Arti Sebuah Hubungan

Arti Sebuah Hubungan
Episode 11


__ADS_3

Setelah itu Vani angkat telepon nya


"Hallo sayang, sudah makan belum"(tanya Vani ke anak nya di telepon saat telepon sudah di angkat sama dia)


" Hallo ma, aku sudah makan tadi dan juga sudah minum susu, ini bentar lagi mau bobo siang"(jawab Steven ke mama nya di telepon)


" Pinter anak mama, ya sudah sekarang Steven bobo siang dulu ya sayang"(kata Vani ke anak nya di telepon)


" Mama sudah makan apa belum"(tanya Steven ke mama nya di telepon)


" Ini mama lagi mau makan sayang"(jawab Vani ke anak nya di telepon)


" Selamat makan ma, aku mau bobo dulu ya"(kata Steven ke mama nya di telepon)


"Muuuuaaaccchhhh"(kata Steven ke mama nya di telepon)


" Muuuaaaachhhh, ya sudah mama mati kan ya telepon nya"(kata Vani ke anak nya di telepon)


Di saat Vani terima telepon, Bram selalu memperhati kan Vani, tanpa Vani ketahui.


Dia terima telepon dari siapa, kok kaya nya senang banget"(kata Bram dalam hati sambil terus lihat ke arah Vani yang lagi terima telepon)


Senyum nya bikin hati ku berbunga bunga, tapi sayang nya senyum itu buat orang lain, coba kalau senyum itu buat aku, pasti aku akan lebih berbunga bunga lagi"(kata Bram dalam hati)


Aku harus bisa mendapat kan hati nya, bagaimana pun cara nya"(kata Bram dalam hati sambil tersenyum licik)


Setelah selesai telepon nya, Vani balik lagi ke meja makan, dan makan nya ternyata sudah datang di saat tadi Vani angkat telepon.


"Maaf ya....tadi saya telepon nya lama"(kata Vani ke mereka bertiga, karena Vani merasa gak enak, mereka bertiga harus nunggu dia)


" Gak apa- apa bu, santai aja makanan nya juga baru datang kok"(jawab Bram ke Vani )


Mereka berempat menyantap makan siang nya dengan sunyi, gak ada satu percakapan pun, di saat mereka pada makan, cuma yang terdengar suara piring, pisau dan garpu.


Setelah selesai makan siang, Vani izin untuk kembali lagi ke kantor, karena jam istirahat sebentar lagi sudah mau habis.


"Terima kasih banyak pak atas makan siang nya, kalau begitu saya dan assinten saya pamit mau balik lagi ke tempat kerja"(kata Vani ke Bram)


" Iya ....sama- sama bu Vani"(jawab Bram ke Vani)


" Maaf nih bu, boleh saya minta nomor hp nya, ya siapa tau entar ada keperluan apa gitu, saya bisa menghubungi bu Vani"(kata Bram ke Vani)

__ADS_1


" Kalau bapak ada keperluan kan bisa telepon assinten saya atau telepon ke kantor"(jawab Vani ke Bram)


" Sekali lagi terima kasih atas makan siang nya"(kata Vani ke Bram)


" Permisi dan selamat siang"(kata Vani ke Bram dan Boby sambil jalan ke arah pintu keluar restoran)


Setelah Vani pergi, Bram nyuruh Boby untuk cari tau informasi tentang Vani.


"Bob......"(kata Bram ke Boby)


" Iya ...bos, ada apa"(tanya Boby ke Bram)


" Kamu cari informasi tentang Vani, jangan ada satu pun yang terlewat"(kata Bram ke Boby)


" Baik bos, saya segera akan cari tau nya, bos tenang aja"(jawab Boby ke Bram)


" Ok....saya tunggu secepat nya"(kata Bram ke Boby)


Sedang kan di mobil, dewi senyum- senyum sendiri, dia ingat tadi waktu Bram yang selalu melihat ke arah Vani dan dia tersenyum, Dewi berpikir pasti klayen nya yang tadi itu suka sama Vani, Tanpa sepengetahuan Dewi, Vani memperhati kan assisten nya yang lagi senyum- senyum sendiri.


"Wi....kamu kenapa, dari tadi kok senyum- senyum sendiri"(tanya Vani ke Dewi)


" Ibu masih ingat kan sama klayen yang tadi kita ketemuan"(jawab Dewi ke Vani)


" Bukan begitu bu"(jawab Dewi ke Vani)


" Terus apa dong"(kata Vani ke Dewi sambil dia tetap pokus nyetir)


" Dia kayak nya suka deh sama ibu"(jawab Dewi ke Vani)


" Ngaco kamu Wi, mana ada, kamu kan tau sendiri saya siapa"(kata Vani ke Dewi)


" Benar bu, dari tadi ya, dia itu selalu memperhati kan ibu, terus dia juga kan tadi minta nomor hp ibu"(jawab Dewi ke Vani)


Gak terasa karena asyik ngobrol, mobil yang di tumpangi Vani dan Dewi sudah sampai depan restoran di mana mereka bekerja.


Setelah turun dari mobil, Vani langsung ke ruang kerja nya, dia ngecek kerjaan nya dengan begitu teliti.


Di tempat lain Bram juga lagi berada di ruang kerja nya, dia senyum- senyum sendiri sambil lihat foto Vani yang dia ambil tadi secara diam- diam, foto Vani dia jadi kan wallpaper hp nya.


Waktu tak terasa, ternyata sudah waktu nya pulang, Vani memberes kan meja kerja nya habis itu dia keluar dari ruangan nya menuju ke bawah.

__ADS_1


Setelah pamit ke karyawan nya, Vani keluar dari restoran menuju tempat parkir, setelah itu dia menjalan kan mobil nya arah pulang, sebelum sampai ke rumah Vani mampir dulu ke toko roti, buat beli roti pesanan anak nya.


Setelah beli roti, Vani masuk lagi ke dalam mobil dan pulang.


Di tempat lain Bram juga lagi di jalan arah pulang, hari ini dia gak lembur, di saat di jalan Bram nanya ke Boby, tentang informasi Vina.


"Bob....kamu sudah dapat apa yang saya minta tadi"(tanya Bram ke Boby)


" Sudah bos, ini data tentang ibu Vani"(jawab Boby ke Bram sambil dia menyerah kan amplop berwarna coklat)


Setelah menerima amplop dari Boby, Bram langung buka itu amplop karena dia penasaran banget sama Vani, setelah dia buka dan di baca, Bram tersenyum.


Ternyata dia single parent dengan satu anak, dia masih muda"(kata Bram dalam hati sambil tersenyum)


" Bob....kita ke alamat ini"(kata Bram ke Boby sambil dia menyerah kan alamat rumah Vani)


" Baik bos"(jawab Boby ke Bram sambil dia balik arah)


Setelah sampai dekat rumah Vani, Bram cuma memperhati kan rumah itu dari jauh.


Apa itu anak nya Vani, ganteng juga anak nya dan lucu"(kata Bram dalam hati sambil terus memperhati kan Steven yang lagi duduk di teras depan)


Kayak nya si bos, suka sama bu Vani, lihat aja wajah nya begitu berwarna"(kata Boby dalam hati sambil terus memperhati kan bos nya yang lagi memperhati kan Steven)


Gak lama mobil Vani datang, Steven langsung lari pas lihat mama nya turun dari mobil.


"Mama....."(kata Steven ke Vani sambil lari ke arah mama nya)


" Sayang jangan lari entar kamu jatuh"(kata Vani ke anak nya sambil peluk dan cium pipi anak nya)


" Mama beli roti nya gak"(tanya Steven ke mama nya)


" Beli dong sayang, ni bawa roti nya ke dalam kasih sama mbak nya ya"(kata Vani ke anak nya sambil dia kasih roti ke anaknya)


Setelah Steven masuk bawa roti nya, Vani tutup pintu pager rumah nya, habis itu dia juga nyusuh anak nya masuk.


Tanpa Vani ketahui kalau Bram dari tadi terus memperhati kan dia dan anak nya.


Ternyata dia gak hanya cantik tapi dia juga keibuan, aku harus dapatin dia, aku pasti sangat akan bahagia kalau bisa mendapat kan dia jadi istri"(kata Bram dalam hati)


Ikuti terus ya cerita nya....jangan lupa like rate vote dan komen😊

__ADS_1


Dukung terus ya karya Author.....biar Author nya lebih semangat lagi untuk nulisπŸ˜ŠπŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2