
Bu lesti berjalan kearah belakang mengontrol semua murid-muridnya. Bu lesti menegur beberapa murid yang masih terjaga. Untuk segera beristirahat, karena aktifitas esok membutuhkan tenaga ekstra.
Dilihatnya Reva yang tertidur pulas dengan menyandarkan kepalanya dipundak Raditia. Dan kepala mereka saling bertumpu. Bu lesti tersenyum melihat mereka berdua.
" Anak-anak ini membuat iri saja, jadi ingat masa-masa remajaku dulu" Celoteh bu lesti dengan senyum disudut bibirnya.
Pukul 4 pagi semua sampai di tempat tujuan. Bis pariwisata berbaris rapi diparkiran yang luas. Satu persatu murid-murid terbangun dari tidur mereka.
Reva mulai mengejip-ngejipkan matanya, karena suara gaduh mengusik tidurnya. Dan mulai membuka matanya lebar-lebar.
" Emhh..." Reva merasakan beban berat yang menindih kepalanya. Lehernya sedikit pegal, ia mencoba melihat kearah atas kepalanya.
" Ya tuhan, Raditia. Saat tertidur saja kenapa kamu setampan ini" gumamnya dalam hati. Reva terus memperhatikan sosok yang ada disampingnya.
" Ehh.. Semalaman dia terus menggenggam tanganku. Kita tertidur dalam posisi seperti ini, emchh... manis sekali" gumam Reva lirih dengan senyum mengembang dibibirnya. Ia mencoba menarik tangan pelan-pelan agar Raditia tak terbangun dari tidurnya.
" Reva" panggil Eka dengan menepuk pundak Reva.
" Ehh, ya Tuhan kamu mengagetkanku Eka" desus nya, dan tangannya begitu saja terlepas dari genggaman Raditia.
" Emhh" Raditia mulai membuka matanya. Dengan cepat ia menarik tangan Reva.
" Ehhh.." Reva melirik kearah Raditia.
" Mau kemana?!" tanyanya mencoba mengumpulkan kesadaran penuh.
" Mau mandi, siap-siap. Kamu juga cepat bangun. Tuh ditungguin Dian didepan" Reva melempar pandangannya ke arah depan. Dian dan Eka duduk di depan tak jauh dari tempat duduk mereka.
" Bangun sob, tidurmu terlihat nyenyak sekali di samping Reva" celoteh Dian. Raditia hanya tersenyum.
" Aku duluan ya" Reva berlalu meninggalkan Raditia yang masih terlihat malas. Ia membalas dengan anggukan.
Sinar Matahari mulai menerangi, terlihat jelas pemandangan disekitar mereka yang begitu indahnya.
" Sayangku..." Teriak Tria berlari menghampiri Reva dan memeluknya.
" Hay.." Reva melambaikan tangannya.
" Kami sangat senang, akhirnya kamu jadi ikut Ree" ucap Tria.
" Iya benar yang dikatakan Tria, masak kita senang-senang disini. Kamu harus bersedih dirumah" Sahut Wina murung.
" Hehehe, iya maaf ya. Sepertinya aku sudah mendapatkan keajaiban. Jadi bisa ikut tour" ucap Reva😂
" Oh ya ceritakan, gimana jadinya kok bisa ikut Ree"
" Gini ceritannya..." Reva menceritakan panjang lebar percakapannya dengan bu Rahma kemaren malam. Wina mendengar cerita Reva matanya terlihat berkaca-kaca.
" Kakekmu memang baik Ree, kami hampir saja mempengaruhi mu dan memaksamu untuk minta bantuan kakek, eh gak taunya kakek peka sekali" ucap Tria tersenyum geli😁
" Aduhh, tante dan kakek love you full" ucap Wina. Mereka berempat pun berpelukan.
Semua murid terlihat berhamburan menuju pantai pura tanah lot. Begitu juga dengan mereka berempat dan Dian yang terus saja mengikuti mereka.
" Ehh, bebek.. Kenapa ngikutin kita mulu hah" ujar Tria.
" Aduhh, bawel lo. Kalau gue jalan sendiri terus ada bule yang ngajakin kenalan gimana"
" Ehhh, busettt. Mana ada bule yang mau ama elo hah"
" Wah, parah lo. Sayangnya gue yang gak mau ama mereka. Karena dihati ini sudah ada dedek Niken seorang" ucap Dian tersipu malu, wajahnya memerah.
" Ya tuhan, makan apa ini anak. Gini amat yak" celetuk Tria. Mereka tertawa bersama.
__ADS_1
Terlihat semua murid mendekati bibir pantai, angin bertiup sangat kencang. Mereka berempat selfi mengabadikan momen kebersamaan mereka. Dan dian sebagai juru fotonya. Tak jarang mereka meminta teman yang lain untuk memotret mereka berlima.
" Oh, ya. Kenapa dari tadi aku tak melihat Raditia" gumam Reva sembari celingukan kesana kemari.
" Hay, lo lagi cariin babang Radit" ucap Dian.
" Udah tau nanyak" ucap Reva ketus.
" Hehehe, sewot amat non" cetelup Dian. Reva hanya tersenyum sinis.
" Tuh dia lagi disana. Si nenek centil nempel terus dari tadi sama Raditia" ucap Dian. Mengarah ketendan tempat duduk Raditia.
Reva mengangkat kaca mata hitamnya keatas untuk memperjelas penglihatannya. Benar saja yang dibilangnya, si Hana duduk di sebelah Raditia.
Reva melihatnya kesal, dan ia menutup kaca matanya kembali dan membuang pandangannya kepantai.
" Sepertinya tadi dia melihat ke arahku" gumam Raditia, yang sedari tadi memperhatikan tingkah Reva dari jauhan.
" Kenapa dia terus dekat-dekat dengan Hana sih, apa dia sengaja" gumam Reva yang terus berjalan mengarah ke bibir pantai. Meninggal ketiga sahabatnya dan Dian.
" Udah tau aku gak suka, malah sekarang terang-terangan begitu. uhhh... Dasar ngebelin, Raditia nyebilin.." Teriaknya. Tak terasa Reva berjalan cukup jauh meninggalkan ketiga sahabatnya.
" Loh, loh. Ehh.. Reva kemana, Reva kemana" ucap Tria panik. Yang menyadari ketidak beradaan Reva disekitar mereka. Mereka pun terlihat panik dan mulai melepas pandangan ke sekitar pantai.
" Reva...Ree..." terik mereka mencoba memanggil manggil Reva.
Raditia yang sedari tapi memperhatikan, ia pun beranjak dari duduknya dan berlari ke arah Reva. Yang dilihatnya ada yang aneh pada diri Reva.
" Ehh..ehh.. Raditia, tunggu Radit mau kemana" ucap Hana. Raditia tak menghiraukan panggilan Hana, ia terus berlari.
" Reva" teriakan Raditia menghampiri Reva.
" Reva, Ree...ehh itu kan Raditia mau kemana dia" Eka melihat ke arah Raditia, dilihatnya juga tak jauh ternyata Reva mengarah ketengah pantai.
" Ya Tuhan, Reva" Teriak Eka dan berlari menghampiri Reva. Membuat mereka perempat mengarah ke Eka.
" Itu Reva disana" tunjuk Eka ke arah Reva.
" Sial, dasar bocah. Kenapa lo jadi hilang kendali sih" Ucap Dian yang berlari mendahului Eka. Mereka bertiga menyusul dari belakang.
" Reva, tunggu Ree..." Ucap Raditia dan akhirnya menangkap lengan Reva.
" Lepas" ucap Reva ketus
" Kamu mau kemana" ucap Raditia tersengal-sengal.
" Mau ke pantai lah, masih tanya" lagi-lagi dia ketus.
" Kamu kenapa sih Ree"
" Gak kenapa, kenapa"
" Terus kenapa, kamu berjalan sambil melamun. Tak menghiraukan kami yang memanggilmu"
" Kenapa aku harus menghiraukan mu, sudah sana urus si Hana" ucapnya ketus.
" Hah, Hana" ucap Raditia mengenyitkan dahinya.
" Iya, si centil yang terus nempel sama kamu kayak parasit"
" Ya tuhan, kamu cemburu Ree" Raditia tersenyum.
" Enggak tuh" Reva ketus.
" Gak salah"
__ADS_1
" Gak bener"
" Ngaku aja deh"
" Terserah"
" Ya udah maaf, jika tanpa sengaja aku membuatmu marah. Aku ditenda hanya ingin melihat kebersamaan mu dan yang lainnya. Dan si Hana masa bodoh aku tak peduli padanya. Karena sedari tadi yang ku perhatikan hanya kamu Ree" ucap Raditia. Reva hanya terdiam.
" Bodo amat" ucapnya singkat.
" Reva jangan seperti ini ya"
" Terserah aku"
" Jangan mengabaikan ku seperti ini Ree, karena.." belum sempat Raditia meneruskan kata-katanya. Reva memotong begitu saja.
" Karena apa hah, kenapa sih jadi cowok gak peka banget" sarkas Reva.
" Udah tau gak suka, masih aja dekat-dekat"
" gak dikelas, gak dibis, gak dipantai, isttt.... Menyebalkan..." Reva terus berbicara, tangannya memukul-mukul dada Raditia.
" Aku tak suka kamu dekat-dekat dengan Hana Radit, aku tak suka cewek centil itu" ucap Reva dengan mata berkaca-kaca.
" Kenapa tak suka, aku tak ada apa-apa dengannya Reva" Raditia menggenggam kedua tangan Reva.
" Karena aku.." ucap Reva ragu.
" Kerena apa?!, katakan Ree"
" Kerena.."
" Iya kerena apa?!"
" Kerena aku sangat menyukaimu dan menyayangimu Radit" Reva menundukkan kepalanya.
" Ucapkan lagi Ree"
" Aku menyayangimu" Dengan sekali gerakan Raditia menarik tubuh Reva dan memeluknya.
" Aku juga sangat menyayangimu Ree, cup" Raditia mengecup kepala Reva.
" Jangan dekat-dekat lagi dengan Hana, aku tak suka"
" Iya tak akan ku biarkan dia mendekatiku, aku milikmu" ucap Raditia, Reva hanya mengangguk.
" Jadi hari ini, peresmian hubungan kita?!" tanya Raditia.
" Emhh.." Reva hanya mengangguk, "Cup.." Raditia mengecup kepala Reva lagi, kini ia mempererat pelukan hangat mereka.
" Aku menyayangimu Ree"
" Aku juga menyayangimu Radit"
****
" Jadi terharu melihat mereka berdua" ucap Wina.
Kerena sedari tadi mereka berempat memperhatikan Raditia dan Reva. Awalnya mereka takut jika terjadi apa-apa dengan Reva. Dan ternyata semakin diperhatikan, mereka malah melihat Drama Romantis.
" Akhirnya mereka jadian juga" ucap Tria.
" Iya benar hari ini mereka resmi jadian" ucap Eka.
" Woeee.. Mau sampai kapan kalian disitu, gak ngehargai kita banget" teriak Dian. Raditia dan Reva menoleh ke sumber suara itu.
__ADS_1
Raditia dan Reva menyudahi pelukan hangat mereka. Mereka berjalan ke arah para sahabat mereka, dan Raditia masih tetap menggenggam tangan Reva.