
"Jon, tunggu aku!"
Elia berlari tergesa-gesa di lorong mengejar Jon.
"Sudah ku bilang, kan? Aku sudah tidak bisa dihalangi!" Ucapnya tidak menghiraukan.
"Tidak, tunggu Jon."
"Apa yang—"
Elia menggenggam tangan Jon. Napasnya terdengar memburu sangat cepat.
"Tidak—maksudku, aku ingin ikut denganmu. Aku akan membantumu untuk melawan mereka."
Mendengar itu awalnya Jon sedikit membuka mata hatinya, namun kerasnya hati memaksa dirinya untuk tetap berdiri sendiri. Sikap sombong tak terlihat itu membuat dirinya seakan tidak membutuhkan oranglain.
"Kau tidak perlu bantu aku."
"Kenapa, Jon?"
Dia melepaskan genggaman Elia lalu lanjut mengabaikannya, akan tetapi ketika Jon hendak memasuki sebuah ruangan melalui pintu berwarna coklat, Elia terdengar berteriak.
"Apa hanya karena masa lalumu?! Jon!"
Langkah kaki Jon seketika terhenti mendengar itu. Masa lalu—Elia seakan sudah mengetahui segalanya dalam diri Jon.
"Apa kau bilang?" Ucapnya mulai kesal sembari membalikkan badan, "jangan kau ungkit masalah pribadiku! Kau pikir aku senang mendengarnya?!"
"B—Bukan itu maksud—"
"Sudahlah. Kembalilah pada mereka."
"Jon!!"
Lalu dia pun menghilang di balik pintu dalam keadaan murka. Elia tidak menyerah, dirinya akan membuat Jon segera memercayainya.
°
°
•••
°
°
__ADS_1
Langit mulai memerah. Awan-awan tampak seperti guratan-guratan tanah ladang.
Ketika itu mentari sudah mulai bersembunyi di balik gunung. Suara serangga mulai berirama menggantikan kicauan burung. Rona merah di langit bertebaran menandakan kegelapan malam akan segera datang.
Jon keluar dari kastil dengan perlengkapan khasnya. Pakaian berwarna hitam hingga sepatunya pun berwarna hitam.
Sebuah pedang dan anak panah tampak terikat di punggungnya. Di Tangannya yang bersarung tangan hitam terdapat busur silang, busur itu ia ikat di lengannya lalu ia lipat membentuk lipatan seperti sebuah besi memanjang.
Dia lalu melangkah mendekat ke gerbang kastil. Wajahnya mulai ditutup oleh topeng berwarna merah gelap. Rambut pirangnya mulai ditutupi oleh kupluk hitam dari jaketnya. Sosoknya sudah tak bisa dikenali oleh oranglain.
Perlahan tangannya membuka gerbang lalu keluar memasuki zona luar kastil. Banyak sampah dedaunan dan semak-semak terlihat bertebaran mengotori lingkungan ketika sudah lama tidak dirawat. Jalanan dipenuhi lumut seperti tidak ada kehidupan.
Pemandangan buruk—itu yang terlintas dalam pikirannya. Dirinya sangat membenci keadaan akademi masa kini seolah sudah tidak ada lagi kehidupan.
Tiba-tiba langkah Jon terhenti begitu menyadari adanya keberadaan seseorang. Kabut putih tebal perlahan mulai menipis di depannya.
Sosok gadis berambut pendek tampak jelas dari dalam kabut. Tubuhnya melayang dan terlihat bercahaya bagai terang rembulan. Gadis itu memakai kimono motif bunga dengan sebuah pedang panjang di tangannya.
"Elia?! Apa yang—" Jon terkejut. Ia langsung bersiap dalam posisi bertarung.
"Tidak, Jon." Elia perlahan turun menginjak tanah lalu berjalan mendekati Jon. "Aku hanya ingin berbicara baik-baik."
"Kau ingin mengungkit masa laluku, kan?! Aku tidak akan sudi mendengarnya!"
Jon seakan murka dengan Elia. Lipatan busur silang di tangan kirinya seketika terbuka. Tangan kanannya mengambil satu anak panah lalu memasukkannya ke busur silang.
"Aku sudah muak! Aku hanya ingin melawan para peneror itu, kenapa kau tiba-tiba ingin mengungkit masa laluku? Padahal kau bukan siapa-siapa!"
"Tidak! Semua yang ingin ku bicarakan berhubungan! Aku ingin menjelaskan sesuatu, Jon!"
"Apapun alasanmu, aku tak sudi mendengarmu. Menjauhlah!"
Jon bersiap menarik busur silang untuk menembak. Anak panah hitam seketika bercahaya dikelilingi listrik berwarna biru. Listrik itu bahkan sempat menyambar bebatuan jalan.
"Jangan halangi aku atau aku tembak." Ancam Jon. Tatapan matanya sangat tajam mengarahkan busur silang padanya.
Elia tetap terdiam di tempatnya. Raut wajahnya berubah serius. "Tidak akan ku biarkan kau pergi sebelum kau mau mendengarku."
Perlahan Elia melangkah mulai mendekat. Setiap langkahnya menginjak dedaunan yang terus bergelinding tertiup angin malam. Wajah Elia beraut datar seolah tidak akan main-main.
"Menjauhlah!"
Elia tetap tidak mendengarkan. Dia mengabaikan apapun yang ada di sekitarnya, termasuk peringatan dan ancaman serangan busur silang dari Jon.
"Aku tidak bercanda, Elia. Aku beri peringatan terakhir. Menjauhlah!"
__ADS_1
Langit seketika terdengar bergemuruh. Awan hitam seakan datang membawa kegelapan. Angin ribut mulai mengacaukan keadaan.
Tiba-tiba sebuah petir menyambar pepohonan. Jari-jemari yang menahan busur silang tak sengaja melepaskan tembakan.
"Sial!"
Sebuah anak panah meluncur cepat bersama petir biru di sekitarnya. Udara seakan dibelah membuat dedaunan dan debu di jalanan beterbangan.
Mata Elia terbelalak seakan terkejut menyadari ancaman itu. Tangannya seketika ia ulurkan lalu mengeluarkan cahaya rembulan dari tubuhnya. Cahaya yang sangat terang membuat beberapa benda di sekitarnya beterbangan.
"Tak akan ku biarkan!"
Anak panah itu langsung tertahan tak bisa menembus dinding cahaya. Petir yang mengelilingi anak panah itu pun semakin menerang seakan memaksa anak panah untuk menambah kecepatan.
Adu kekuatan pun terjadi. Udara seakan bergemuruh melontarkan gelombang kekuatan. Tanah seakan bergetar tak mampu menahan.
"K—Kekuatan ini—"
Sesaat Elia merasa kekuatan Jon sangatlah superior. Hampir seluruhnya energi Elia dihabiskan untuk bertahan.
Merasa sudah sangat terpojok, maka Elia terpaksa mengeluarkan seluruh kekuatannya. Dinding cahaya semakin melebar hingga sempat membuat kakinya sedikit melayang. Begitupun dengan anak panah itu, ternyata petir milik Jon meresponnya seakan tetap ingin bertahan.
Adu kekuatan semakin sengit, namun tak lama kemudian anak panah itu patah. Petir yang mengelilinginya saling beradu menciptakan ledakan di udara.
Begitu semua usai. Elia hanya tersenyum. Perlahan penglihatannya mulai buram. Tubuhnya terasa sangat lemas.
Elia pun pingsan.
•••
•••
Pesan :
Hai terimakasih sudah datang kemari. Jangan lupa berikan nilai dan kritik ya agar penulis dapat berkembang :) Salam dari orang sunda di Sukabumi, Jawa Barat, Indonesia.
•••
kritik dan saran bisa juga di sampaikan lewat :
Email : alaksinitanovel@gmail.com
atau chat di bab ini 💕
•••
__ADS_1
Info tentang kepenulisan Arafura :
Twitter/instagram : @alaksinita