Arti Sebuah Hubungan

Arti Sebuah Hubungan
Episode 22 - Salah Faham park 2


__ADS_3

Sedari tadi Rian hanya mondar mandir tak jelas, mencoba mencari seseorang yang ditunggu-tunggunya. Setiap menit Rian menatap arloji ditangannya. Sudah hampir pukul 19.00 wib tapi gadis itu tak kunjung datang. Rian berniat untuk menjemputnya.


" Kesayangan mama kenapa terlihat cemas, ada apa nak?" tanya mama Rian yang melihat kecemasan di wajah anaknya.


" Rian menunggu Reva mam, tapi sepertinya dia beneran gak mau datang" jawab Rian lesu.


" Apa kamu sudah telfon Reva, sayang" ucap mama.


" Sudah mam, tapi gak diangkat. Rian jemput saja ya mam, apalah arti acara ini tanpanya" Rian berlalu meninggalkan mamanya.


" Rian, sayang tunggu nak. Aduh...bagaimana ini kalau papanya tau dia gak ada disini pasti akan marah besar, ya Tuhan" Mama Sinta risau memikirkan kemarahan papa Danu nantinya.


Rian mempercepat langkahnya, ini masih pukul 18.50 wib setidaknya butuh waktu 20 menit untuk menjemput Reva dan membawa ke rumahnya. Tak masalah telat setidaknya Reva ada di acaranya.


Namun Rian melihat pemandangan lain di sisi pintu sebelah kanan. Saat melewati beberapa tamu dan para teman-temannya. Ia melihat gadis cantik yang ditunggu-tunggunya sedang bersandau-gurau dengan teman lainnya.


" Reva" panggilnya. Reva dan yang lain menoleh ke sumber suara itu.


" Kak Rian" Reva pun menghampiri Rian yang berdiri tak jauh darinya.


Rian menatap penampilan Reva dari ujung kaki hingga ujung kepala. Rian begitu mengaguminya gadis cantik itu dia sangat mempesona. Ingin rasanya Rian berlari dan memeluknya. Tapi ia sadar ada sosok lain di sana yang berhak akan gadis itu.


" Kak Selamat ya, ini hadiah kecil untuk kakak mohon diterima" ucap Reva dan ia menjabat tangan Rian.


" Oh iya, terima kasih ya. Kirain kamu benar gak datang" Rian terlihat sedikit kesal.


" Hehe, aku hanya bercanda kak, biar tau rasa aja. Rasanya menyedihkan bukan jika di abaikan dan di cuekin sama orang yang kita sayang" ucapan Reva membuat Rian tertegun.


Apa ini sayang, Reva menyayanginya. Benarkah itu, apa perasaanya terbalaskan, ahh...ini tidak mungkin. Pasti dia salah dengar.


" Kamu tadi bilang sayang, kamu menyayangiku" tanya Rian.


" Tentu saja, kak Rian kan udah aku anggap sebagai kakak sendiri, pastilah aku sayang. Seperti aku menyayangi keluargaku yang lain" jelasnya Reva.


" Oh, Benar juga, aku juga menyayangimu adikku" Rian mencubit pipi Reva.


Harusnya Rian sudah bisa menebak bagaimana perasaan Reva padanya. Tak mungkin Reva menyayanginya lebih dari seorang saudara. Dia terlalu berharap lebih.


Mama Sinta yang tak jauh dari mereka, melihat kesedihan di hati anaknya. Pantas saja Rian begitu menyukai Reva dia cantik, ramah, dan terlihat baik. Sayangnya Reva lebih menyukai sepupunya Rian, ketimbang anak kesayangannya.


" Kak Rian selamat ya, kakak yang terbaik" Ucap Niken sambil memeluk Rian.


" Terima Kasih peri cantik" Rian memeluk Niken erat, sudah beberapa bulan mereka tak bertemu.


" Ini untuk kak Rian, aku beli pakek uangku sendiri lho" Niken menyerahkan kotak kecil kepada Rian.


" Wah, benarkah. Terim Kasih banyak ya sayang" Rian mencium pipi tembem Niken.

__ADS_1


Reva baru menyadari kenapa Raditia dan Niken bisa berada di acara ini. Sedangkan tamu-tamu yang datang adalah khusus teman Rian, rekan kerja papanya, dan kerabat dekat dari keluarga Rian.


Raditia dan Niken golongan yang mana? jika teman, Rian tak saling kenal dengan Raditia. Apa mereka anak dari salah satu rekan kerja papa Rian. Atau salah satu kerabat dekat Rian, tapi jika benar kerabat kenapa Rian dan Raditia seperti tak saling kenal.


" Hai, selamat ya atas kelulusanmu" sapa Raditia menghampiri Rian dan memeluknya.


" Iya terima kasih" ucap Rian membalas pelukan Raditia.


" Niken, ya ampun. Apa kabar kesayangan Tante" Mama Sinta menghampiri Niken, dan memeluk keponakan kesayangannya.


" Tante, kabar Niken baik tan. Tante sendiri gimana kabarnya?" Niken memeluk Tantenya yaitu adik kandung dari papa Niken penuh kerinduan.


" Tante juga baik sayang, kamu lama gak main kesini"


" Iya maaf Tante" Niken tertunduk.


" Tante" Sapa Raditia, menghampiri dan menyalimi tangan Tante Sinta.


" Raditia keponakan ganteng Tante, kamu baik-baik saja nak" tante Sinta membalas dengan pelukan hangat.


" Raditia, baik Tante"


" Jangan terus menerus larut dalam kesedihan ya sayang, semua sudah takdir Tuhan" ucap Tante Sinta penuh kasih sayang.


" Iya Tante terima kasih, maafkan sikap Raditia beberapa waktu lalu Tante" ucapnya tulus.


Mereka pun masuk dan menuju tempat hidangan yang telah disediakan. Didalam sagat ramai, terlihat dipenuhi dengan kaum yang berbeda generasi.


" Tante, keponakan, berarti kak Rian dan Raditia kerabat dekat, benarkah ini. Tapi kenapa setiap disekolah mereka seakan tak saling mengenal" Reva masih terheran dalam angannya.


Disisi lain Rian masih saja menatap Reva dengan penuh kekaguman. Disekian banyak gadis cantik disana hanya Reva lah yang mampu merebut perhatiannya.


Raditia yang sedari tadi memperhatikan tingkah Rian. Dia menyadari sekali bahwa Rian menyukai Reva. Ya, Raditia sudah mengetahui sejak lama bahwa Rian memiliki perasaan lebih kenapa Reva. Namun hal itu tak akan mempengaruhi hubungannya dengan Reva. Karena jauh sebelum kedatangan Rian, Reva telah menempatkan hatinya untuk Raditia.


" Permisi perhatian semuanya" suara Papa Danu menggema di setiap sudut ruangan itu.


Terlihat semua para tamu menghentikan aktifitasnya, dan perhatian mereka tertuju pada papa Danu yang terlihat gagah dan tampan di atas panggung.


" Terima kasih atas perhatiannya. Pasti kalian sudah mengetahui acara pada malam hari ini saya khususkan untuk putra semata wayang yaitu Rian Atmajaya, kemarilah nak" Papa Danu menyuruh Rian ke atas panggung. Tak butuh waktu lama Rian telah berdiri di samping papanya di ikuti olah mama Sinta.


" Dia adalah putraku satu-satunya, dan juga pewaris satu-satunya keluarga kami. Jadi saya akan berikan segala yang terbaik untuknya" ucap papa Danu sembari merangkul bahu Rian. Rian tersenyum haru dengan apa yang diucapkan papanya.


" Saya bangga dengannya, dia telah lulus dengan nilai bagus dan masuk di universitas ternama diluar kota. Selain pandai, dia juga patuh kepada kami orang tuanya. Kami sangat menyayanginya. Terima Kasih anakku sudah menjadi kebanggaan keluarga ini" pelukkan papa Danu kepada Rian membuat suasa menjadi haru.


Tak terasa mama Sinta menitihkan airmata. Pasalnya dua lelaki itu adalah kesayangannya dan sumber dari kebahagian hidupnya. Setelah kejadian beberapa tahun yang lalu saat mama Sinta sedang mengandung adik Rian, ia mengalami kecelakaan.


Yang menyebabkan keguguran dan sangat disayangkan rahimnya harus diangkat, karena terjadi komplikasi. Mama Sinta divonis sudah tak ada harapan lagi untuk memiliki keturunan. Saat mengetahuinya mama Sinta dan keluarga sangat sedih. Setiap hari Rian mampu menghibur dan membuat mama Sinta selalu tersenyum dan melupakan kesedihannya.

__ADS_1


Oleh karena itu kasih sayangnya hanya tercurahkan sepenuhnya kepada Rian. Anak semata wayangnya, pewaris satu-satunya keluarganya.


" Maaf saya jadi terlihat melo ya" Ucap papa Danu dengan senyumnya.


" Selain acara ini untuk anak saya, saya juga ada kejutan untuknya" semuanya jadi tertegun kejutan apa lagi dari papa Danu.


" Nak, Karina larasati mohon ke atas panggung" perintah papa Danu. Dari samping panggung terlihat gadis cantik dan anggun berjalan ke arah panggung, menghampiri papa Danu dan berdiri di samping kiri papa Danu.


" Perkenalkan ini anak dari rekan kerja saya bapak Sutejo, pemilik perusahaan xx, dan pemilik saham 20% dari perusahaan saya" Karina tersenyum menyapa tamu yang ada disana.


" Mam, apa maksud papa memperkenalkan anak temannya" bisik Rian pada mama Sinta yang berdiri disebelahnya.


" Mama juga gak tau Rian, mama juga penasaran" ucap mama Sinta.


" Dan nak Karina ini akan saya jodoh kan dengan Rian anak saya" Ucap papa Danu lantang.


Deng, Deng....... Dijodohkan. Semua bersorak mengucapkan selamat. Sedangkan Mama sinta, Rian masih tertegun tak percaya yang di ucapkan papa Danu.


" Apa-apaan ini paa, kenapa papa gak bilang ke Rian dulu" Bisik Rian kesal pada papa Danu.


" Kamu pasti setuju pilihan papa kan Rian, dia baik juga cantik" Bisik papa Danu.


Nampak kekesalan diwajah Rian. Dia tersenyum paksa menjabat tangan Karina atas perintah papa Danu. Mimpi apa dia semalam, haruskah nasib kisah cintanya bak siti nurbaya. Kenapa harus di jodohkan seperti ini.


" Wahh, dijodohkan ya. padahal setauku Rian kan suka sama Reva, tapi Reva nya malah suka sama Raditia kan" ucap salah satu teman kelas Rian yang berdiri tak jauh dari Reva.


" Iya sepertinya mereka sudah jadian. Raditia dan Rian kan saudara, masak semasa saudara suka sama orang yang sama" jawab teman Rian satunya.


" Bisa jadi, Reva kan populer disekolah kita. Atau bisa jadi juga mereka berdua sendang taruhan untuk mendapatkan Reva"


" Wahhh, Iya benar juga. Kasih sekali Reva suka sama orang, tapi cuma dijadiin barang taruhan" mereka tersenyum sinis.


CRINGGG.....Reva menjatuhkan gelas minumnya.


" Apa ini, apa yang sudah aku dengar ini, aku dijadikan barang taruhan mereka berdua. Apa-apa an ini, dasar tak berhati, jahat sekali mereka" Reva berlari meninggalkan tempat itu, terus berlari dengan air mata membasahi pipinya. Ia menjadi pusat perhatian para tamu undangan. Dan Ia tak menghiraukan suara yang terus memanggil namannya.


.


.


.


.


Maaf ya telat-telat up yang, karena ada beberapa kesibukan yang tak bisa ditinggalkan.


Semoga selalu tetap setia menunggu episode selanjutnya😊

__ADS_1


Terima Kasih untuk yang sudah membaca dan meninggalkan like, dan votenya🤗


__ADS_2