
Tanpa aku duga, Anna membuka resleting celanaku dengan mengunakan mulutnya. Aku sejenak berpikir, kenapa Anna bisa seahli ini? apakah Anna sudah pernah melakukannya tapi dengan siapa?
aku mendongakkan kepalaku ke atas, meringis saat tangan Anna memainkan adik kecilku dengan lembut.
"Kau suka?" tanya Anna dengan suara seksinya. Tangan Anna meremasnya serta memijitnya membuat seluruh sarafnya merespon dengan baik.
"Ehm..." ia bergumam. Rasanya sudah sangat tidak tahan dengan apa yang Anna berikan.
ia bangkit dan bersandar di ranjang, ia melepaskan kemejanya dan melihat Anna yang merangkak dan mendekatkan wajahnya ke bagian bawah miliknya.
Anna ********** tanpa rasa jijik, memainkannya dan menyesapnya dengan begitu ahli.
menjilat, mengigit dan menyesapnya membuat aku keenakan di buatnya. ku pegang kepalanya dan ku maju mundurkan kepalanya sampai p**** ku masuk ke dalam mulutnya walaupun tidak sepenuhnya.
beberapa saat kemudian aku merasakan akan keluar, ku gerakan kepala kekasihku dengan cepat dan menyemburkan kenikmatan ku di dalam mulutnya.
Setelah selesai dan melihat Anna menelannya, aku membanting tubuhnya dan sekarang aku berada di atasnya.
"Kau yang memulai Anna, jangan salahkan aku." ucapku penuh peringatan kepadanya. Anna hanya menatapnya dengan tatapan menggoda.
"Aku menginginkannya Yohan. Aku milikmu." Ia membuka ikatan bra yang melekat di tubuh Anna.
ia meremas dan menghisapnya membuat Anna yang berada dibawahnya bergerak dengan gelisah. dengan tak sabaran ia menarik rok sekalian CD milik Anna dan membuangnya ke sembarangan arah.
setelah beberapa saat dan selesai dengan pemanasan terlebih dahulu. Yohan memposisikan adik kecilnya ke depan inti Anna.
ia merendahkan tubuhnya, "Yohan pelan-pelan Sstt....ini yang pertama untukku."
hati ku menghangat mendengarnya, "Benarkah? baiklah aku akan pelan-pelan."
__ADS_1
Anna memeluk leherku dengan kuat saat merasakan bagian bawahnya terasa dijebol oleh milikku.
"Aku pikir jika pelan-pelan malah akan semakin menyakitkan, bagaimana jika...." dengan kekuatan penuh aku mendorongnya sampai menjebol pertahanan yang Anna lakukan.
aku merasakan nyeri di bagian inti ku yang sudah berhasil menjebol gawang milik Anna. Anna memelukku dengan erat, ia menutup mulutnya dengan kuat.
aku menatapnya dengan kasihan, rasanya ingin menghentikannya namun aku merasa tanggung.
aku melepaskan bekapan di mulutnya dan menghapus tetesan air mata yang menetes di pipinya.
ku cumbui bibirnya sebagai pengalihan rasa sakitnya dan mengerakkan milikku di bawah sana.
"Ah...ahhh...aau....Yohan..." ia mendesah antara sakit dan nikmat di saat yang bersamaan. tak ku biarkan menganggur, aku memainkan buah dadanya yang besar dan putingnya yang ku ku kulum.
"akh...Yohan...in-ini nikmat sayang..."
"Ah...ah...Sstt....kau menyukainya?" Anna menganggukan kepalanya.
Aku mempercepat genjotanya di bawah sana saat merasakan suatu akan keluar. Beberapa menit berlalu akhirnya kami klimaks bersama.
aku yang masih belum puas mengajaknya kembali melakukannya, melakukan petualangan yang baru kami rasakan.
hampir 4 jam kami melakukannya, beberapa gaya kami lakukan sampai aku akhirnya benar-benar puas.
sebenarnya aku masih ingin melakukannya namun melihat kekasihku yang tampak kelelahan aku pun menghentikannya.
"Akh...Anna...." aku kembali menyemburkan spermaku ke dalam rahimnya untuk yang kesekian kalinya.
nafasku tersengal, aku ambruk diatas tubuh polosnya. ku cium dadanya dengan pelan. Aku turun dari atasnya dan memeluknya dari belakang.
__ADS_1
"Sekarang kita sama-sama melepaskannya. Sekarang aku adalah wanita dan kau pria. kita melepas status perawan dan perjaka secara bersamaan."
aku tersenyum dibelakang sambil memeluknya.
"Tidurlah, atau kau mau melanjutkannya lagi?" tanyaku dengan jahil.
"Ah ternyata kau sangat perkasa Yohan. aku baru tau kau sangat jantan dalan urusan ranjang." aku terkekeh dan semakin mendekapnya dengan erat. namun ia malah memukul tanganku yang berada di buah dadanya.
"Sakit." ringgis ku karena mendapatkan pukulan dari Anna. Anna menengok ke belakang dan menatapku dengan tatapan tajam.
"Berhenti memainkannya." omelnya kesal.
aku hanya tersenyum jahil, "Anna aku baru saja mendapatkan mainan baru. Jangan halangi aku." ucapku dengan meremas buah dadanya kembali.
"Terserah kau saja lah. aku lelah ingin tidur." aku hanya tersenyum.
Rasanya tubuh Anna membuat aku candu dan ingin melakukannya terus-terusan. Aku terus memainkan buah dadanya sampai aku tertidur namun nyatanya aku tidak tertidur dan malah membuat adik kecilku bangun kembali.
"Yohan kondisikan bawahan mu yang menusukku." ucap Anna dengan serak karena merasakan milikku yang menggesek miliknya.
"Baiklah." jawabku dengan kecewa. Lalu aku memejamkan mataku dengan tangan yang masih mengengam buah dada Anna.
tanpa Yohan sadari, Anna membuka matanya dan tersenyum dengan perlakuan Yohan barusan.
Ia menengok ke samping dan mendapati Yohan sudah memejamkan matanya. ia tersenyum bahagia.
aku tau Yohan memang pemalu namun siapa sangka Yohan akan beringasakan jika di atas ranjang. Melihat ekspresi Yohan ketika berada di atas ku, matanya yang menyorot tajam dan penuh dengan nafsu yang membara membuat aku semakin jatuh ke dalam pesona milik Yohan.
aku meraih alat bantu dengarnya dan melepaskannya lalu meletakkannya di samping ku.
__ADS_1
karena sama-sama lelah akhirnya aku tidur dalam dekapan Yohan.