
Ku tuntun bos Daniel masuk kedalam rumah orang tuanya. Didepan sana sang nyonya besar sudah berdiri menunggu kedatangan pangeran tampannya itu.
"Kemari, Sayang." Daniel melangkah pelan dan masuk kedalam pelukan Ibunya itu yang memeluknya dengan hangat. Mengusap punggungnya dan kepala belakangnya dengan lembut.
"Tak apa-apa. Banyak yang lebih baik dari dia, jangan sedih lagi ya." Ya nyonya Margaret sudah tahu kisah asmaranya dengan Stella si model papan atas yang berakhir miris.
ia menepuk-nepuk bahu Putranya itu dengan lembut.
"Ayo masuk, kau butuh istirahat nanti Mamah bangunkan saat makan malam ya?" Daniel menganggukan kepalanya dan berjalan beriringan bersama sang Ibu.
Aku masih setia berdiri di bawah, tidak akan menganggu kebersamaan antara Ibu dan Anak itu.
ku hembuskan nafasku kasar. Tak berpikir bagaimana isi kepala nona Stella saat ini. Ia sungguh menyayangkan perihal ini.
Aku melangkah keluar dari dalam mansion milik orang tua bos Daniel. Aku melihat mobil milik tuan besar Saga yang terparkir didepan. Sontak aku berlari dengan pelan dan membukakan pintu mobil untuknya.
__ADS_1
Baru saja Tuan Saga keluar dia sudah menanyakan dimana Putranya, "Dimana Putraku?" tanyanya dengan tegas.
"Bos Daniel sedang berada didalam kamarnya bersama dengan dengan Nyonya Margaret, Tuan Saga." lapor ku dengan lancar bahkan sangat hormat kepadanya.
Ya bagaimana tidak mau hormat? orang Tuan Saga yang melatihku agar Berbakat menjadi asisten pribadi Putranya serta menjadi mata-mata Bos Daniel tanpa sepengetahuan dari Bos Daniel.
Ya bisa dibilang aku mempunyai gaji double, satu dari Bos Daniel dan dari Tuan Saga pun aku dapat. Bahagia sekali hidupku ini bukan? uangku mengalir di dua pancuran ATM berjalan.
Tentu gaji yang ku dapatkan tidaklah kecil melainkan sangat besar, makannya aku betah berkerja disini walaupun sebenarnya pekerjaan ku sedikit aneh dan berbahaya.
Karena Tuan Saga telah mempercayakannya kepadaku. Aku adalah anak dari tangan kanan Tuan Saga dulu.
Ayah ku mati terbunuh oleh musuh Tuan Saga saat aku masih kecil. Pekerjaan Ayah sangat berbahaya bahkan sampai mempertaruhkan nyawanya sendiri. Namun, walaupun begitu kesetiaan Ayah kepada Tuan Saga perlu diacungi jempol karena tidak pernah sedikit pun Ayah meninggalkan Tuan Saga ataupun berkhianat.
Bahkan Ayah rela memberikan nyawanya demi rahasia perusahaan Tuan Saga. Dalam aturan yang dibuat oleh Tuan Saga, siapapun yang setia kepadaku maka aku berikan kehidupan layak kepada keturunannya.
__ADS_1
Ucapan Tuan Saga memang tidak pernah main-main. Buktinya aku, keluargaku hidup makmur di desa walaupun Ayah sudah meninggal. Sebagai gantinya aku dibawa oleh Tuan Saga saat usia ku 15 tahun, disana aku dilatih berbagai macam ilmu darinya, ilmu militer, ilmu ekonomi, ilmu bisnis, bahkan sampai tata Krama dan sopan santun pun Tuan Saga ajarkan langsung kepadaku.
Dan akhirnya aku menjadi orang kepercayaan Tuan Saga setelah Ayah. Tuan Saga bilang, keluargaku sudah dari lama mengabdi kepada keluarga Tuan besar sejak buyut ku Hidup, dilanjut oleh Kakekku lalu Ayahku dan sekarang adalah Aku.
Dulu aku bersama dengan Alex dan Nathan dalam pembelajaran bersama dengan Tuan Saga, namun karena aku jauh lebih muda dari mereka yang seumuran dengan Bos Daniel, mereka lulus terlebih dahulu dan meninggalkan aku.
Aku memang masih bisa sekolah, ilmu yang diberikan oleh Tuan Saga hanya akan dia pelajari saat hari Sabtu dan Minggu saja. Ia beberapa kali bertemu dengan Bos Daniel semasa kecil namun tidak se akrab sekarang ini, karena Bos Daniel adalah orang yang pendiam kepada orang baru.
Aku mengikuti Tuan Saga memasuki mansion, sampai diruang tamu aku pun membantu Tuan Saga melepaskan Jas hitamnya.
Tuan saya duduk di sofa lalu menyandarkan tubuhnya ke Sofa yang empuk. Aku berjongkok dan mengangkat kaki Tuan Saga guna melepaskan sepatu dan kaos kaki yang dikenakan oleh Tuan Saga.
Aku mengambil sepasang sandal yang dibawakan oleh Pelayan mansion Tuan Saga dan memakaikannya di Kaki Tuan Saga.
"Panggil istriku kemari."
__ADS_1
"Baik, Tuan." aku berdiri dan membungkukkan kepalaku lalu undur diri dari hadapannya.