
Aku dan Yohan saling terdiam. Hari ini sampai 2 Minggu kedepan aku akan libur dari pekerjaanku.
Aku putuskan untuk tinggal di apartemen Yohan. Aku dan dia sedang duduk bersama di balkon. ku peluk pinggangnya dan ku letakan kepalaku di dadanya.
"Athanasius akan datang kemari. Apakah boleh jika nanti dia tinggal bersama kita?"
"Bukannya dia akan tinggal bersama Daniel nanti."
"Aku tidak tahu."
"Kapan dia kesini?"
"Secepatnya. Tadi aku dan Tuan Saga sempat berbincang mengenai kemunduran diriku." Yohan hanya diam, ia membuat tubuh Anna merinding karena jarinya yang bermain di punggung Anna menggambar bentuk abstrak disana.
"Lalu?"
"Awalnya dia menahan ku, namun aku menjelaskan semuanya. Kau tahu keluargaku turun-temurun telah mengabdi kepada keluarga Tuan Saga."
"Berapa generasi?" tanya Yohan.
"Sudah 4 generasi. Berawal dari Buyut ku, lalu Kakek ku, lalu Ayahku dan aku."
__ADS_1
Yohan terkekeh mendengar penjelasan Anna, "Sayangnya kalian tidak naik pangkat ya."
aku mengerutkan keningku binggung, "Naik pangkat?"
Yohan tersenyum lalu mengecup bibirku sekilas.
"Ya seperti menjadi menantunya misal." aku tertawa mendengar penuturan dari Yohan.
"Yohan...Yohan....tentu mereka mencari menantu yang sepantaran dengan mereka. Aku bukan apa-apa di mata mereka. Aku hanyalah butiran debu yang berguna saja bagi merek."
"Tapi, semua musuhnya mengincar mu Anna. Yang aku takutkan nanti adalah saat kita sudah menikah nanti. Aku takut kau masih menjadi incaran mereka."
aku terdiam, benar juga ucapan Yohan. Kenapa aku baru kepikiran sekarang? ah bodohnya aku.
"Kau yakin?" ada nada tak percaya dari Yohan.
"HM...aku yakin. Setelah kita menikah Aku Kan keluar dari pekerjaanku. Tuan Saga bilang jika ia butuh bantuan ku maka aku harus datang membantunya. Apakah boleh?"
"Boleh, aku tidak melarang mu untuk bertemu dengan mereka lagi. Mereka sudah banyak membantu mu dari generasi ke generasi."
"Kau sangat pengertian Yohan. Aku suka itu." Aku menarik tengkuknya dan mencium bibirnya yang disambut hangat olehnya.
__ADS_1
Yohan menarik pinggangku membuatku lebih menempel dengan tubuhnya. Meremas pantatku dan terjadilah apa yang seharusnya terjadi.
tengelam dalam kenikmatan duniawi. Sama sama melepaskan sampai ke puncak. Memberikan kepuasan dan kenikmatan.
...***...
Selesai dengan beberapa ronde dengan istirahat di setiap ronde nya sekitar 30 menit. Dua sejoli ini masih belum melepaskan penyatuannya. Ditambah Yohan yang masih berada di atas tubuhnya dengan tangan kirinya yang meremas buah dadanya sedangkan mulutnya menyusu di buah dadaku.
Yohan sudah persis seperti bayi yang kehausan saat ini. Jahilnya Yohan mengerakkan dengan pelan dibawah sana membuatku berdesis lirih dibuatnya.
"Ah...Yohan jangan menggodaku." ucapku kesal karena pria mesum didepan ku ini ternyata tidak lelah-lelah.
Dilihat polos ternyata Yohan adalah bandar bokep. Sial, ia baru tahu fakta tentang ini barusan. Dimana Yohan memintaku melakukannya sambil menonton film biru, Yohan meniru setiap adegan yang ditayangkan.
Aku sedikit terkejut dengan sifat liar Yohan di atas ranjang. Namun aku menikmatinya. Aku suka pria yang liar dan kasar ketika di atas ranjang.
Yohan terdengar mengeram. Ia mencengkram kuat salah satu buah dadaku dan buah dadaku yang lainnya ia sedot dengan kencang, berharap ada air yang keluar dari sana. Perlakuan Yohan membuat aku mengerang seketika.
"Aku mau lagi." baru saja aku hendak protes kepadanya, Mulutku yang terbuka langsung di sumpalnya mengunakan bibirnya. lidahnya membelit lidahku.
sedangkan dibawah sana sudah bergerak tidak beraturan, aku mencakar punggung Yohan hingga membekas.
__ADS_1
aku tak perduli, yang terpenting aku mempunyai pelampiasan saat melakukannya.