
Tria, Wina dan Eka mereka bertiga meninggalkan tempat makan itu. Tatapan Tria mengamati Raditia, apakah benar itu Raditia. Dengan siapa dia?! Kenapa terlihat akrab dan mesra sekali.
Tria melihat Raditia menyuapi gadis itu, mereka tertawa bersama karena Raditia tak sengaja membuat mulut gadis itu belepotan karene saus tomat.
" Hay, kamu lagi lihatin apa sih" Tegur Eka heran, Tria langsung memalingkan wajahnya.
" Ahh.. Tidak apa-apa, Eh..kita jadi ke toko buku kan?!" Tria mengalihkan perhatian sahabatnya. Yang hendak menoleh kebelakang.
" Ya jadilah, ohh..ya tadi aku chat Reva katanya dia pesan sesuatu, karena aku bilang kalau kita lagi ketoko buku" tambah wina. Deg... Tria kaget.
" Tapi kamu gak nyuruh Reva kesini kan?!" tanya Tria khawatir.
" Tadinya sih aku suruh nyusul, tapi Reva bilang dia capek, jadi gak nyusulin kita?!" Wina
" Syukurlah" ucapnya, ketegangan Tria mereda.
Entah apa yang terjadi jika Reva menyusul mereka, dan melihat Raditia dengan gadis itu. Pasti sahabatnya itu akan sangat patah hati. Pikiran Tria berputar-putar.
****
Rumah Reva
Reva sedang bercengkrama dengan keluarganya diruang keluarga, menonton televisi acara ini tlak show. Sesekali mereka tertawa bersama, melihat keseruan dan candaan dari acara yang ditonton.
" Reva...?!" Panggil ibunya yang duduk disebelah Reva.
" Iya buk, ada apa?" Jawabnya sembari memakan cemilan yang tersedia.
" Apa kamu ada hubungan lebih antara nak Rian atau nak Raditia?"
" Gak ada buk, kita cuma teman"
" Tapi yang ibu lihat kamu lebih dekat dengan nak Rian, ketimbang nak Raditia?"
" Iya memang buk, kan Reva lebih dulu kenal kak Rian, ketimbang Raditia"
" Tapi yang ibu lihat kamu kayaknya lebih suka dengan nak Raditia" Reva tersenyum malu, mendengar kata-kata ibunya.
" Ibu ini tau-tau aja" Reva menyandarkan kepalanya dipangkuan ibunya. Bu rahma mengelus rambut putri sematawayangnya itu.
" Sikapmu sangat berbeda nak saat bersama nak Raditia, bisa di bilang malu-malu kucing, alias malu-malu tapi mau" canda ibunya.
" Ahh... Ibuk..." Reva memanyunkan mulutnya.
" Ibu suka dengan keduanya meraka sama-sama baik dan sopan, kamu boleh berteman dengan siapa saja yang mengajakmu dalam hal kebaikkan nak, dan ingat jaga dirimu baik-baik" pesan bu rahma.
" Baik buk siapppp...." sebelum Reva hendak kekamar, ia mencium pipi ibunya dengan penuh kasih sayang.
Ping...ponsel yang dipegangnya berbunyi. Reva membaca isi pesan yang masuk.
__ADS_1
" Reva, besok berangkat sekolah bolehkah aku menjemputmu" pesan dari Raditia.
Reva tersenyum senang setelah mengetahui isi dalam pesan itu.
" Iya, boleh, dengan senang hati😄" balasnya
" Oke😆"
" Sedang apa?" tanya Reva.
" Baru saja pulang dari mall, aku juga membelikan mu sesuatu"
" Emchh....benerkah, apa itu😃?!"
" Besok saja ya, hehehe😉"
" Emchh.. Baiklah😴"
" Boleh aku Video Call?"
Sebelum Reva menjawab pesan Raditia, ia merapikan rambut dan bajunya. Menyadarkan dirinya senyaman mungkin dipinggir ranjang tidurnya, duduk bersandar tembok.
" Iya boleh" Balesnya.
Seketika ponsel Reva berdering, panggilan video masuk dari Raditia.
" Hay..." Nampak wajah tampannya memenuhi layar.
" Kenapa mukamu memerah?" tanya Raditia
" Ah....eh...benarkah" Reva memegangi pipinya bergantian.
" Kamu lucu sekali" ucap Raditia dengan tawa, melihat Reva yang kebingungan.
Reva merajuk, Raditia mengodanya berkali-kali. Nampak perdebatan kecil antara mereka berdua. Sesekali terlihat merajuk, dan tertawa bersama. Mereka bersandau-gurau hingga larut malam.
****
Pagi Hari
Seperti yang sudah dijanjikan Raditia semalam, pukul 06.15 Raditia sudah tiba dirumah Reva untuk menjemputnya.
Kini mereka semakin dekat, meski untuk saat ini hanya sebatas teman, tapi mereka tau perasaan masing-masing.
Setibanya disekolah Raditia memarkirkan motornya. Raditia mengeluarkan sesuatu dari saku celananya.
" Ini untukmu, aku pasangkan ditasmu ya" Reva hanya melihat benda itu sekilas dengan ekor matanya.
Raditia berdiri dibelakang Reva, memasang gantungan kunci yang dibelinya semalam.
__ADS_1
" Pas, sudah terpasang, hehe" Raditia tersenyum menatap benda itu, terlihat konyol juga Raditia memilih benda itu untuk Reva. Seakan mengungkapkan isi hatinya.
" Terima kasih ya, baru saja kemarin lusa kamu memberiku hadiah, ehh...sekarang dapat hadiah lagi" ucap Reva dengan senyum manisnya.
" Iya sama-sama, tak apa, kemaren gak sengaja lihat benda itu jadi inget kamu,hehe..." sepertinya Raditia sedang menggombali Reva.
" Ahh....Dasar gombal, belajar dari mana sekarang jadi pintar ngegombal, humz..." Reva mencubit pipi Raditia gemas.
" Aw...aw... Ini bukan gombalan, aku serius" Raditia mengelus pipinya, cubitan Reva masih terasa disana.
" Ya..ya..ya..." Reva menggumam tak jelas.
Dari kejauhan ada seseorang yang memperhatikan mereka berdua. Raut wajahnya tak terbaca, antara sedih dan senang, atau apalah tak dapat diartikan.
****
Sesampainya dikelas Tria melihat Raditia dan Reva datang bersama terlihat senang sekali kedua remaja itu. Namun Tria menatap Raditia dengan tatapan tak suka. Raditia sedikit heran tak biasanya dia mendapatkan tatap seperti itu dari para sahabat Reva.
Mata pelajar yang pertama hari ini adalah ekomoni. Mata pelajaran yang disukai Reva adalah ilmu pengetahuan sosial (IPS) sudah pasti dia pandai dalam pelajaran ini.
Pak Wawan menyuruh mengumpulkan tugas yang diberikan minggu lalu untuk dinilai. Dan seperti biasa Raditia tak perlu repot-repot mengerjakan karena Reva sudah menyalin tugas itu untuknya.
Bukan tanpa alasan Reva mau mengerjakan tugas-tugas itu dikarena ia sudah berjanji pada Raditia. Karena sempat beberapa kali Raditia membolos mapel, alas ia tak bolos lagi Reva mau menyalin tugasnya.
" Ree, ada yang ingin aku beri tahu padamu" ucap Tria.
" Iya, ada apa Tria katakan"
" Ohh, ya sebelumnya ini titipan mu semalam" Tria memberi kantong yang berisi peralatan tulis.
" Oke, makasih ya, katakan apa yang ingin kamu bicarakan Tria" Reva penasaran.
" Tapi janji kamu jangan marah ya"
" Iya"
" Janji dulu" Tria melingkarkan jari kelingkingnya dijari Reva.
" Iya, iya, aku janji, sudah cepat katakan, bikin penasaran saja"
" Emchh... Mulai dari mana ya, duh... Bingung" Tria cemas, dan bingung harus cerita dari mana. Ia takut sahabatnya itu sedih, tapi ia sudah terlanjur ingin bicara.
" Ya ampun Tria mau ngomong susah amat, inti saja cepat apa" seakan-akan Reva sudah tau apa yang mau dibicarakan.
" Oke, intinya ya. Semalem kita bertiga kan ke mall, aku melihat Raditia disana..." belum sampai selesai Reva memotong pembicaraan Tria.
" Oh.. Itu, ya aku sudah tau, semalam dia cerita padaku, dan membelikan aku ini" Reva menunjukkan gantungan kunci pemberian Raditia. Reva terlihat senang dengan apa yang diberikan Raditia padanya.
" Berarti kamu tau semalam dia bersama orang lain, siapa dia Ree, kamu mengenalnya?" tanya Tria penasaran. Deg.....jantung Reva serasa terhenti. Reva terdiam.
__ADS_1
" Wa....wanita? Siapa yang dimaksud Tria, siapa wanita itu, kenapa Raditia semalam tak bilang dengan siapa dia ke mall" batin Reva berkecamuk.
Happy Reading🤗