Apocaliptik

Apocaliptik
chapter 15


__ADS_3

“Entahlah kapten, tapi tampaknya kapal kita telah menabrak sesuatu tuan” sahut awak kapal.


“Coba cek” balas captain Jack.


“Baik Kapten” sahut awak kapal itu.


Awak kapal itu bergegas dan melihat ke arah ku dan Vinny.


“Kapten, ada orang yang terjebak dan dia membawakan sebuah tentakel” sahut awak kapal itu.


“Benarkah?, Kalau begitu bawa mereka ke kapal” sahut kapten Jack.


Tiba-tiba tali berada dihadapanku dan Vinny, aku yakin para penghuni kapal itu melihat kami dan ingin menyelamatkan kami, kamu pun langsung memanjat kapal itu menggunakan tali yang ada dihadapan kami.


Kami disambut oleh seorang bajak laut bernama Jack dan para awaknya.


“Hai kalian berdua, selamat datang dikapalku, namaku Jack... Kapten Jack” sahut kapten Jack.


“dan mereka semua adalah awak kapalku” tambahnya.


“oh, hai kapten Jack, perkenalkan aku Danny dan ini adalah Vinny, kami berdua tersesat tuan” sahutku.


“oh benarkah, kalau begitu lebih baik kalian ganti baju terlebih dahulu lalu membicarakannya, okey” balas kapten Jack.


Kapten Jack memanggil salah satu awak kapalnya.


“Budi, tolong antarkan mereka kekamar yang kosong” sahut kapten Jack.


“Baik kapten” sahut Budi.


Kami pun diantarkan kekamar yang kosong.


“silahkan tuan dan nyonya, inilah kamar kalian” sahut Budi.


Budi pergi meninggalkan kami berdua.


“kalau begitu Vinny aja dulu ganti bajunya, baru nanti kakak” sahut ku.


Vinny mengangguk dan langsung pergi kekamar.


Tak berselang lama Vinny membuka pintu itu dan dia benar-benar cantik menggunakan pakaian bajak laut.


“wow Vin, kamu Cocok pake baju itu” kataku sambil terpesona padanya.


“Kakak bisa aja, sekarang giliran kakak lagi” sahut vinny.


Aku berjalan kekamar lalu menutup kamar itu.


Kamar ini benar-benar eksotis, semuanya terbuat dari kayu, dari tempat tidur, kursi dan meja semuanya terbuat dari kayu.


Kapal yang benar-benar keren, tapi tetap saja aku heran bagaimana bisa kapal ini berada di laut yang tenang ini.


Aku sudah selesai mengganti bajuku, dan saat aku membuka pintu itu, tiba-tiba Vinny menghilang.


Aku sontak kaget, aku melihat keselilingku dan tiba-tiba ada yang memukul kepalaku dengan keras.


Beberapa jam kemudian aku terbangun, dan aku terikat ditiang kapal. Bersama dengan vinny kami berdua terikat.

__ADS_1


“kenapa kalian menangkap kami? Tanyaku dengan tatapan tajam.


Tiba-tiba kapten Jack mendekat kearahku dan tangannya yang tajam menyentuh pipiku.


“anak nakal” sahut kapten Jack.


Kapten Jack menyuruh salah satu awak kapalnya untuk mengambil sebuah kursi.


Kursi itu diletakkan di hadapan ku.


“hei gadis manis, apakah kau sudah bangun?” tanya kapten Jack sambil melihat ke arah vinny.


Vinny ketakutan dia hanya terdiam.


Kakinya yang bau itu dia letakkan di atas kepalaku, aku kesakitan tapi kapten Jack tidak memperdulikannya.


“Waktunya bercerita” sahut kapten jack.


Para awak kapal duduk sambil mendengarkan kapten Jack bercerita.


Kuharap itu cerita yang menarik, seperti seorang penyihir berkacamata yang memiliki tanda petir di dahinya.


“pada suatu hari seorang laki-laki perkasa bernama Jackson sedang menyelidiki sebuah kasus, dan dia membawa pakaian bajak laut sebagai penyamaran, dan dia membeli kapal ini dengan harga yang fantastis, kenapa dia menyamar jadi bajak laut dikarenakan dia harus mengambil anak dari musuhnya agar si musuh bisa menyerahkan diri” cerita pria itu.


Jujur itu benar-benar membosankan, bahkan aku ingin tertidur saat mendengarkan ceritanya.


Vinny hanya terdiam ketakutan.


Dan kata “mengambil” bukanlah kata yang tepat pikirku.


Aku yakin itu kisah hidupnya, benar-benar membosankan.


“Sebelum Jackson menyaksikan hal yang mengerikan itu, Jackson melihat sesuatu yang tak terduga, seperti sosok laki-laki menggunakan jubah berwarna hitam, dia seperti melakukan sesuatu seperti sebuah sihir” tambahnya lagi.


Kapten Jack langsung menyingkirkan kakinya, dan langsung menarik rambutku, tatapannya benar-benar mengerikan.


“Kakak!!!” sahut Vinny.


Kapten Jack melihat kearah Vinny dan tersenyum.


“Kau punya gadis yang cantik yah” sahutnya.


Dan aku setuju dengannya dia benar-benar cantik banget.


“Baiklah, kalian silahkan diam disini, biar aku yang memakan tentakel-tentakel itu” sahut kapten Jack.


“hai koki, bawa tentakel-tentakel itu untuk dimasak sup” sahut kapten Jack.


Koki pun datang dan membawa tentakel-tentakel itu.


Sial aku baru saja mengalahkan gurita itu, tapi kenapa malah orang lain memakannya, dan tampaknya Vinny benar-benar sedih.


Aku berpikir dengan keras agar bisa keluar dari sini.


“Ah, tentakel-tentakel ku..” kata vinny dengan murung, tiba-tiba dia melihat sebuah Pecahan kaca yang ada dihadapannya.


Vinny mencoba untuk mengambilnya, tapi vinny tidak bisa karena terlalu jauh untuk menggapainya.

__ADS_1


Budi melihat nya yang sedang mengambil sebuah pecahan kaca itu.


Budi melihat ke arah kanan dan kirinya lalu dia mendekati pecahan kaca itu dan langsung mengambilnya dan memberikannya pada vinny.


“kau sudah cantik gadis manis, jangan terlalu memakai cermin” sahutnya.


“dan berhati-hatilah” tambahnya lagi.


“budi, bersihkan bagian sini!!” sahut kapten Jack yang tampaknya sedang kesal.


“dia pria yang baik, mungkin..” pikir Vinny.


Tanpa basa-basi Vinny langsung memotong tali itu dan setelah berhasil dia langsung memotong tali yang mengikatku.


“Makasih vinn, sekarang ayo kita ambil tentakel-tentakel itu” sahutku.


Aku dan Vinny mengendap-endap dan akhirnya sampai ke dapur.


Koki itu lagi bersiul sambil memotong tentakel-tentakel itu.


“Enaknya... Hmm aku yakin ini kurang gula dan garam” sahut koki itu.


Dia pergi untuk mengambil garam dan gula.


“Ayo vinn!!” seru ku.


Kami berdua pun mengambil panci yang berisi tentakel-tentakel kami, kami membawanya kembali dan langsung pergi ke area luar.


Tapi kamu ternyata diketahui oleh kapten Jack.


“Apa yang kalian lakukan dan kenapa kalian membawa panci kami” kata kapten Jack yang kelihatan marah.


Vinny ketakutan dia bersembunyi dibelakangku.


Ah sial aku lupa dimana aku meletakkan pedang itu.


Aku hanya tertawa dan langsung menendang kaki kapten Jack.


“arghh, dasar anak-anak nakal” sahut kapten Jack.


Aku menggenggam tangan Vinny dan langsung berlari keluar.


Kami terjebak, kami tidak tau mau kemana.


“kalian berdua tidak bisa melarikan diri dari kapal ini” sahut kapten Jack.


“Kalau begitu kita duel, kalau kapten menang, terserah mau kapten apakan kami berdua, tapi kalau aku menang, silahkan lompat dari kapal ini bersama awak kapal kapten, setuju?” kataku dengan yakin.


Jujur aku sebenarnya tidak yakin tapi mau gimana lagi.


Vinny kaget dan khawatir, sedangkan mereka saling menatap satu sama lain.


Mereka tertawa terbahak-bahak dan tersenyum seperti penjahat.


“baiklah aku setuju” sahut kapten Jack.


Kami pun mulai mengambil tempat dan bertarung menggunakan pedang kayu, aku sudah siap walaupun aku tidak yakin kalau aku bakalan menang melawan pria kekar yang berpura-pura jadi bajak laut, kuharap ini bisa jadi plotwist.....

__ADS_1


__ADS_2