Arti Sebuah Hubungan

Arti Sebuah Hubungan
Episode 29 - Kembali Pulang


__ADS_3

Pagi itu Reva bangun lebih dulu, ia terbangun karena kedatangan dokter yang hendak memeriksanya. Ia bangun dari tidurnya tanpa membangunkan Raditia, yang masih tertidur pulas disisi ranjangnya.


Dari hasil pemerikasaan sang dokter, ia menunjukkan bahwa kondisi Reva dalam keadaan baik, dan sudah diperbolehkan untuk pulang.


Setelah kepergian dokter dan perawat, Reva pergi ke kamar mandi untuk membersikan diri dan mengganti bajunya. Ia memakai baju yang telah Tria bawakan kemaren.


Betapa kagetnya Reva keluar dari kamar mandi melihat lelaki yang sedang mondar-mandir, mengacak-ngacak rambutnya seperti orang yang sedang frustasi.


" Radit, kamu kenapa? ada masalah apa?" dengan perlahan Reva mendekati Raditia, terlihat kecemasan diwajahnya.


Seketika Raditia menoleh ke sumber suara yang begitu familiar ditelinganya, ia pun berlari kearah Reva dan memeluknya.


BRUKKKK, Raditia memeluk tubuh Reva dengan sangat eret.


" Syukurlah kamu gak kenapa-napa Ree. Kamu dari mana saja, aku bingung sedari tadi mencari mu" suara Raditia terdengar gemetar, ia membelai rambut Reva dan menciuminya.


" Aku baru saja selesai mandi Radit, memangnya ada apa. Kenapa terlihat ketakutan seperti ini. Aku baik-baik saja sayang"


" Huhf... tak apa sayang, hanya saja tadi aku mengalami mimpi buruk" Raditia mengatur pernafasannya agar kembali membaik. Ia sedikit lega karena semua hanya mimpi.


" Memangnya tadi mimpi apa Yank?"


" Aku mimpi kamu pergi jauh, aku panggil-panggil tapi kamu tak menghiraukan aku sama sekali, menoleh pun tidak. Serasa mati rasa hatiku ini"


" Dasar lebay, itu cuma mimpi sayang. Mimpi hanya bunga tidur"


" Lebay katamu, itu sangat menakutkan bagiku"


" Tapi semua itu hanya mimpi sayang, nyata kita masih bersama kan. Sudahlah cepat mandi, terus kita balik ke hotel. Tadi dokter bilang aku sudah boleh pulang" Raditia hanya mengangguk mendengar perintah Reva, ia tetep memeluk tubuh Reva dengan begitu erat. Seolah-olah tak rela karena Reva akan meninggalkannya.


" Sayang, mau sampai kapan memelukku seperti ini. Bisa-bisa seluruh tulang ku remuk, dan ini nafasku sudah mulai sesak" keluh Reva, dengan nafas yang mulai terengah-engah.


" Ya tuhan, Maaf. Maafkan aku sayang" menyadari hal itu Raditia pun merenggangkan pelukannya. Ia mulai memperhatikan penampilan Reva yang terlihat cantik dan nampak segar.

__ADS_1


*Cupp..* Kejadian tak terduga, Raditia mencium pipi Reva, dan ia berbisik lirih tepat ditelinga Reva " Aku menyayangimu sayang" kini ulah Raditia membuat Reva hanya mematung, dan wajahnya nampak merona merah.


Raditia hanya tersenyum dan berlalu pergi ke kamar mandi untuk membersikan diri.


" Satu sama sayang" gumamnya, sembari tersenyum. Dan melanjutkan aktifitas membersihkan tubuh.


Reva masih tak percaya, ia terus memegangi pipinya. Semalam dia yang berulah, kini Raditia membalasnya. Reva terus berangan dalam lamunannya. Dengan tiba-tiba ada dua tangan yang melingkari pinggangnya. Merasa ada yang mendekapnya kesadaran Reva kembali.


" Hey, lancang sekali kau, lepaskan aku, lepaskan aku" Reva meronta-ronta sembari mencoba melepaskan diri dari lelaki itu.


Namun tidak dengan lelaki itu ia tak melepaskan pelukannya. lelaki itu malah mempererat pelukannya. Dengan sekali gerakan Reva menginjak kaki lelaki itu, dan alhasil Reva terlepas dari dekapan lelaki itu.


" Auwww.... Sayang ini aku" jerit Raditia yang kesakitan.


" Hah, Raditia. Dasar nakal, salah sendiri kenapa mengagetkanku" Reva pun berbalik menghadap Raditia yang meringis kesakitan memegangi kakinya.


" Habisnya sedari tadi melamun saja, aku panggil gak nyahut-nyahut" Terlihat Raditia memijati kakinya.


" Maafkan aku sayang, apa tadi terlalu keras, apa rasanya sangat sakit" Reva menundukkan kepala.


" Ti...tidak apa-apa" Rasanya pipi Reva seperti terbakar mengingat kejadian tadi, pipinya nampak memerah.


" Kenapa dengan pipimu sayang, apa kamu menginginkan ini" Raditia mendekatkan wajahnya kehadapan Reva. Seakan tau apa maksud Raditia, ia langsung bendiri dan menghindarinya.


" Dasar genit" Reva mencibir Raditia, yang mupeng.hehe😅


" Genit, genit juga sayang kan" cibir Raditia ganti, berjalan mendekati Reva.


" Ya, apa boleh buat. Karena hatiku teramat syukak pada paras tampan ini" Goda Reva sembari mencubit pipi Raditia. Mereka pun tertawa bersama.


" Sudah yuk balik" ajak Reva, mereka pun keluar dari ruang dan menuju ruang administrasi.


Raditia melunasi biaya perawatan Reva. awalnya Reva menolak, tapi apa boleh buat. Reva tak membawa tas kecilnya yang berisi dompet dan perlengkapan lainnya.

__ADS_1


Taksi online yang dipesan Raditia pun datang, perjalanan mereka kembali ke hotel membutuhkan waktu 15 menit. Disepanjang perjalanan, mereka terlihat bercanda gurau. Senyuman, demi senyuman terlihat diraut wajah mereka berdua.


Kedatangan Reva disambut oleh ketiga sahabatnya, bu Lesti dan juga Dian tak mau ketinggalan.


" Reva sayang, gimana keadaanmu sudah benar-benar sehatkan?" Bu Lesti menghampiri Reva dan memeluknya.


" Alhamdulillah bu, Reva sudah baikan, dan sehat bu" Reva memeluk bu Lesti tak kalah hangatnya.


" Syukurlah sayang" Bu Lesti merenggangkan pelukannya mendengar panggilan sahabat Reva.


" Reva..." Jerit ketiga sahabatnya, dan berhamburan memeluk Reva.


" Jangan sakit-sakit lagi ya, jangan bikin kami takut lagi" Tria menahan kesedihannya, dengan mata yang terlihat berkaca-kaca.


" Iya, makasih ya kalian udah jagain dan ngurus aku"


" Sini-sini peyuk babang Dian juga dong, kan babang Dian yang anter keklinik" Dian berjalan ke arah ciwi-ciwi yang berkerumun memeluk Reva.


" Heh, lancang. Maju kalau mau gue gibeng" tiba-tiba saja Raditia menghadang Dian.


" Ampun bos. Cuma bercanda, gak lagi-gak lagi" ucap Dian sembari mengangkat kedua tangannya dan menggelengkan kepala.


" Sudah-sudah ayo masuk anak-anak kita sarapan, setelah itu kita lanjutkan perjalanan lagi" perintah bu Lesti, mereka pun bergegas masuk ke restoran.


Setibanya mereka didalam restoran, terlihat semua telah duduk rapi dimeja masing-masing dengan sepiring hidangan dan satu gelas minuman.


Nampak terlihat pandangan semua mata mengarah ke pada Reva. Seakan-akan tatapan mata mereka menanyakan keadaan Reva. Reva menatap semua yang ada di sana dan tersenyum ramah. Mencoba memberitahukan bahwa ia sudah baik-baik saja.


Mereka menuju meja prasmanan yang sudah terisi dengan berbagai hidangan. Raditia membawa dua piring besar untuknya dan Reva. Reva memilih Nasi goreng dan Ayam goreng untuk sarapannya.


Setelah selesai menyantap sarapan pagi itu. Semua murid kembali ke bis masing" untuk melanjutkan perjalanan berikutnya.


Tak terasa ini adalah hari terakhir mereka liburan, dan besok sudah kembali lagi ke rutinitas belajar mengajar.

__ADS_1


Terlihat sekali raut wajah Reva yang bahagia. Bagaimana tidak bahagia, jika selama liburan ia selalu didampingi oleh kekasih hatinya.


__ADS_2