ASISTEN PRIBADI RASA ISTRI

ASISTEN PRIBADI RASA ISTRI
Part 36


__ADS_3

Cris baru pulang bekerja ketika hari sudah petang. dia membuka pintu rumah ibu tirinya itu, "Aku pulang."


"Cris, kau kah itu?" tanya ibu Sarah.


"ya ibu." jawabku sembari melepaskan jaket.


"Ini ada paket dari kota untuk mu." ibu menyerahkan kotak yang cukup besar kepadaku. ku perlihatkan tidak ada nama pengirim paket.


"Mandi lalu makanlah. ibu tadi masak ayam goreng."


"ya Bu." ku bawa paket itu kedalam kamar. lalu membukanya. aku tersenyum ketika melihat isi paket didalamnya. ada sebuah botol minum dan tepak makan serta sebuah jaket didalamnya.


ada kartu ucapan bertulisan, 'HBD CRIS' aku sudah tau siapa pengirimnya. ya hari ini adalah hari ulang tahunku yang ke 27 tahun. selama beberapa tahun terakhir ini memang aku sering mendapatkan kado ulang tahun tanpa nama pengirim. setelah aku telusuri ternyata adalah Anna orangnya.


Aku tau maksud dia mengirimi aku botol minum dan tepak makan tujuannya agar aku tidak telat makan karena aku memiliki penyakit maag dan baru kemarin kemarin kambuh.


lalu aku menemukan sebuah surat didalamnya. setelah ku baca dengan perlahan ternyata ada sebuah berita lowongan kerja di sebuah hotel.


"Aku tau kau ingin bekerja di hotel. Datanglah ke sana. Berikan kartu." begitulah kira-kira isi dari tulisan yang ada.


"AYAH....IBU...."


**************************************


"jadi kau ingin konsep hitam putih sayang?"


"Ya aku menyukainya."


"Baiklah. catat itu." perintah Daniel kepada WO.


"Baik pak, untuk menu makanan nanti akan saya kabari lagi nanti. bapak dan ibu bisa mencicipinya sebelum hari H untuk menghindari rasa yang kurang pas atau ingin mengenti menu tersebut." jelas WO dengan ramah.


"Baik, terima kasih atas bantuannya." ucap Anna dengan lembut.

__ADS_1


hari ini sangat melelahkan bagi Anna. Acara pernikahan mereka dua Minggu lagi. Membuat dia pusing dibuatnya.


"Kau lelah sayang?" aku menengok ke arah Daniel. ku sandarkan tubuhku di tubuh Daniel.


"hmmm" jawabku dengan deheman. lalu ku pejamkan mataku menikmati pelukan dan kehangatan Daniel.


perjalanan pulang ke rumah orang tua Daniel terasa sangat lama bagiku. terpejamnya mataku aku jadi teringat Yohan. Sudah hampir 4 bulan Yohan pergi meninggalkan ku sendirian membawa calon bayi kita.


namun satu bulan terakhir ini aku mencoba untuk menerima Daniel dengan sepenuh hati. Sesuai dengan janjiku kepadanya.


"Boleh sebelum menikah aku mengunjungi makam Yohan, Daniel?" tanyaku dengan pelan takut membuat dia marah.


"Tentu sayang. akan aku temani kau kesana. Sering-seringlah berkunjung kesana, beri dia doa agar tenang." aku menganggukan kepalaku. ternyata Daniel tidak sekejam yang aku kira. dia tidak mengekang ku dan membelaskan ku berbuat apa yang aku suka asal tidak melewati batas.


mendengar dia yang mengijinkan aku sering berkunjung ke makam Yohan saja sudah membuat hatiku tenang dibuatnya.


aku merasa bahwa aku tidak salah menikah dengan daniel.


sedangkan di kamar Antonio dan Sarah mereka tengah beradu argumen masalah pernikahan Anna nantinya.


"Antonio keluarga tuan Saga tidak perlu uang darimu. mereka sudah bisa membiayai semuanya. tidak ada gunanya uang mu di sana nanti nya." Sarah kesal karena suaminya sangat batu untuk di kasih tau. sudah dia bilang berkali-kali namun Antonio tetap ngeyel dengan ucapannya.


"apakah salah seorang ayah ingin membantu putrinya menikah?" Antonio tertunduk sedih, wajahnya tampak murung karena keinginannya tidak di setujui oleh istrinya.


Sarah yang duduk di samping Antonio pun sama tertunduk dibuatnya.


"Tidak salah Antonio. aku hanya tidak ingin kamu menanggung malu di hadapan keluarga besar tuan Saga. kau tau kan kita beda kasta dengan mereka."


"Sarah aku akan bekerja dengan keras satu Minggu ini, aku akan mengumpulkan uang untuk pernikahan Anna." Antonio mengatakannya dengan sangat serius.


satu Minggu berlalu, hari ini keluarga Antonio kecuali Eveline dan suaminya sudah sampai di rumah Anna. lebih tepatnya rumah Atha, karena Atha yang membeli namun atas nama kakaknya.


Sarah, Antonio dan cris datang satu Minggu sebelum acara pernikahan Anna atas keinginan tuan Saga dan nyonya Margaret sendiri.

__ADS_1


hubungan Anna, Atha dan ibunya baik-baik saja ya walaupun Anna dan Atha sangat anti bersentuhan dengan Antonio, ayah tiri mereka.


"Anna." Antonio memegang lengan putri tirinya itu. namun dia langsung sadar ketika mata putri tirinya menatap tangannya yang dengan lancang menyentuh putri tirinya itu.


dia ingat. putri tirinya sangat anti bersentuhan kepadanya. layaknya sebuah najis ketika di sentuh olehnya Anna akan marah-marah.


namun kali ini berbeda, Anna hanya diam saja dengan sorot mata yang berbeda dari biasanya.


"Apa?"


dia gugup sendiri ketika akan berbicara, dia melirik ke arah istrinya dan cris yang tampak tersenyum untuk menyakinkan dia.


"Dia merogoh kantung celananya dan mengeluarkan amplop coklat yang didalamnya berisikan sebuah uang.


ia menarik nafas panjang dan menghembuskan ya secara perlahan, senyumannya lebar menatap putri tirinya itu.


"Ini om ada uang 10 juta untuk biaya pernikahan kamu. Om tau pasti uang segini tidak ada apa-apanya ya kan? tapi om sangat ingin membantu kamu sebagai orang tua Anna. Di terima ya?" ia menyodorkan amplop coklat itu namun Anna hanya menatap amplop coklat itu lama tanpa ada niatan untuk mengambilnya sama sekali.


harapannya pupus, pada akhirnya dia tidak akan pernah diterima oleh kedua anak tirinya itu. sekuat apapun dia mencoba mengambil hari anak tirinya tidak akan bisa.


"Ayah...." ia tertegun. menatap Anna dengan tatapan tidak percaya.


"ap-apa anna? om tidak dengar. ulangi sekali lagi coba?" ia mendadak tuli seketika dan sangat ingin mendengar perkataan Anna tadi.


"ayah...maaf...." belum sempat dia bernafas tubuhnya sudah di tubruk oleh tubuh tinggi Anna yang memeluknya dengan erat.


"hiks...maafin Anna ayah...."


"Anna salah...maaf hiks..." Anna menangis di pelukan ayah tirinya itu. sekarang dia sadar bahwa apa yang dia lakukan selama ini salah kepada ibu dan ayah tirinya itu.


"tidak-tidak. yang salah itu saya jadi saya yang harusnya minta maaf. maafkan saya Anna yang sudah merebut kebahagian kamu." Antonio membelanya dengan tak kalah erat dari putrinya ini.


Sarah yang melihat itu pun merasa terharu di buatnya. Antonio yang melihatnya memintanya untuk masuk ke dalam pelukannya. Sarah masuk ke dalam pelukan suaminya yang juga tengah memeluk putrinya itu.

__ADS_1


dia menarik cris dan Atha agar ikut berpelukan juga.


pada akhirnya mereka berdua saling memaafkan dan menangis sekaligus meminta maaf satu sama lain.


__ADS_2