakak benar-benar payah tau dek” sahutku.


“kakak benar-benar keren kok, apalagi pas kakak mendorong nya kelaut, jujur kalau aku jadi kakak, aku bakal bingung bagaimana caranya agar dia bisa terjatuh ke laut karena panik” sahut Vinny.


Aku seketika langsung tersenyum setelah mendengarkan perkataannya.


“Kakak tersenyum?” tanya Vinny sambil melihat ku.

__ADS_1


“Ti..tidak kok” kataku dengan agak gagap, aku tidak ingin vinny tau kalau aku tersenyum setelah mendengarkan perkataannya tapi kayaknya Vinny gak percaya soalnya Setelah aku mengatakan itu, dia langsung tersenyum.


“Kakak lucu yah”.


Telingaku langsung memerah, kuharap gadis itu tidak melihatnya.


Vinny pun kembali ke dek kapal dan melihat pemandangan laut.


“Dia benar-benar deh” kataku sambil menghela nafasku.


Kami terus berjalan lurus, cuacanya begitu cerah tanpa tanda-tanda adanya hujan.


“pemandangan nya benar-benar indah, sayang aku gak membawa handphone ku saat ini” pikir Vinny.


Pada akhirnya dia hanya mengabadikan pemandangan itu untuk dirinya sendiri.


Aku lantas langsung menghampirinya, “kenapa Vin?” tanyaku sambil menatap wajahnya yang tampak sedang kebingungan.


“kau baik-baik saja?, Kau tampaknya sedang kebingungan” tambahku.


Aku jadi khawatir padanya.


“aku baik-baik aja kok kak” jawabnya, tapi aku yakin dia sedang tidak baik-baik aja.


“Kalau gitu lebih baik kamu tidur Vin” kataku dengan khawatir.


“aku baik aja kak” tegas Vinny.


Vinny pun mengangguk dan kembali ke kamarnya.


Aku menatap pemandangan, laut itu benar-benar luas, tak ada batu atau pulau, hanya laut dan bahkan para burung tak nampak sekalipun.


Aku melihat ke arah langit, benar-benar indah, syukurnya tak ada hujan.


Aku benar-benar lelah, dan ternyata aku tertidur lelap didek kapal.


Beberapa jam kemudian....


“Kakak... Kakak, bangun kak” sahut seseorang gadis yang suaranya yang mirip sekali dengan Vinny.


“kenapa vinn?” tanyaku sambil mengusap mataku.


“Harinya kak!!” kata Vinny sambil menunjuk ke langit.


Aku langsung menatap ke langit dan ternyata harinya mulai mendung.


“ini akan jadi bahaya” sahutku.


Aku bergegas langsung menarik Layar kapal itu dan melaju dengan cepat.


“Vinny pegangan!!” seru ku.


Vinny berpegangan pada tiang kapal dan tiba-tiba hujan mulai turun dan kapal melaju dengan kecepatan tinggi karena angin yang deras.

__ADS_1


Aku pun langsung bergegas karah Vinny dan menggenggam tangannya dan langsung membawanya kekamar.


Aku bergegas keluar dan langsung menutup pintu kamar itu dari depan.


“aku langsung bergegas ke arah kemudi kapal dan langsung mengemudikan kapal itu sebisaku.


Angin laut benar-benar dingin dan begitu deras sekali, saking derasnya aku bahkan hampir terbawa angin.


Aku memegang kemudi kapal itu dengan erat dan saat angin itu berhenti, aku langsung pergi dengan kapalku dalam keadaan basah kuyup.


Pintu itu diketuk Vinny dengan keras, dia ingin keluar dan akhirnya dia berhasil keluar dan kaget.


“Kakak liat dibelakang “ sahut Vinny.


Aku sontak melihat kearah belakang dan ternyata dibelakang ku ada tornado yang ingin menghampiri kapalku.


Aku baru tau kalau tornado bisa dilaut atau hanya didunia ini saja?.


Aku langsung mengemudikan kapalku dengan cepat.


“ayolah kapal!!” seru ku dengan panik.


Aku benar-benar panik, Vinny kembali ke kamarnya dan tiba-tiba kemudi kapal itu patah.


“ayolah” kataku.


Aku bergegas menuju kamarku tapi Vinny sudah menguncinya.


Tiba-tiba kapal itu terbang, aku langsung berpegang pada tiang-tiang kapal dengan harap tiang-tiang itu tidak patah atau apapun.


Kapal itu terbang dan terus berputar-putar seperti gasing, aku benar-benar ingin mual dan Vinny dia berpegangan pada tempat kasurnya.


Kapal itu Miring dan hampir hancur, benar-benar mengerikan.


Aku hampir saja melepaskan peganganku pada tiang-tiang itu.


Layar kapal seketika robek dan tiang-tiang kapal hampir retak, jangkar itu terbang dan hampir mengenaiku.


Aku benar-benar panik, dan aku melihat gurita yang baru saja aku kalahkan, tampaknya dia juga ikut terbawa tornado ini, tornado itu benar-benar menyeramkan, baru kali ini aku menghadapi tornado, karena ditempatku tak ada tornado sama sekali, dan omong-omong Gurita itu melihat kearahku dan dia langsung terdiam dan membiarkan dirinya mengikuti arus tornado itu.


Mungkin dia ketakutan saat melihatku, atau mungkin pedang itu, tapi aku heran kemana pedang itu pergi atau aku gak ingat dimana aku meletakkannya?.


Aku terus berpegangan dan seketika tiang bendera itu patah, aku hampir saja mengikuti gurita itu, aku langsung bergegas berpegangan pada dinding kapal.


Kuharap ini akan segera berakhir, aku benar-benar sudah tak sanggup lagi, tapi aku harus mencoba bertahan, dan beberapa jam kemudian tornado itu berhenti dan membawaku ke tempat yang aneh.


Kapal itu untungnya tak hancur sama sekali, Vinny membuka pintunya dan membantuku untuk berdiri.


“ini dimana kak?” tanya Vinny keheranan.


Aku melihat disekelilingku, begitu banyak tanaman rambat dan pohon beringin, dan aku tau dimana kami berdua.


“tampaknya aku tau Vin, sekarang kita ada dimana” jawabku.

__ADS_1


__ADS_2