
"Aku juga ingin punya anak. Tapi tidak malam ini Yohan, besok aku akan pergi ke luar kota karena ada pertemuan bersama Bos Daniel."
Yohan memajukan bibirnya kesal. Padahal kan dia sedang ingin. Sebuah ciuman diberikan Anna untuk Yohan yang tampak merajuk karena tidak bisa mengambil jatah.
"Tak apa sayang, besok kita masih bisa melakukannya hmmm"
"Aku penginnya sekarang. Janji hanya satu ronde." ia memohon kepada Anna agar mau menuruti kemauannya. Bahkan tangannya sudah kurang ajar masuk ke dalam lingerie yang Anna gunakan.
*******-***** gundukan lembut itu dengan gemas.
"Sekali tidak ya tidak." Anna tidak percaya dengan janji yang Yohan berikan. Dia tidak yakin Yohan hanya akan melakukan satu ronde pasti dia akan melakukan lebih.
dengan kesal Yohan mengangkat lingerie Anna membuat kedua gundukan besar itu terpampang jelas di depan wajahnya.
"Baik tidak ada jatah malam ini, tapi jangan ganggu dengan kegiatan ***** ku ini." mulut hangat Yohan langsung melahap putting Anna. Menyedotnya dengan keras seakan menanti sesuatu cairan yang keluar didalam sana.
"hmm...baiklah. tidurlah pria nakal ku." Anna mengatur posisinya agar nyaman. Dia seperti seorang ibu yang tengah memberikan asi kepada anaknya saat ini.
Yohan memainkan payudara satunya yang menganggur. Matanya menatap ke arah wajah Anna yang terpejam mencoba untuk tidur.
__ADS_1
****************************💨💨💨💨💨
Dalam hati Anna merinding menatap kelakuan bosnya kali ini. entah apa karena perasaanya saja sikap Daniel setelah putus dengan Stella berubah. Daniel sekarang lebih tampak manusia normal dibandingkan sebelumnya seperti es.
Daniel tidak mau melepaskan genggaman tangannya selama acara pembukaan cabang baru kantornya.
bahkan ketika hendak bersalaman dengan kolega bisnisnya pun tangan ku di apitkan ke lengannya.
"Bapak lepas, pegel tanganku." keluhku yang tidak di turuti sama sekali sedari tadi.
"Diam Anna jangan membuat mood ku hancur sekarang." aku pun diam tidak mau mendapatkan Omelan darinya.
"Atha akan aku tempatkan sebagai tangan kanan ku, kau tau akhir akhir ini aku sibuk sekali. Dan aku putuskan Alex akan membantu pekerjaan ku sebagian dan Atha akan mengantikan posisi Alex." aku menganggukan kepalaku mendengar penjelasannya.
"Lalu apa Atha akan tinggal bersamamu bos?"
"Terserah Atha. Tapi saat bertemu dia ingin tinggal dengan mu."
"baiklah, aku bisa merawatnya juga sekalian."
__ADS_1
"Bos mau makan?" tawarku kepadanya. Dia menganggukan kepalanya. akhirnya aku bisa bernafas dengan lega karena tangannya tidak menggenggam tanganku lagi yang sekarang sudah terasa kebas.
"Kemari Anna, ku suapi. aku tau tanganmu kebas kan?" ucapnya dengan senyum manis yang terukir di bibirnya.
aku memberikan tatapan kesal, "Ini juga karena ulah mu bos kalau anda tidak lupa?" ku putar bola mataku malas.
"Yayaya sekarang makanlah, aku pun lapar sekali sedari tadi." dengan menurut Anna menerima suapan demi suapan yang bosnya itu berikan tanpa sadar jika dia dan bosnya mengunakan satu sendok yang sama. karena Anna tidak fokus, matanya bergerak kesana kemari menikmati acara yang diselenggarakan dengan begitu mewah nya.
ketika Daniel minum, botol yang yang Daniel berikan juga bekas Daniel. Daniel tersenyum melihat wanitanya yang begitu penurut saat ini.
ok dia memang sengaja melakukan ini karena dia ingin berbagi kasih bersama Anna. karena jam kerja Anna sekarang hanya pagi sampai sore tidak seperti dulu dari dia tidur sampai tidur lagi. ini semua karena ulah pria tuli itu yang membuat wanitanya berubah.
karena pernikahan konyol yang dia yakini tidak akan pernah di langsungkan dan berhentinya Anna dari pekerjaan setelah menikah nanti.
memikirkan itu semua membuat Daniel rasanya ingin mengamuk saja.
meminta bantuan kepada ayahnya pun, ada mamahnya yang melarangnya untuk melakukan itu.
brengsek.
__ADS_1