
Semua kembali seperti semula, di setiap harinya rasa sayang Reva kepada Raditia semakin bertambah dan terus bertambah. Reva semakin yakin kerena sinyal-sinyal positif terus diberikan oleh Raditia.
Ya, setelah kejadian beberapa waktu lalu, karena sebuah ke salah pahaman yang hampir merenggangkan hubungan mereka. Kini malah menjadikan keduanya semakin dekat.
Jam pertama hari ini mata pelajaran matematika, otak Reva dan Eka serasa mati. Itu adalah salah satu pelajaran yang tak di sukai mereka. Mau sekeras apa pun mereka berfikir angka-angka itu hanya akan ada di khayalan mereka saja. Seakan otak mereka tak akan pernah menerima Rumus dan hitungan didalamnya.
" Reva kamu jadi ikut kan tour ke balinya" tanya Eka.
" Belum tau Ka, kasihan ayahku kalau harus biayain tour ke bali semahal itu" ucapnya lesu.
Ya, Reva hanya terlahir dari keluarga sederhana, ayahnya seorang guru di SMK, dan ibunya hanya ibu rumah tangga.
Meski begitu orang tua dari ibu Reva yaitu Kakek dan Neneknya adalah Orang paling kaya didesanya. Meski tinggal di Desa tapi kekayaannya hingga tujuh turunan pun tak akan habis.
" Kenapa kamu gak minta uang aja sama Nenekmu Reva" ucap Eka sembari tersenyum sepertinya itu ide yang bagus untuk Reva.
" Kamu ini, malu lah masak aku harus minta ke Nenekku. Dan lagi ayah pasti akan marah jika beliau tau aku merepotkan Nenekku Eka" Reva terlihat lesu.
" Berarti kamu beneran gak bisa ikut dong Reva, yah jadi gak seru dong" Ekspresi Eka dengan wajah cemberut.😥
" Tak apa, kan kalian nanti bisa VCan disana, bisa tunjukkan aku pemandangan disana" Reva mencoba menegarkan hatinya.
" Ya meski bisa seperti itu, tapi formasi kita jadi gak lengkap kan Ree" ucap Eka lesu
" Sudahlah tak apa, jangan membuatku bertambah sedih" Reva menegarkan Eka
" Semoga ada keajaiban yang membuatmu dapat itu tour ke Bali, Aamiin" tambah Eka😖 Reva mengamini do'a Eka, dan tersenyum Riang.
Reva memandang ke arah Raditia sedikit kesal, terlihat beberapa hari ini Raditia duduk dibelakang. Dan dia duduk dengan gadis paling centil dikelas Reva yang bernama Hana.
Apa yang membuat Raditia seperti itu, apa dia mulai bosen dengan Reva. Tetapi jika memang Raditia bosen padanya, dirasa hubungan mereka baik-baik saja di setiap harinya.
" Kenapa terus melihat ke arah Raditia, Ree" Eka ikut-ikutan memandang ke arah belakang.
" Heran saja, kenapa beberapa hari ini dia terus duduk dibelakang bersama Hana" ujarnya kesal😠
" Itu salahmu Reva, kenapa tak kunjung meresmikan hubungan kalian" Desak Eka.
" Itu karena aku menunggu Raditia menyatakan terlebih dulu atas perasaanya padaku Eka" jawab Reva😕
" Ya ampun Reva, kenapa harus seperti itu katakan saja duluan apa salahnya, toh kalian juga saling suka kan"
" Iya sih, tapi malu lah kalau bilang duluan"
" Nungguin malu kelamaan, takut Raditia dicomot cewek lain, terutama sama Hana" ucap Eka sinis.
" Aduhh, jangan dong" jawabnya Melas.
" Dan sepertinya Hana menyukai Raditia, hati-hati saja dia sangat agresif lho. Bisa-bisa Raditia dibuatnya klepek-klepek" ucap Eka sembari tertawa menakuti Reva.
" Isssss, Eka apa-apa sih. Gak lah, Raditia tahan godaan kok" Reva berfikir positif dan optimis.
" Pria mana yang tahan sama Hana, tiap kali dipepet semua juga pada klepek-klepek"
" Jangan nakut-nakutin gitu dong Kaa😥"
" Itu Fakta Ree, kamu juga tau sendiri kan. Udah berapa banyak pria yang bertekuk lutut padanya, semua tergila-gila akan body nya yang montok"
" Iya sih, bener apa yang kamu katakan Ka, ya mudah-mudahan saja Raditia gak gampang tergoda, duhhh amit-amit"Reva 😧
__ADS_1
" Iya mudah-mudahan saja. Makanya cepet diresmikan biar tau status kepemilikannya" Eka😂
" Oke-oke shiapp"
" Dan satu lagi, kamu harus usahain ikut tour ke bali, jika tidak tamat riwayat Raditia ditangan Hana saat disana nantinya"
" Aduhhhh, Eka kenapa malah nakut-nakut gitu sih. Jadi gak rela nih"
" Bukan nakut-nakutin, tapi lagi memotifasi sahabatku agar tak kehilangan pujaan hatinya" Eka 💪😂
" Semoga saja beneran ada keajaiban, dan aku bisa ikut. Tak akan ku biarkan gadis centil itu mendekati Raditia lagi"💪😤 Semangat Reva menggebu-gebu antara suka, sedih dan kesal😁
Raditia merasa aneh di sepanjang perjalanan pulang Reva hanya terdiam, apa yang sedang terjadi padanya. Terang saja Reva kesal dengan ulah Raditia, yang dekat-dekat dengan Hana.
" Ree kamu kenapa diam aja, ada masalah" Tanya Raditia setibanya mereka didepan rumah Reva.
" Gak ada apa-apa kok, cuma males ngomong aja" jawab Reva ketus.
" Kok gitu, emangnya kenapa?!"
" Lagi PMS. Udah sana pulang, hati-hati dijalan" Raditia mengerutkat keningnya. Reva menatapnya kesal.
" Oke, aku pulang dulu. Jaga kesehatan ya" ucap Raditia dengan senyum manisnya. Reva hanya tersenyum kecut.
****
Malam Hari
Raditia masih dalam angannya, kenapa sikap Reva berbeda sekali hari ini. Ia ingin chat atau telfon takutnya mood Reva semakin jelek, dan bisa-bisa Reva akan mendiamkannya untuk beberapa hari.
Memikirkan Reva marah padanya saja sudah membuat Raditia sedih. Jangan sampai ia membuat Reva semakin kesal.
" Iya kak, masuk saja" Terdengar jawaban dari dalam kamar. Terlihat Niken yang sedang duduk dimeja belajarnya.
" Dek, kakak mau tanya sesuatu nih"
" Iya ngomong aja kak" jawab Niken yang masih fokus dengan tugas-tugasnya.
" Apa itu PMS?!" ucap Raditia ragu-ragu😅
Mendapat pertanyaan seperti itu, Niken jadi gagal fokus dengan tugasnya. Ia mengarahkan pandangannya ke arah Raditia😨.
" Kenapa kakak nanyain hal itu" ucap niken miris😌
" Itu karena sepanjang perjalanan tadi Reva hanya terdiam tak seperti biasa. Terus kakak tanya, jawabnya ia sedang PMS" mendengar penjelasan Raditia, Niken bingung menjawab mukanya berubah-ubah ekspresi😰😅.
" Emchh, gimana ya jelasinnya😂" terlihat Niken sedikit berfikir.
"Gini kak, Kak Reva seperti itu karena pengaruh hormon yang dapat merubah mood akibat Masa Menstruasinya kak. Terkadang ia tiba-tiba sedih, dan bisa juga gampang marah gak jelas. Moodnya jadi gak jelas kak. Paham gak?" Niken menjelaskan sedemikian karena Niken sangat unggul di pelajaran IPA. Karena Cita-cita Niken ingin menjadi seorang Dokter Kandungan. Jadi ia harus paham betul.
" Oh, begitu ya. Berarti dia bukan marah karena aku, hehehe syukurlah. Oke makasih ya dek" Raditia menghela nafas lega. Kemudian pergi dari kamar Niken. Terlepas sudah kerisauannya, malam ini dia akan tidur dengan nyenyak.
Disisi lain Reva terlihat bingung, ditempat tidur ia merubah-ubah posisi tidurnya. Pikirannya kacau antara cerita atau tidak kepada orang tuanya tentang keinginannya tour keBali.
Tok, tok, tok suara ketukan pintu mengagetkannya. Dari balik pintu terlihat ibunya masuk membawakan makanan untuknya. Ya Reva melewatkan makan siang dan juga makan malam bersama keluarganya.
" Kak kamu kenapa, dari sepulang sekolah ibu lihat kamu gak seperti biasanya, kamu juga melewatkan makan bersama keluarga" tanya bu Rahma, sembari menaruh nampan makan dimeja belajar Reva.
" Reva lagi PMS buk, Reva malas makan" jawabnya lesu.
__ADS_1
" Meski malas tapi harus tetep makan, nanti kalau sakit gimana?!" bu Rahma mengelus kepala Reva yang menumpang di pangkuannya.
" Iya nanti Reva makan buk. Oh ya buk sebenarnya ada sesuatu yang ingin Reva bicara kan" ucap Reva sembari memainkan ujung rambutnya.
" Ada apa kak, bicara saja sama ibu"
" Tapi ibu janji jangan bilang ayah ya, nanti ayah sedih"
" Memangnya apa kak? Ibu jadi penasaran ni"
" Janji dulu buk"
" Iya, iya ibu janji, sekarang katakan" Reva bangun dari tidurnya, memposisikan diri duduk dihadapan Ibunya.
" Gini buk, seminggu lagi sekolah Reva mengadakan tour ke Bali, tapi biayanya cukup mahal. Makanya Reva gak bilang sama Ayah dan Ibu karena rencana Reva gak ikut buk. Tapi tiba-tiba saja Reva pengen ikut, pengen kumpul sama teman-teman buk😂" Mendengar penjelasan Reva bu Rahma tersenyum geli. Pikirnya Reva hendak mengatakan sesuatu hal yang diluar dugaan. Nyatanya hanya masalah tour ke Bali.
" Ya ampun kak cuma itu, ibu sudah merinding duluan. Ibu pikir ada hal yang bikin ibu ngeri dengernya😅" ujar bu Rahma.
" Ibu nih, Reva anak baik-baik buk gak mungkin Reva aneh-aneh, Reva janji buk"
" Iya, iya, ibu percaya. Kalau masalah tour ibu punya solusinya, sebentar ya tunggu disini" Ibu Rahma keluar dari kamar Reva, dan beberapa menit kemudian kembali dengan membawa amplop berwarna coklat.
" Ini kak, ibu rasa ini cukup untuk membayar administrasi tour ke Balinya" Ibu menyarahkan amplop itu ke Reva.
Reva membuka amplop yang diberikan bu Rahma padanya, mata Reva terbelalak melihat Isi dalam amplop itu. Reva menatap bingung dari mana ibunya bisa mempunyai uang sebanyak itu.
" Setiap kali panenan Kakekmu mengirimkan uang untuk ibu, katanya sebagai jatah ibu. Awalnya ibu menolak karena ayahmu tak mau merepotkan Kakek. Tapi Kakek terus memaksa akhirnya ibu menerima atas izin ayahmu. Tapi ayahmu meminta ibu untuk menyimpannya, ia tak ingin menggunakan uang itu untuk saat ini. Karena ayahmu merasa masih mampu menyukupi kebutuhan kita semua. Katanya gunakan disaat yang mendesak saja. Dan saat ini ibu rasa sudah saatnya menggunakan uang pemberian Kakekmu. Jangan khawatir nanti ibu akan bicara pada ayah tentang ini" Seakan tau rasa penasaran Reva bu Rahma menjelaskan panjang lebar.
Mata Reva berkaca-kaca setiap mendengarkan penjelasan ibunya. Ayah Reva memang orang yang pekerja kelas. Selain mengajar di Sekolah, ia juga membuka les privat dirumahnya.
" Terima Kasih ya buk, Reva sayang kalian semua" Reva memeluk bu Rahma dan mencium pipi bu rahma.
" Iya sama-sama Nak" bu Rahma membalas pelukan Reva tak kalah hangatnya.
" Tapi ini terlalu banyak buk"
" Sisanya simpan saja, itu hakmu jadi gunakan seperlunya. Dan untuk adek-adekmu ibu sudah menyisihkannya" jelas bu Rahma.
" Shiap buk, Reva akan ambil secukupnya dan akan simpan selebihnya" Wajah Reva berubah Riang.
" Sekarang makan dulu, dan setelah itu istirahatlah" sebelum bu Rahma beranjak pergi beliau mengecup kening Reva.
Reva bersyukur sekali, seperti keajaiban memang datang padanya. Kini ia benar-benar akan pergi tour bersama teman-temannya.
Reva menyantap makan malamnya dengan lahap. Entah kenapa serasa beban di fikirannya hilang total. Setelah selesai dengan makan malamnya, Reva membaringkan tubuhnya di tempat tidur. Tak henti-hentinya Reva tersenyum.
" Welcome to Bali" Jeritnya kegirangan.
.
.
.
.
.
Happy Reading
__ADS_1
Salam peyuk dan chayang dari Author buat kalian semua yang sudah mampir dan setia nungguin chapter selanjutnya😘😘