Arafura S1 - Lebih Gelap Dari Hitam

Arafura S1 - Lebih Gelap Dari Hitam
S1 | Chapter II • Antara Kekuatan Dan Sistem | Membangun Dalam Dunia Isolasi


__ADS_3

Kekuatan muncul pada setiap murid melalui berbagai cara. Ada orang seketika memiliki kekuatan karena sedang terpojok, ada pula datang dengan tenang melalui mimpi. Semua hal berbau keanehan itu sebenarnya tidak terlalu populer di Akademi alias masih berbau rahasia umum.


Seseorang yang memiliki kekuatan cenderung lupa akan jati dirinya, apalagi ketika kekuatan itu belum terkendali. Mereka akan lebih haus dengan darah bagai predator yang menginginkan mangsanya supaya tubuhnya tetap menjadi kuat. Tentu saja, naluri buruk yang menggerakkan kebiasaan baru itu hanya akan berujung kriminalisme. Membunuh seseorang yang seharusnya tidak dibunuh. Menyiksa seseorang yang seharusnya tidak disiksa. Hanya berakhir menjadi kerugian.


Ada orang pernah berkata, seseorang yang menginginkan kekuatan itu sudah pasti adalah orang yang salah, berbeda dengan seseorang yang sebenarnya tidak menginginkannya. Apabila memang ada, mereka adalah orang yang angkuh.


Seperti Tuan Rom, dia melakukan penelitian khusus tentang kekuatan. Dia menyerapnya dengan cairan khusus Yakhir El Luminos atau di singkat YEL ke dalam tubuh korban hanya untuk sekadar merebut kekuatan. Padahal, kekuatan itu adalah kebodohan! Ada saja orang yang tak bisa mengendalikan dirinya sehingga dibuat gila bagai hewan. Mengamuk bagai kerasukan iblis. Semua hal itu sudah cukup membuat cerita semakin memanas.


Di dalam kastil megahnya, pemimpin tertinggi Akademi Api Gakuin Selatan, Tuan Gen, ingin mengembalikan kedamaian akademi dengan sistemnya, sistem yang akan ia gunakan di bawah bayang-bayang untuk menaklukan kekuatan dan aksi kriminalisme orang-orang di luar kendali.


Sebenarnya semua orang sempat kebingungan, Tuan Gen mulai berbeda ketika pagi telah tiba seolah otaknya telah diganti ketika dirinya terbangun dari mimpi. Dirinya bertemu dengan Ratu Airia di dalam mimpi seolah masih menjadi misteri. Entah apa yang ingin digapainya, bahkan Viena dan Elia saja tidak tahu, hanya saja mereka yakin bahwa perubahan itu tidak mengubah apa yang ingin ditujunya.


Tuan Gen ingin semua kembali damai. Kebaikan bangkit dari alam kuburnya untuk menggunung di dunia yang hampa dengan keburukan, di dunia yang terbatas benteng akademi. Tidak peduli, seberapa kacaunya tanah kelahirannya, tidak akan ada pada dirinya terbesit kata untuk bisa keluar melewati benteng akademi demi kehidupan yang lebih baik. Orang yang keluar dari benteng baginya adalah orang yang celaka—meskipun sebenarnya tidak ada jaminan bisa keluar.


"Dengan ini atas namaku, aku meresmikan Organisasi Penyidik Arafura atau disingkat OPA. Ketuanya ialah Yen. Aku harap kalian bisa menangkap siswa yang baru saja menemukan kekuatannya."

__ADS_1


Yen berlutut. "Dengan senang hati Tuan. Kami akan menjadi tokoh baik dalam sejarah ini."


Tuan Gen mengangguk kepala. "Aku senang mendengar itu. Jalanilah!"


Tak ada yang bersebrangan dengan hal itu. Mereka semua meyakini jalan yang dipilih Tuan Gen benar. Mereka berlutut hormat mengakui ketetapannya.


Semua tahu, maksud menangkap bukanlah untuk menghukumnya atau menjadikannya hanya sebatas alat. Tuan Gen ingin mengumpulkan mereka untuk bisa diedukasi. Baginya, semua orang pasti melakukan kesalahan. Seperti halnya Tuan Gen ketika baru saja menerima kekuatan aneh dikala sedang terpojok. Tubuhnya menjadi seakan melebihi kekuatan monster—sangat kuat meskipun kekurangannya dalam serangan jarak jauh.


Tidak hanya untuk menyelamatkan Akademi, Tuan Gen pun berharap dapat menambah pasukannya agar dapat segera memperkuat militernya. Tujuan yang tersirat dalam dirinya kini sangat ingin meruntuhkan kepemimpinan Tuan Rom dan dapat menjemput Ratu Airia sesuai dengan mimpi yang membingungkannya.


Sistem OPA yang didirikan Tuan Gen bermakna jelas keberadaan kata 'Arafura' di dalamnya. Arafura sebenarnya adalah nama lain dari tanah luas yang menjadi tempat berdirinya akademi, sebuah benteng agung yang mengisolasi di dalamnya hanyalah sebagian kecil dari Arafura, kata itu seakan membuat para murid percaya di luar sana terdapat kehidupan yang lain—setidaknya Arafura seakan merujuk pada keberadaan dunia luar, tanah yang sangat luas seakan tak terbatas.


Setinggi apapun bentengnya, kehidupan akan tetap berjalan. Kebaikan dan keburukan akan tetap silih berganti. Pada saat ini, Tuan Gen lebih memilih menjadi sosok yang baik.


•••

__ADS_1


•••


Pesan :


Hai terimakasih sudah datang kemari. Jangan lupa berikan nilai dan kritik ya agar penulis dapat berkembang :) Salam dari orang sunda di Sukabumi, Jawa Barat, Indonesia.


•••


kritik dan saran bisa juga di sampaikan lewat :


Email : alaksinitanovel@gmail.com


atau chat di bab ini 💕


•••

__ADS_1


Info tentang kepenulisan Arafura :


Twitter/instagram : @alaksinita


__ADS_2