
Sudah satu Minggu berlalu, sekarang keadaan sudah sangat membaik hanya bekas luka saja yang masih tertinggal.
Ia keluar dari ruangan bosnya, namun ia malah bertemu dengan Alex.
"Alex." panggilnya membuat Alex menatapnya.
"Terima kasih karena sudah menolong ku ya..." ucapku lalu berlari kecil dan meraih tangan kanannya.
"Sama-sama. apakah kau sudah baikan?" tanya Alex menyentuh pundak ku. Aku menganggukan kepalaku, lalu aku memeluknya.
"Aku sangat berterima kasih kepadamu. mungkin jika kau tidak datang aku sudah mati dan jasadku sudah dimakan oleh ikan waktu itu."
"Berterima kasihlah kepada Bos. Ya sudah aku pergi dulu, ada urusan dengan bos." aku mengangguk dan melepaskan pelukanku.
lalu Alex pergi meninggalkan ku, lalu aku turun ke bawah mencari kopi dan jajanan untuk camilan Bos dan beberapa karyawan yang membantu Bos.
aku masuk ke dalam salah satu kafe dan memesan beberapa minuman dan camilan seperti biskuit dan kue.
selagi menunggu pesanan ku jadi, aku membuka ponselku dan menelfon Yohan.
"Halo..."
"Maafkan aku, aku tidak memberi tahu mu."
"Aku sudah sehat."
"Iya, kau pulang bukan hari ini?"
"Ayolah temui aku. aku rindu sekali denganmu."
"Ayolah sayang jangan marah lagi, aku minta maaf, aku pikir jika aku mengabari mu tentang keadaanku kau akan kepikiran dan tidak fokus dengan pekerjaan mu nantinya."
"Datanglah ke Rumah Bos Daniel, tunggu aku pulang ya."
"Tak apa, nanti akan aku kenalkan dengan Bos ku secara langsung."
"Dia tidak akan marah, sayang. percayalah padaku."
"Baiklah, hati-hati dijalan."
"Ya, aku sayang kamu."
Lalu panggilan terputus oleh Yohan. Aku tersenyum setelah melakukan panggilan bersama Yohan.
__ADS_1
Rindu sekali aku kepada kekasihku ini. Sudah 1 Minggu kami tidak bertukar kabar, rasanya rindu ini akan terbalas nanti saat pulang nanti.
*********************❤️❤️❤️******************
"Ini untuk Bu Yasmin." aku meletakan es Americano dan beberapa biskuit di meja mereka masing masing.
"Terima kasih Bu Anna." aku tersenyum. setelah selesai memberikan mereka makanan dan minuman aku masuk ke dalam ruangan bos dengan senyum mengembang.
"Bos, ini kopi panasnya dan aku membelikan bos kue, apakah bos mau?"
"Taruh saja di situ." aku mengangguk dan menaruhnya di samping meja.
"Bos maaf menganggu waktunya." ucapku dengan sopan.
"Kenapa?" Daniel tetap fokus kepada dokumen dan laptopnya tanpa menatap lawan bicaranya.
"HM, kekasih saya akan datang boleh kan dia datang ke rumah bos?" tanyaku dengan hari-hati takut dia marah.
mendengar hal itu sontak membuat Daniel menghentikan aktivitasnya dan menatap asisten pribadinya itu dengan tajam.
"Kekasihmu?" aku menganggukan kepala ku.
"Baik, tapi urus aku dulu setelah itu aku bebaskan kau dari tugas-tugas mengurus diriku."
"Terima kasih Bos."
setelah itu aku pamit undur diri."
waktu terus berputar, sampai akhirnya tiba saatnya waktu pulang. Yohan sudah berada di mansion megah dan mewah milik Bos kekasihnya itu.
ia menatap kagum pada pemandangan di depannya ini, ada rasa cemburu mengingat kekasihnya bekerja layaknya seorang istri.
"Apakah kau mencintai bos mu itu? jika di bandingkan dengan ku, dia lebih sempurna segala-galanya. aku yang tuli bisa apa tanpa alat ini." Yohan memegang alat BTE miliknya. Ia tersenyum miris.
"Tapi aku yakin jika kekasihku adalah orang yang setia. setelah menikah dia berjanji akan berhenti bekerja lagi." lalu ia berbalik ke belakang saat mendengar suara mobil.
mungkin itu kekasihnya dan bosnya, dan benar saja kekasihnya turun bersama dengan bosnya.
"Yohan..." aku tersenyum saat dia memanggilku.
aku berjalan mendekatinya, "Kau sudah lama menunggu?"
"Lumayan."
__ADS_1
"Maafkan aku, tadi dijalan sedikit macet." aku hanya tersenyum dan menganggukan kepalaku paham.
"Ah Yohan perkenalkan dia Bos ku, dan Bos perkenalkan dia Yohan kekasih saya."
Daniel dan Yohan berjabatan tangan, "Daniel." ucap Daniel dengan senyum yang tipis.
"Yohan." jawab Yohan dengan senyum juga.
lalu Daniel melenggang pergi membuat Anna kelabakan sendiri, "Sayang maafkan aku, ayo ikut dulu."
aku dan Anna berjalan bersama lalu Anna mengantarku ke dalam kamarnya dan menyuruhku menunggu dirinya setelah selesai mengurus Bosnya itu.
Aku mengitari kamar Anna, banyak sekali fotoku dan fotonya yang dia pajang di dinding.
Mataku terpaku melihat bingkai yang cukup besar tertempel di dinding. Terdapat foto kami yang terlihat mesra.
aku menyentuhnya dan tersenyum. Sekarang aku merasa bahwa cinta Anna kepadaku begitu sangat besar.
suara pintu terbuka mengalihkan pandangan ku, "Kau sudah selesai?"
Anna tampak menganggukan kepalanya dan menutup pintu. Aku duduk di atas ranjang lalu tanpa di duga Anna mendorong tubuhku hingga aku telentang.
Anna mencium bibirku dengan pelan namun terkesan mesra. Aku membalasnya juga dengan lembut.
ku raih tengkuknya dan menarik pinggangnya, membuat dia sepenuhnya menindih tubuhku.
ciuman kami yang awalnya pelan sekarang berubah menjadi ciuman liar dan penuh akan nafsu.
entah sejak kapan, kancing kemejaku sudah terbuka dengan sempurna dan kemeja yang Anna kenalan juga sudah lepas dari tubuhnya.
ciuman Anna turun ke leherku, menyesapnya dan menggigitnya yang membuat aku meremas pahanya dan menaikan rok spannya membuat ********** terlihat.
ciuman Anna semakin turun ke bawah sampai ke wajah pusar ku, Seakan sadar dengan apa yang akan kita lakukan. aku mengangkat kepalanya.
Ku tatap wajahnya yang memerah menahan nafsu yang melanda tubuhnya. Ia merangkak kembali ke arahku lalu mencium bibirku dengan buas.
Aku pun membalasnya, aku yakin janji yang kita buat untuk melakukannya saat sudah menikah sirna seketika karena kelakuan nakalnya.
aku akui aku ini lelaki yang culun. Ini pertama kalinya aku melakukan hubungan intim. Perlakuan yang Anna berikan membuat seluruh tubuhnya merinding dan bergetar secara bersamaan menikmati sentuhan yang diberikan Anna secara sensual.
bibir Anna sibuk ******* bibirku, ku rasakan jemarinya mengelus sesuatu inti dibagian bawahku sontak aku mengeram dan mengigit bibirnya.
kami saling bertatap muka, dengan nafas yang tersengal-sengal.
__ADS_1