Arafura S1 - Lebih Gelap Dari Hitam

Arafura S1 - Lebih Gelap Dari Hitam
S1 | Tokoh Cerita II


__ADS_3

1. Ganendra Rubby (Tuanku Rubby)



Dia adalah pelaku utama dalam sejarah perpecahan Akademi Gakuin. Rubby saat itu pernah menjadi mempelai pria bagi seorang gadis terkemuka bernama Airia dalam pernikahan khusus agar dunia akademi beraurakan kehangatan kisah cinta. Rubby adalah orang yang tegas dan tidak ingin sedikitpun dipermalukan, karena itu batalnya pernikahan adalah sejarah terburuk yang pernah dialaminya. Runtuhnya akademi baginya hanyalah akibat dari kegagalan program besar, bukan dari kesalahannya—setidaknya itu yang dirinya dan beberapa orang di sekitarnya yakini.


Rambutnya berwarna perak seperti malaikat cahaya. Matanya merah menenangkan. Kulitnya putih sungguh tampan. Dahulu tidak ada satupun gadis yang berniat berpaling dari memandanginya. Hati akan terasa tentram apalagi Rubby merupakan lelaki yang selalu tersenyum bagai menebarkan aura sihir—sungguh indah bak dewa cinta! Ketenangannya dan sikap tegasnya membawa kepercayaan besar kepadanya, setiap guru selalu menyanjungnya dengan kehangatan sehingga berakhir menjadikannya ketua osis dikala itu. Kini ketika akademi telah runtuh, dirinya menguasai pecahan akademi Gakuin—yaitu Api Gakuin—dengan pemerintahan secara absolut untuk kembali merebut pecahan yang lain yang kini menjadi akademi saingannya—Air Gakuinia—akademi tempatnya para gadis.


2. Romanum Alexis (Tuan Rom)



Lelaki yang selalu berpakaian rapi ini—rompi coklat dan dasi—adalah lelaki keras nan tegas yang pernah menjadi wakil ketua osis di akademi masa lalu. Sejak sebelum akademi runtuh, Tuan Rom sudah menjadi bawahan bagi Rubby untuk memimpin Akademi Gakuin. Dia jugalah yang menggantikan kepemimpinan Rubby ketika Rubby ingin melakukan pernikahan. Ah sungguh berita yang malang! Para gadis saat itu menyerang para lelaki di manapun berada. Setidaknya Tuan Rom telah mengusir dan membunuh ratusan gadis yang dicap pemberontak tanpa ada belas kasih. Banyak yang menolak dan mengkhawatirkan perpecahan, tetapi Tuan Rom saat itu sudah tahu akan segera terjadi perpecahan.


Rubby percaya kepada Tuan Rom, lelaki yang tegas dan patuh pada aturan. Dia tidak memandang jenis kelamin apabila sudah melihat orang yang melanggar aturan. Dia pun tidak menaruh sedikitpun hati pada para pelanggar itu, baik lelaki atau perempuan, hukuman tetap terjadi—karena itu ketika para gadis melakukan penyerangan, Tuan Rom tidak menaruh hati sedikitpun sekalipun pelanggar itu berparas cantik dan lembut bak bidadari surga. Sungguh teguh pendirian hatinya.


Rambutnya kuning terang seperti emas. Matanya sungguh tajam berwarna merah kekuningan. Postur tubuhnya tinggi dan berkulit putih. Sekilas apabila dilihat, Tuan Rom memanglah tampan, para gadis pun sebelum akademi runtuh selalu saja mendatangi Tuan Rom seolah seorang pangeran. Kini keberadaan Tuan Rom kembali menjadi bawahan Rubby, bukan kembali menjadi wakil ketua osis tetapi menjadi ketua kelompok bagi Kelompok bernama Arbelen yang diamanahkan untuk memegang kekuasaan wilayah utara Akademi Api Gakuin.


3. Ziyo Hilamovi (Ziyo)


__ADS_1


Memang dia terlihat kurang ajar. Terkadang kalau bertemu dengan orang baru selalu saja melontarkan raut yang buruk. Kesan pertama memanglah tidak baik, tapi ternyata dibalik semua itu ada semerbak kelebihan yang dimilikinya. Dia lelaki yang jujur, jika memang merasa suka maka akan menjelaskan bahwa dirinya suka tanpa keraguan. Kalau seandainya benci, dia akan berkata sejujurnya bahwa dia tidak suka—memang tidak sepenuhnya semua kebencian disalurkan lewat kata, terkadang pula lewat raut wajah yang masam tidak mengenakkan hati. Tidak hanya jujur, dia pun dikenal patuh pada perintah atasannya, yaitu Tuan Rom.


Rambutnya berwarna perak seperti warna rambut Tuanku Rubby, namun sedikit lebih gelap dan kasar. Matanya bermata merah, sekilas seperti mata anak nakal. Wajahnya bahkan seluruh tubuhnya memiliki warna kulit sangat putih seperti orang mati. Sungguh lelaki yang misterius. Berbeda dengan yang lainnya, Ziyo tidak memiliki sejarah apapun. Tidak ada yang mengenalinya semasa akademi masa lampau masih berdiri. Dirinya yang tanpa identitas sempat dicurigai semua orang, termasuk kelompoknya sendiri, namun Tuan Rom memercayainya agar terus patuh padanya.


4. Anggo Shingga (Anggo)



Lelaki yang tenang dan tidak pernah terlihat mengukir masalah. Wajahnya selalu tampak tersenyum. Dia sangat rajin dalam bekerja, terkadang dikala yang lain beristirahat, hanya dia yang tetap bergerak. Anggo bukanlah lelaki biasa, sejak masa akademi lampau dia pun merupakan anggota dari Osis Akademi Gakuin, ketenangan merupakan keahliannya dalam membenarkan masalah dan memberikan saran terbaik untuk bertindak. Membuat obat-obatan khusus pengobatan kedokteran hingga racun khusus pembantaian yang mematikan adalah keunggulannya. Jenius—mungkin kata ini yang lebih cocok untuknya. Otaknyalah yang membuat dia sangat dipercaya. Kekuatan fisiknya terlihat lemah, dia tidak pernah terlihat bertarung dengan siapapun termasuk saat kekacauan akademi sekalipun, bahkan menggunakan pedang ataupun pisau pun tidak. Wajahnya selalu tenang, memang selalu tenang—bukan ketenangan yang biasa, dia memang seperti tidak pernah marah ataupun merasa terganggu.


Anggo selalu memakai topi hitam, jubah hitam, celana hitam, hingga sepatu pun berwarna hitam. Segalanya hanyalah hitam seperti seorang penyihir kegelapan. Rambut pun didominasi warna hitam. Pupil mata juga seluruhnya hitam. Entah kenapa, semua orang sejak dahulu selalu melihatnya dengan pandangan aneh. Lelaki yang selalu tersenyum itu seperti tidak menyukai warna lain kecuali hitam—warna yang sejatinya mewakili suasana hampa. Seperti kekuatan malam. Anggo memang lebih pintar di kala malam, suasana tenang penuh kehampaan adalah dunianya. Dia selalu menyendiri sembari melihat langit malam dalam kegelapan. Bukan berarti kesepian, dia hanya menyukai hal itu—setidaknya Tuan Rom berkat demikian. Sebagai pimpinannya, Tuan Rom sangat paham akan sikapnya, bagaimana pun hal itu tidak membuat kepercayaan Tuan Rom luntur. Anggo memang tidaklah tangkas dalam bertarung, tapi setidaknya dia selalu mudah membunuh penghalang. Bukankah bagian seperti itu yang membuatnya lebih terlihat misterius dibandingkan Ziyo yang tanpa identitas? Semua pun berpikir demikian sehingga berakhir segan padanya.


5. Tokugawa Shin (Shin)



Rambutnya tebal berwarna coklat. Matanya sedikit sipit dengan pupil berwarna kuning kecoklatan. Paras wajahnya seperti orang santai. Dia selalu tenang meski sedang dilanda masalah seberat apapun itu, bahkan tertawa pun masih sempat ia lakukan. Sikapnya —dewasa, tatapan matanya bisa sangat pedas kepada orang yang bersalah sekalipun dia adalah teman baik. Terkadang ketika diantara temannya sedang saling bermusuhan, Shin selalu menjadi penengah—mungkin tepatnya dibilang pengganggu dalam perselisihan. Shin memang tidak suka kegaduhan termasuk perselisihan yang tidak menguntungkan.


6. Aio Pratmata (Aio)


__ADS_1


Dirinya selalu merasa menjadi orang paling menderita. Egois—begitulah semua orang mengenalinya. Aio memang terlihat seperti anak kecil, dia selalu ingin mencari pujian dari apa yang ia lakukan. Tuan Rom mengenalinya sebagai anak pekerja keras. Aio memang selalu berlatih seorang diri, ia selalu melakukannya di hutan akademi dengan senjata andalannya yaitu panah dan pisau. Semua mengakuinya sebagai pemuda bermata elang, musuh berada di jarak yang jauh sekalipun dapat ditumpas tanpa kesulitan. Selain itu, Aio pun ahli dalam melarikan diri—karena inilah Tuan Rom tetap mempertahankannya meskipun pada kenyataanya Aio bersikap kekanak-kanakan.


Ketika dipenghujung keruntuhan Akademi Gakuin, Aio berada dalam masa terburuk yang pernah ada. Saat itu Tuan Rom datang untuk mengundangnya untuk menjadi bawahannya. Tentu saja Aio menerimanya! Tapi, mentalnya yang polos terkadang takut dengan pembunuhan. Di kala kekacauan datang, Tuan Rom tentunya memerintah apapun demi melindungi martabat lelaki—termasuk memerintah pembunuhan, pengusiran, atau bahkan penawanan perempuan. Sungguh menyakitkan! Aio sangat tersiksa dan tidak berdaya. Bukan hanya tidak tega, dirinya bahkan sempat untuk mengganggu kelangsungan misi dari perintah Tuan Rom tersebut, bahkan terkadang para gadis yang diselamatkan itu sempat hampir membunuh Aio sendiri. Sungguh hidup yang menyakitkan. Bawahan yang tidak patuh—mungkin sebutan ini sangat cocok untuknya.


•••


•••


Pesan :


Hai terimakasih sudah datang kemari. Jangan lupa berikan nilai dan kritik ya agar penulis dapat berkembang :) Salam dari orang sunda di Sukabumi, Jawa Barat, Indonesia.


•••


kritik dan saran bisa juga di sampaikan lewat :


Email : alaksinitanovel@gmail.com


atau chat di bab ini 💕


•••

__ADS_1


Info tentang kepenulisan Arafura :


Twitter/instagram : @alaksinita


__ADS_2