ASISTEN PRIBADI RASA ISTRI

ASISTEN PRIBADI RASA ISTRI
Part 15 {Kesalahan Anna}


__ADS_3

Aku berlari memasuki kamar Bos Daniel. Deru nafasku memburu. Buru-buru aku masuk kedalam kamarnya mengambil perlengkapan kerjanya, seperti baju, jam tangan parfum dan laun-lain sebagainya.


Setelah selesai aku keluar dari dalam kamar dan bersandar di didepan pintu dengan memegang lutut ku yang terasa sakit.


"Aku telat membangunkannya, apakah aku akan di hukum olehnya?"


"Ah ini semua gara-gara Yohan yang mengajak aku mengobrol sampai tengah malam." Ya inilah alasannya dia bangun kesiangan dan lupa membangunkan sang bos pagi hari karena Yohan yang meminta panggilan Vidio call dan memintanya menemaninya sampai tidur.


Baru saja dia lega bernafas dengan teratur, tubuhnya sudah ambruk ke belakang karena pintu yang dibuka secara tiba-tiba.


"Eh...aduh..." aku meringis kesakitan dengan memegang bahuku, aku bangkit dan langsung berdiri.


Tak berani mendongakkan kepalaku, sedari tadi aku menundukkan kepalaku. Aku berlutut didepan Bos Daniel, mengangkat 1 kakinya dan membersihkannya lalu memakaikan kaos kaki dan sepatu miliknya begitupun dengan kaki satunya.


Selesai dengan masalah Sepatu, aku mengambil dasinya dan memasangkan dasi dileher bos Daniel. Dengan sedikit keberanian aku mendongakkan kepalaku dan tersentak kaget saat mendapatkan tatapan tajam dari bos ku itu yang langsung membuat ku menundukkan kepalaku.


Dengan gemetaran aku memasangkannya dasi. Selesai dengan dasi aku membantunya memakai jas kerjanya. Aku gelagapan saat tiba-tiba bos pergi meninggalkan aku.


Membuat aku setengah berlari mengikuti langkah kakinya. Saat melewati ruang makan, aku sedikit melirik ke arah meja dan mendapati makanan masih utuh seperti tak tersentuh sama sekali.

__ADS_1


aku meneguk ludahku kasar saat melihat itu. Selama perjalanan yang kurasakan adakah hawa dingin yang mencengkram. Wah setelah sekian lama akhirnya aku merasakan hawa yang biasanya selalu keluar dari dalam diri bos Daniel.


Sekarang baru dia mengeluarkannya lagi. Aku membukakan pintu untuk bos Daniel. Ia langsung keluar begitu saja dan masuk kedalam kantornya.


Aku menunggu diluar ruangannya sampai nanti Nathan kembali.


"AKU TIDAK MAU TAHU POKOKNYA UNDUR SEMUA JADWALKU HARI INI." teriakkan menggema bos Daniel sampai ke depan ruangan membuat aku dan beberapa tim lainnya menengok ke arah ruangan bos Daniel secara bersamaan.


Lalu keluarlah Nathan dengan wajah tegangannya, ia menatap teman timnya dan menggelengkan kepalanya dan sontak membuat mereka menundukkan kepalanya lesu.


Itu artinya mereka akan lembur karena bos mereka yang sedang sensitif dan tidak mau menerima kesalahan sedikit pun.


"Kau apakan bos Daniel, Anna?" tanya Nathan dengan tegas.


"Kau berhasil membangunkan singa yang tertidur setelah sekian lama." Bu Katie menggelengkan kepalanya melihat ku. Aku menatap mereka satu persatu.


"Maafkan aku, aku telat membangunkannya. Aku lupa menyiapkan air mandi untuknya dan aku lupa mengajaknya sarapan pagi." sontak tubuh ketiga orang itu mendadak lemas seketika.


"Kau terkena masalah besar Anna." ucap Bu Sofi, membuat wajahku pucat seketika.

__ADS_1


"ANNA...." teriakan dari dalam mengejutkan kita berempat.


"Cepat masuk Anna atau si singa itu akan mengamuk lagi." dengan dorongan dari ketiga temannya itu aku berhasil masuk kedalam ruangan bos Daniel.


Bola mata kami saling bertemu, mata bos Daniel yang menatapku tajam sedangkan mataku yang menatapnya dengan penuh iba. Mendapati raut wajahnya yang penuh amarah membuat aku membuang pandanganku kesembarang arah.


"Jongkok dipojok sana. RENUGGILAH APA KESALAHAN MU DI PAGI INI?" Daniel berteriak diakhir kalimatnya, membuat Anna terlonjak kaget dibuatnya.


"Maafkan saya bos." ucapku sambil membungkukkan badanku lalu menuruti apa kata bos Daniel agar dia sedikit iba kepadaku.


Daniel menatap punggung asisten pribadinya dengan tajam, ia mengatur emosinya yang entah kenapa pagi ini terasa sangat marah sekali.


Mulai dari sang asisten yang tidak membangunkannya tidur, tidak menyiapkan air mandi dan tidak mengajaknya makan pagi membuat pikirannya kacau dengan kelakuan asisten pribadinya.


Serta masalah kantor yang membuat kepalanya hampir pecah dibuatnya.


sementara teman-teman Anna barusan, mereka berdoa untuk keselamatan teman mereka.


"Semoga saja hukuman ringan yang diterima oleh Anna." ucap Bu Sofi.

__ADS_1


"Ya palingan Anna disuruh jongkok dipojokan oleh Pak Bos." timpal Bu Katie.


"Kasihan sekali anak muda itu harus mendapati bos seperti itu." mereka menganggukan kepalanya menyetujui perkataan Pak Sam barusan.


__ADS_2