Arti Sebuah Hubungan

Arti Sebuah Hubungan
Episode 30 - Sang Penggemar


__ADS_3

Naik ke kelas tiga menjadikan Reva siswi yang super duper sibuk. Selain sebagai pendamping dalam ekskul, Reva juga ditunjuk sebagai pendamping OSIS. Sebagai siswi yang paling populer, berpengalaman dan aktif diorganisasi tak jarang Reva selalu dimintain bantuan.


Disela kesibukan non-akademiknya, setiap hari Reva harus belajar lebih giat lagi untuk memperoleh nilai yang bagus saat Ujian Nasional. Meski Reva unggul di Mata pelajaran ilmu pengetahuan sosial. Tapi Reva harus belajar mati-matian untuk mapel matematika. Mapel yang selalu bikin pusing kepala, karena otaknya harus bekerja ekstra dengan angka dan rumus.


Tahun ini lumayan banyak yang minat di ekskul PMR. Dan hari ini Reva diminta untuk hadir di ekskul PMR, untuk perkenalan anggota baru.


" Selamat siang adik-adik, perkenalkan nama saya Reva. Dan saya adalah kakak pendamping diekskul ini, salam kenal ya" Reva menyapa ramah dengan senyum manisnya kepada semua anggota baru.


Perkenalan Reva dilanjut dengan menerangkan visi misi di ekskul PMR. Reva menjelaskan dengan tegas dan telaten. Selama Reva bergabung di ekskul PMR, ia menjadi kakak terfavorit bagi adik-adiknya.


" Kak Reva you'r my favorit, siapa kira-kira pacar kak Reva ya?!" gumam seorang gadis kepada temannya.


" Dari yang aku dengar sih cowok kak Reva, kakak senior kita juga. Ia cowok paling populer ditim sepak bola sekolah kita" celoteh teman sebangkunya.


" Benar kah" kejutnya dengan kedua bola mata membulat sempurna.


" Iya benar kakakku sendiri yang cerita, mereka sudah dekat sejak kelas satu. Dan meresmikan hubungan mereka saat tour di bali tahun lalu"


" Wahh, so sweet sekali. Mau juga dong dapet cowok kayak pacar kak Reva" ucapnya antusias.


" Jangan harap, cowok kak Reva itu langka. Tak sembarang gadis diajaknya bicara. Dia cuek dan menutup diri sama yang lain"


" Benarkah, harus segitunya ya kalau jadi pacar kak Reva. Ternya kak Reva Posesif juga"


" Bukan kak Reva yang posesif. Dia seperti itu bukan karena kak Reva yang minta. Tapi dia sendiri yang menutup diri dari cewek lain."


" Aduh, makin penasaran gue siapa cowok kak Reva. Yang super duper soweetnya. Ehh, btw kok kakak loe bisa tau banyak tentang kak Reva. Jangan-jangan kakak loe suka ngegosipin kak Reva ya, pasti benar gitu ya kan"


" Ehhh, sembarangan kalau nuduh. Kakakku itu sahabat dekat kak Reva sejak SMP dulu. Sudah jelas dia tau banyak tentang kak Reva"


" Ohh, seperti itu. Hehe.. Maafin gue, kan gue gak tau" ucapnya serasa tersenyum dengan gigi kuda.


" Cowok kak Reva anggota tim sepak bola sekolah. Kakak tampan itu juga tim sepak bola sekolah. Jangan-jangan kakak itu cowok kak Reva. Ahhh... Pupus sudah harapku😭 Ehh...tunggu, tunggu ditim sepak bola bukan cuma kakak itu saja kan masih banyak cowok lain. Ahhh.. Iya, iya pasti cowok yang lain. Ya ya ya semangat😅 tapi cowok setampan kakak itu gak mungkin dia belum punya cewek. Ahhh.. Aku harus mencari tau tentangnya😥" gumam gadis itu dalam hati, menyakinkan di diri jikalau sang idola bukan kekasih kakak kelas terfavorit nya.


****

__ADS_1


Semenjak berita hubungannya dengan Raditia tersebar luas di setiap sudut sekolah. Tak ada satu pun siswa atau siswi yang berani mengusik kedekatan mereka.


Bahkan Hanna yang dulunya terus menempel Raditia, bak parasit itu pun kini dia menjauhi Raditia dengan sendiri. Merasa tak dihargai dan tak pernah dilihat keberadaanya oleh Raditia. Lama kelamaan membuat Hanna jengah, dan lebih memilih lelaki lain yang mengejar-ngejarnya. Dan di jadikan sebagai pasangannya, ya meski menerimanya karena terpaksa.


Raditia terlalu cuek jika sudah menyangkut gadis lain. Dia tak pernah mempedulikan keberadaan gadis lain kecuali Reva dan para sahabatnya. Seluruh hatinya sudah menjadi milik Reva, tak ada kesempatan gadis lain untuk memilikinya.


Namun diam-diam Raditia memiliki seorang penggemar. Dia siswi baru, gadis yang tomboy, mudah bergaul, dan ramah. Sudah lama dia memperhatikan Raditia dan mengagumi sosok Raditia.


Saat Itu


Suatu hari gadis itu tak sengaja memarkir motornya di samping motor Raditia. Saat pulang sekolah gadis itu begitu terkejut saat tau siapa pemilik motor yang bersebelahan dengan motornya.


My prince, seperti itulah jeritnya dalam hati. Hatinya begitu berbunga-bunga, menatap idolanya dari jarak sedekat ini membuat jantungan berdetak lebih cepat.


Terlalu fokus kepada Raditia ia tak sadar ada orang lain yang bersama Raditia. Tibalah saat seorang gadis yang menaiki jok belakang motor Raditia, yang tak lain adalah Reva. Seketika ia tersadar dari lamunannya.


Ia mencoba mengenali sosok wanita itu dari samping. Cukup lama ia menatapnya dan saat ia mengetahui siapa wanita itu. Karena saking terkejutnya ia tak sadar mengucap nama wanita itu cukup keras hingga si pemilik nama pun menoleh kearah belakang. " Kak Reva" Buru-buru ia menutup mulutnya dengan kedua tanganya, dan langsung berbalik membelakangi mereka berdua. " Dasar ini mulut lancang sekali" gumam gadis itu dalam hati mengutuk dirinya sendiri.


Saat gadis itu mengetahui bahwa Raditia sudah memiliki kekasih, dan Reva adalah kekasih Raditia. Seketika perasaan gadis itu bercampur aduk jadi satu antara sedih, senang, dan juga turut bahagia.


Ya sepertinya dia telah patah hati, karena sang idola sudah ada pemiliknya. Meski begitu ia merasa senang karena Raditia tak salah memilih, mereka pasangan yang serasi.


Wina menceritakan semua tentang gadis itu, ia tau dari adiknya yang kebetulan teman gadis itu. Wina menunjukan gadis yang ia maksud kepada Reva. Reva menatap ramah gadis itu, tatap mereka bertemu, Reva tersenyum padanya. Dan gadis itu membalasnya, ia terlihat malu.


" Berarti dia tau kalau aku dan Raditia..."


" Ya dia sudah tau, dia juga menyukaimu. Kamu kakak pendamping favoritnya di ekskul ini"


" Wah, benarkah. Apa dia patah hati mengetahui aku kekasih Raditia"


" Awalnya dia patah hati Raditia memiliki kekasih, akan tetapi saat dia tau bahwa kamu kekasih Raditia. Dia begitu senang dan bahagia, katanya kalian pasangan yang serasi. Dia mendo'akan yang terbaik untuk hubungan kalian"


" Benarkah, baik sekali dia, gadis penggemar yang manis"


*****

__ADS_1


Saat pulang sekolah Reva menunjukkan kepada Raditia bahwa dia memiliki penggemar. Raditia tak percaya dengan apa yang dikatakan Reva. Pasalnya dia bukan tipe cowok yang tebar-tebar pesona. Mana mungkin ada yang mau jadi penggemarnya.


" Itu dia sayang, dia yang sedang duduk disana" Reva menunjukkan jarinya kearah yang dimaksud, serasa berjalan menuju parkiran.


" Saya kamu bercanda ya, gadis itu. Lihatlah gayanya, dia begitu tomboy sayang" Raditia mengenyitkan dahinya, ia tak percaya disukai oleh gadis berpenampilan setomboy itu.


" Meski begitu dia anak yang manis, setiap bertemu denganku dia selalu tersenyum ramah"


" Benarkah, tapi aku tak suka padanya, sudahlah jangan membicarakan dia terus" terlihat kekesalan diwajah Raditia, ia memang tak suka jika ada yang menggangu hubungannya dengan Reva.


" Kenapa begitu, harusnya bangga dong ada yang menyukaimu, dan jadi penggemarmu" Reva terdengar sangat antusias.


" Apa kamu suka jika ada orang lain yang menyukaimu, apa kamu tak cemburu" Raditia mengentikan langkahnya. Reva yang menyadarinya sikap Raditia tanpa aba-aba ia berbalik menghadap Raditia.


" Kalau dia sih aku gak cemburu. Tapi kalau sama yang lain, yang penampilannya terlalu bar-bar macam si Hanna aku bakal tinju dia kalau berani mendekatimu" Nada Reva terdengar sekali seperti mengancam.


" Benarkah, hahaha.." tawa Raditia menggelegar.


" Kenapa tertawa, aku serius. Dia tak tau perjuanganku, seenaknya saja mau merebut milikku" Reva melipat kedua tangannya didepan dada. Dengan lirikan mata yang tajam.


" Hahaha, baru kali ini aku melihatmu seperti ini sayang. Jadi gemes lihatnya" Raditia mencubit pipi Reva.


" Uhhh, sakit.." keluh Reva manja, sembari memegangi pipinya.


Disisi lain ada seorang gadis yang terus memperhatikan ke arah mereka. Gadis itu tersenyum sendiri melihat kemesraan Reva dan Raditia. Ia terus menatap kedua insan yang sedang berbahagia itu. Hingga mereka meninggalkan area parkiran, dan hanya jejak mereka yang masih tertinggal.


" Semoga kalian bahagia selalu kak" Ia mendo'akan dengan tulus kebahagian untuk Reva dan Raditia.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Happy Reading😊


__ADS_2