Arti Sebuah Hubungan

Arti Sebuah Hubungan
Episode 27 - Status Baru


__ADS_3

" Kamu bikin kita takut saja Ree" Tria memeluk Reva erat dan menitihkan air mata.


" Iya benar, kita takut kamu kenapa-kenapa Ree" ucap Eka dan wina mereka berempat berpelukan.


" Maafkan aku ya, karena kekonyolan ku kalian jadi seperti ini" ucap Reva sendu.


" Sudah ciwi-ciwi cukup bersedihnya. Dan Roman-romannya sudah ada yang jadian nih" Ucap Dian. Mereka pun saling berpandangan.


"Ciehhh, ciehhhh..." Goda Tria pada kedua sahabat mereka. Raditia dan Reva hanya tersenyum, wajah Reva memerah bak tomat yang sudah matang.


" Tentu saja" Jawab Raditia lantang.


" Sebenarnya tanpa kata jadian pun mereka juga sudah menjadi sepasang kekasih" ujar Wina.


" Huemh..betul itu, sangat betul" jawab Eka.


" Hanya saja kedua sahabat kita ini sangatlah rempong, ucap kata I Love You gitu aja nunggu sampek setahun lebih" ledek Tria dengan menyenggol bahu Reva.


" Biar lebih manteb aja" ucap Raditia.


" Manteb apanya, tiap hari juga udah barengan terus, kayak roti sama ama selai" celoteh Dian.


" Ya tapi kan kalau udah ada kata jadian, katanya lebih afdol" ucap Raditia.


" Berarti selama 2 hari kita bakal dapet traktiran Gaes, hahaha" ucap Dian😂👏🏻.


" Yeee, asik.. Belanja los, makan-makan los" tambah Tria.


" Baiklah, kalian boleh belanja apapun dan makan semua kesukaan kalian" ucap Raditia.


" Tapi Radit" keluh Reva.


" Tak apa Ree, anggap aja ini rasa syukur kita. Atas status baru kita ya" jelas Raditia.


" Emh, gitu ya. Tapi kamu.."


" Gak pa pa sayang, santai aja" ucapan Raditia membuat wajah Reva memerah.


" Kenapa dengan wajahmu?!"


" Memangnya kenapa wajahku?!" Reva memegangi wajahnya.


" Wajahmu makin cantik, saat seperti itu😁"


" Ihh.. Raditia apaan sih, kenapa sekarang pintar ngegombal gitu hum.."


" Bakat yang terpendam sayang😆"


" Oh, seperti itu. Baru tau akunya. Kalau sayangku ini pinter ngegombal juga😁"


" Cuma sama kamu aja Ree, gak ke yang lain kok"


" Beneran"


" Serius, apa kamu gak percaya"


" Percaya kok, mau gombalin siap juga. Orang tiap hari yang kamu bonceng cuma aku"


" Tuh tau. Apa kamu suka dengan panggil tadi" tanya Raditia.


" Emh..." Reva mengangguk.


Mereka semua tiba direstoran pinggir pantai untuk makan siang. Dian memanggil salah satu pelayan untuk menghampiri meja makan mereka. Terlihat pelayan menyerahkan sebuah daftar menu.


" Pilihlah makanan yang kalian suka, jangan sungkan-sungkan ya" ucap Raditia.

__ADS_1


" Siap bosku" seru mereka berempat. Reva menggelengkan kepala dan tersenyum. Wajar saja Raditia seroyal itu, itu hal kecil baginya.


" Sayang kamu mau makan apa?!" tanya Raditia.


" Aku mau lemon tea hangat, sama cumi asam pedas manis kayak enak" Reva yang melihat menu Cumi-cumi terlihat menggoda.


" Oke, menu ini dua ya mbak" ucap Raditia.


Sembari menunggu pesanan datang mereka menceritakan keindahan pantai bali. Kekaguman mereka atas keagungan Tuhan yang maha esa. Sesekali terlihat mereka berselfi-selfi, mengabadikan momen kebersamaan mereka saat ini.


Beberapa menit kemudian, pelayanan datang membawa pesanan mereka semua. Banyak sekali makan yang mereka pesan. Satu demi satu mereka mencicipi makanan yang tersedia dihadapan mereka.


Reva melihat pemandangan yang menyenangkan, semua sahabat dan kini Raditia yang berstatus sebagai kekasihnya berkumpul bersama. Terasa sekali kehangatan kekeluargaan diantara mereka.


" Kenapa Ree?!" tanya Raditia sembari menggenggam tangan Reva. Mata Reva terlihat berkaca-kaca.


" Gak pa pa kok, hanya senang saja"


" Beneran, kamu gak bohongkan"


" Benar Radit, aku senang kita bisa berkumpul seperti ini, dan kini kita akan selalu bersama" ucap Reva sendu.


" Iya kita akan selalu bersama, aku akan selalu ada untukmu dan menjagamu Reva" ucap Raditia penuh keyakinan.


" Terima Kasih sayang" Wajah Reva memerah, ini pertama kalinya ia memanggil kata sayang pada seseorang.


" Iya, sama-sama sayang" ucap Raditia dengan senyum manisnya.


****


" Anak-anak setelah ini kalian boleh kepusat oleh-oleh, tapi ingat kalian harus balik ke hotel pukul 4 sore nanti" Perintah Bu lesti kepada semua murid yang telah menikmati makan siang.


" Siap bu" seru semua murid.


" Wahhh, ini yang aku tunggu-tunggu" ucap Tria


" Ayo, aku juga gak mau kalah sama kalian" seru Reva.


Mereka pun beranjak dari tempat duduk, Reva terlihat masih menunggu Raditia yang sedang kekasir membayar makan siang mereka.


" Radit aku boleh kan sama mereka kepusat oleh-oleh" izin Reva pada Raditia.


" Tenten saja sayang, aku dan Dian akan mengawasi kalian dari belakang" ucap Raditia, sembari mengglendeng lengan Dian.


" Ehh...ehhh.. Iya, kita siap jaga kalian" seru Dian, yang terkaget.


" Terima Kasih ya" ucap Reva.


Reva dan ketiga sahabatnya berjalan didepan Raditia dan Dian. Bak pengawal mereka terus mengikuti kemana pun langkah keempat gadis itu pergi.


Terlihat mereka sedang memilih beberapa pakaian, barang, dan pernak pernik yang terbuat dari kerang.


" Raditia beliin ini buat kita semua ya" Ucap Tria memperlihatkan Kaos oblong bertulikan Bali berwarna tosca.


" Siap, bungkus saja Tria" ucap Raditia.


" Tria kamu ini" ucap Reva.


" Gak apa sayangkuh, udah jadi kewajiban cowok kamu buat senengin kita-kita sayang" ucap Tria, dengan senyum kegembiraan.


" Terserah kalian saja lah, selama Raditia tak keberatan" balas Reva.


" Nah gitu dong, tenang saja. Raditia tak akan bangkrut hanya dengan mentraktir kita beberapa hari saja, hehehe" ucap Tria luwes.


" Oke-oke, baiklah" Reva mengalah. Tria tersenyum riang.

__ADS_1


"Buk saya ambil kaos ini 6 pcs ya" Tria menunjukkan kaos kepenjulan.


" Siap non, tunggu sebentar ya" kata ibu penjual baju.


Aktifitas belanja mereka menguras waktu, hingga jam menunjukkan pukul 4 sore.


" Gila kalian para wanita belanja segini banyaknya untuk apa" ucap Dian sembari menenteng belanjaan teman-temannya.


" Usst, bebek ya gini lah wanita, makanya cepetan lu tembak neng Niken biar tau rasanya anter shoping ciwi-ciwi kayak kita" celetup Tria.


" Niken?! apa yang kalian maksud Niken adikku" seru Raditia.


" Yap betul Raditia, si babang Dian suka sama adikmu" tambah Eka.


" Beneran kamu suka sama Niken" tegur Raditia dengan nada agak tinggi.


" Matilah aku" gumam Dian dalam hati.


" Heh, jawab babang Dian, jangan diem aja" Reva ikutan mendesak, dengan penuh tawa.


" Iya Sob maaf, Iya gue suka sama adek lo. Sejak dulu tepatnya waktu dia masuk ke SMP" Ucap Dian parau. Raditia hanya terdiam.


" Tapi gue janji gak akan gangguin adek lo, dan deket-deket sama adek lo sob. Tapi jangan larang gue untuk suka sama Niken ya" Ucap Dian memelas.


" Hahaha, kamu kenapa sesedih itu" Raditia tertawa geli.


" Gimana gue gak sedih, belum sepat memiliki tapi cinta gue udah pupus duluan😭" Dian menggila😆.


" Ya Tuhan, Heh bodoh. Kapan aku melarang mu menyukai Niken hah" tegur Raditia yang tak tahan melihat rengekan Dian.


" Ehh, bener juga elo kan gak larang gue ya😆. ya Tuhan, syukurlah" ucap Dian penuh semangat.


" Tapi bukan berarti kamu boleh deket-deket dengan Niken, aku akan terus mengawasi kalian" tegas Raditia.


" Oke, oke gak pa pa alas gue dapet lampu ijo. Apapun bakal gue lakuin demi Niken"


" Beneran"


" Iya gue serius"


" Oke, ingat baik-baik pesanku ini. Kamu boleh suka sama Niken, tapi ingat kamu jangan apa-apain Niken. Apa lagi sampek bikin Niken sedih. Dan lagi kalau mau jadian nunggu Niken masuk SMA dulu. Atau sabar dulu nunggu dia lulus kuliah, biar Niken cukup umur dulu" ucap Raditia panjang lebar.


" Baik sob, siap laksanakan. Aku bakal jaga baik-baik dedek Niken untukmu. Aku tak akan pernah menyakitinya aku janji. Terima Kasih ya Sob" Dian memeluk Raditia.


Reva dan ketiga Sabahat nya hanya mendengarkan tak berkomentar. Dian terlihat begitu senang, ia mengangkat belanjaan dengan penuh semangat.


Sesampainya mereka dihotel, mereka kembali dikamar masing-masing. Terlihat Reva dan Raditia masih diluar kamar.


" Istirahatlah sayang kamu pasti lelah" ucap Raditia.


" Iya, kamu juga cepat mandi dan istirahat ya" ucap Reva hendak masuk ke kamar. Namun langkahnya dicegah oleh ., Raditia menarik tangan Reva dan mencium tangan Reva.


" Ehhh" Wajah Reva merona merah.


" Sampai jumpa nanti" ucap Raditia.


" Iya, sampai jumpa" balas Reva dengan senyuman dan wajah yang masih memerah.


.


.


Hay dear, makasih ya udah mampir.


Like yang banyak ya buat Reva dan Raditia, biar Author semangat up chapternya ya.

__ADS_1


Love you dear😍


__ADS_2