ASISTEN PRIBADI RASA ISTRI

ASISTEN PRIBADI RASA ISTRI
Part 12 {Gara-gara pintu mobil}


__ADS_3

Setelah menempuh waktu yang cukup lama akhirnya kami telah sampai disalah satu villa yang di sewa oleh bos Daniel. Ya walaupun villa ku dan Bos Daniel berbeda namun kami bersebelahan.


Bos Daniel turun lebih dahulu dan membukakan pintu untuk Stella. lalu aku tersenyum sendiri, melihat Yohan turun dari mobil membuat aku semakin tersenyum. namun lama kelamaan senyumku luntur karena Yohan tak kunjung membuka kan pintu untukku hanya berdiam diri seperti orang bodoh.


"Kemana Anna? kenapa dia tidak turun-turun?" tanya Stella kepada Yohan.


"Mungkin dia sedang mencari sesuatu, nona." jawab Yohan dengan canggung.


karena kesal didalam mobil, dia membuka pintu mobil dan menutupnya dengan kasar. Ia menatap tajam Yohan.


"Kau ini! aku lelah karena kau tak kunjung membukakan pintu untukku, aku juga ingin seperti Bos Daniel yang romantis kepada nona Stella." oceh ku marah-marah didepan Yohan.


Yohan baru sadar ternyata ini alasannya kekasihnya tak kunjung keluar karena berharap ingin dibukakan pintu mobil olehnya. Ia hanya menggaruk lehernya yang tidak gatal dan tersenyum miris. Bagaimana dia tahu kalau seperti ini jika mengunakan mobil sedangkan dua setiap keluar dengan Anna selalu mengunakan motor miliknya.


"Ya sudah ayo kita reka ulang." ajak Yohan dengan halus, mencoba menenangkan kekasihnya yang marah karena ulahnya.


"Tidak mau. sudah telat." jawabku dengan jutek.


"Kalian ini berantem terus. ayo cepetan kita ke pantai aku sudah tidak sabar kesana." ajak Stella dengan girang. Bahkan tanpa menunggu jawaban dari mereka dia sudah Manarik tangan Daniel agar menuju pesisir pantai.

__ADS_1


Melihat betapa romantisnya Bos Daniel dan nona Stella membuat aku tersenyum. Lalu aku merasakan tanganku digenggam oleh seseorang, saat aku menengok ternyata adalah Yohan.


Ia tersenyum manis kepadaku, akupun membalas senyuman manisnya. Aku tidak bisa marah lama-lama kepada Yohan. Yohan memang sering membuat ku marah karena dia yang sangat-sangat tidak memahami seorang wanita membuat aku terkadang frustasi dan semakin jatuh cinta kepadanya.


lalu ia menengok ke belakang melihat Alex yang berdiri dengan dikelilingi beberapa pria berbadan besar.


"Kau mau ikut Alex?"


"Aku memantau disini saja. nikmatilah liburan kalian." aku menganggukan kepalaku saat mendengar jawaban Alex.


"Ayo sayang kita jalan-jalan." aku mengandeng lengan Yohan dan berjalan bersama.


berjalan-jalan disepanjang jalan dan memberi beberapa makanan. Bermain pasir dan menikmati sepoy-sepoy semilir angin pantai yang menyejukkan. Menikmati indahnya pemandangan indahnya matahari terbenam.


pertama kalinya aku melakukan hubungan intim di tempat terbuka. Tepatnya saat aku berenang di kolam renang dan Yohan datang dengan tiba-tiba langsung menyerang ku dan berakhirlah aku terbaring lemas di atas rerumputan.


"Yohan kau nafsuan sekali." gerutu ku kesal karena Yohan badanku jadi tertempel beberapa rumput.


"Tapi kau menikmatinya kan? aku suka melakukannya di tempat terbuka." aku terkekeh. Yohan mengangkat tubuhku dan memasukkan aku kedalam villa.

__ADS_1


ia membaringkan ku di atas ranjang lalu aku memeluk lehernya dan mencium lehernya. Aku mengukuhkan tubuhku menjadi dia yang berada di bawahku. ku dekatkan bibirku ketelinga nya dan mengemutnya.


"Kau mau aku diatas sayang?" tanyaku dengan sensual lalu mengigit kecil telinga Yohan membuat sengatan ditubuh Yohan mulai bereaksi lagi.


"Kau sangat terlihat hot saat berada diatas." aku tersenyum mendengar pernyataannya barusan.


lalu selama permainan aku lebih dominan, membuat Yohan mengerang kenikmatan karena hebatnya permainanku. sampai dibuat lelah Yohan.


...❤️❤️❤️...


Stella terdiam. Ia termenung dengan kepala yang diusap lembut oleh Daniel. Posisi kepalanya sedang berada diatas dada Daniel.


"Daniel jika nanti aku hamil bagaimana?" tanyaku dengan pelan.


"Jika kau hamil, maka kau harus berhenti dari pekerjaanmu itu dan cukup mengurus ku dan calon anak kita ini." jawab Daniel dengan tegas.


"Baiklah-baiklah sayang aku paham." ucapku sambil terkekeh namun di balik itu wajahku terlihat khawatir dan banyak memikirkan sesuatu.


ada satu hal yang aku sembunyikan kepada Daniel, ingin rasanya aku mengatakannya namun aku tidak berani.

__ADS_1


aku takut.


aku takut Daniel marah. Kemarahan Daniel sangat sulit reda, bahkan aku pernah menjadi sasarannya karena kesalahanku dulu. untung saja ada Nathan dan Alex disana jadi aku bisa lepas dengan selamat.


__ADS_2