
Ku tatap binggung ke arah taman kota. Kata bos, bos akan membawaku ke mansion orang tuanya tapi kenapa membawaku ke taman kota?.
"Kita kesini, Bos?" tanyaku dengan memiringkan kepalaku agar melihat wajah bos ku.
"Iya, merayakan hari bahagiaku."
"Wah, traktir aku ya?"
"Beli apa saja yang aku inginkan boleh?"
"Boleh."
"aaaaaa....terima kasih." tanpa sadar aku memeluk nya dengan erat. Sampai akhirnya Bos Daniel menemukan parkiran kosong.
Kami berdua pun turun dari motor. Lalu kami berjalan beriringan memasuki taman kota yang sangat luas dan banyak pedagang makanan dan mainan yang ada.
"Aku sudah lama tidak ke tempat seperti ini." kataku dengan menatap orang-orang yang berlalu-lalang di taman.
__ADS_1
"Kau suka?" aku menganggukan kepalaku senang.
"Terima kasih karena telah membawaku ke sini."
"Ayo jalan." aku menganggukan kepalaku, lalu kami pun berjalan beriringan.
Kami bermain bersama layaknya seorang teman bukan atasan dan bawahan. Tersenyum lebar sepanjang jalan.
Bermacam-macam permainan kami mainkan. Disini aku tahu jika Bos ku masih memiliki kehidupan yang normal. Ku pikir dia hanya tau tentang bisnis tanpa tau tentang dunia luar yang semenyenangkan ini.
Melihat Bos ku tertawa lepas, membuat ku tersenyum hangat kepadanya. Ku harap dia bisa melupakan masa lalunya yang menyakitkan itu.
Bos Daniel terlihat tampan dengan wajah bule nya. Ku akui Daniel cukup tampan dan menawan namun kenapa pesona Bos Daniel tidak mempan kepadaku?.
hampir 6 tahun aku bekerja bersamanya belum pernah aku merasakan detak jantungku berdegup tak karuan, hanya pertama awal-awal aku bekerja dengannya saja aku selalu deg-degan karena selalu mendapati amarah darinya karena salah ini itulah harus begini lah begitu lah.
Itu dulu, sekarang tidak lagi. aku sudah tahu kebiasaan dia. Ya, semua orang sudah tahu aku ini Beby sister nya Daniel. Bahkan tak tanggung-tanggung mereka mengatai aku adalah istri Daniel. Aku hanya cuek dan menanggapinya dengan senyum. Sedikit tidak enak dengan Bos Daniel karena perkataan mereka, takutnya dia tersinggung.
__ADS_1
Pernah waktu itu, aku tidak mau memakaikannya dasi dan menata rambutnya dengan alasan kita harus berjaga jarak agar terhindar dari gosip miring lagi. Namun nyatanya, aku malah dimarahi habis-habisan nya dan dihukum 3 hari mengitari mansion selama 10 kali setiap hari.
Setelah itu seketika aku tutup telinga dan tidak mendengarkan perkataan mereka dan fokus mengurus bayi besar ku ini.
Untungnya selama ini kami aman-aman saja, terbukti bahwa aku mencintai Yohan dan Bos Daniel mencintai nona Stella, ya walaupun mereka berdua putus karena pengkhianatan kekasih dan sahabatnya.
"Aku lelah, duduk dulu ya." aku menganggukan kepalaku. Lalu kita mencari kursi yang kosong dan duduk.
"Seru sekali hari ini."
"Aku pikir Bos tidak bisa melakukan hal semacam ini. Ternyata Bos ini manusia normal."
"Apa maksudmu manusia normal, hah?" aku menengok ke arah bos Daniel, Tak ku jawab namun aku hanya menatapnya dengan tersenyum.
Entah kenapa, seolah terhipnotis wajah bos Daniel mendekat ke arahku. Tangan kanannya mengelus pipiku dengan lembut, membuat mataku berkedip beberapa kali.
Ku amati, Bos Daniel semakin mendekatkan wajahnya ke arahku dan memiringkan ya. Sontak aku membuang pandanganku, hingga akhirnya bibirnya hanya menempel di pipiku. Aku sudah tahu jika dia berniat mencium ku di bibir. Dengan cepat tanggap aku langsung mengalihkan perhatianku kepadanya.
__ADS_1
Dia melepaskan ciuman di pipi ku lalu kami saling berpandangan, "Maaf aku tidak bisa jika melakukan itu."