ASISTEN PRIBADI RASA ISTRI

ASISTEN PRIBADI RASA ISTRI
part 31


__ADS_3

flashback


Daniel dan Yohan memiliki janji yang tidak di ketahui oleh Anna.


"Saya tau anda menyukai Anna." Daniel menatap Yohan dengan menyeringai.


"lalu?"


Yohan tersenyum, "Selain anda masih banyak pria yang menyukai Anna. saya yakin itu."


"Apa maksud tujuan mu mengajakku bertemu?" tanya Daniel dengan santai, dia menghembuskan asap rokoknya.


Yaohan terdiam beberapa saat sebelum berbicara, "Beberapa hari ini saya di teror oleh seseorang. saya yakin peneror itu mengenal baik saya. dia mengancam kematian saya."


"Jadi kau meminta perlindungan kepadaku?" Yohan menggelengkan kepalanya.


"Tidak."


"Aku kesini untuk menawarkan kesepakatan untuk mu Tuan." Daniel menaikkan alisnya mendengar ucapan Yohan barusan.


"Aku tidak meminta perlindungan dari mu. kesepakatannya jika nanti aku menikah berhasil menikah dengan Anna tolong lupakan Anna. tapi jika aku mati, menikahlah dengannya." Daniel baru akan menyuarakan pendapatnya namun Yohan langsung mendahuluinya.


"Aku memiliki firasat buruk tuan."


Anna terdiam mendengar cerita dari Daniel barusan.


"Kau tidak percaya juga tidak apa-apa Anna. aku tidak peduli." ucap Daniel membuat Anna semakin sedih.


"Seharusnya aku tau apa yang dia rasakan. seharusnya aku bisa melindungi dia hiks....Yohan."


Anna kembali menangis. Daniel membawa Anna dalam dekapannya. Anna menangis dalam pelukan Daniel.


"aku sungguh jahat. seharusnya aku bisa melindungi dia."


"hiks...kenapa kau tidak mau melindungi dia tuan."

__ADS_1


Daniel menghela nafasnya pelan, "Aku berniat melindungi dia Anna. pertemuan kami satu hari setelah Yohan meninggal. Aku baru akan memerintah Alex untuk mengawasi Yohan. namun pembunuh itu lebih cepat bergerak dari pada yang ku bayangkan."


"maafkan aku Anna."


***********************************


Atha tengah mondar-mandir di ruang tamu. tadi ibunya menelfon mengatakan bahwa menyuruhnya pulang karena kakak tirinya akan menikah.


jujur dia sebenarnya tidak mau. namun mengingat percakapannya Minggu lalu dengan Saga membuat dia tambah frustasi. tuan Saga berniat berkunjung ke rumahnya dan ziarah ke makam ayahnya.


tentunya dengan nyonya Margaret juga.


"Kau kenapa mondar-mandir seperti setrikaan Atha?" Atha menengok ke belakang mendapati bosnya berdiri selepas keluar dari kamar kakaknya.


"memikirkan permintaan ibumu?"Atha menganggukan kepalanya. dia duduk di sofa, di ikuti Daniel juga duduk di depan Atha.


"pulanglah ku beri kau cuti selama empat hari bersama Anna."


"Bagaimanapun dia kakak mu."


"setidaknya kau menghormati cris yang baik kepadamu. persetaan dengan Evelin yang tidak suka dengan mu, kau harus menjaga perasaan cris."


"Terlebih kau sudah lama meninggalkan ibumu tanpa memberikannya kabar."


"Aku tidak suka ibu menikah lagi." ucap Atha dengan pelan.


"ibu mau menikah lagi memiliki alasan Atha."


"dia menikah dengan orang yang di bawah ayah. pria miskin yang hanya membebani ibu."


ayah tirinya adalah pria miskin namun memiliki tiga orang anak. yang pertama cris, pria yang bekerja sebagai tukang bangunan, ada Evelin seorang gadis yang baru lulus kemarin dan akan menikah beberapa hari lagi. lalu yang terakhir ada Adam, dia anak yang sangat nakal, pekerjaannya hanya berkelahi dan dia masih sekolah.


jika di urutkan maka anak tertua adalah cris, Anna, Atha, Eveline dan Adam. mereka sebenarnya saling menyayangi namun ada rasa tidak suka ketika mereka mengklaim hak kepemilikan rumah mendiang ayah Atha dan Anna.


faktor utamanya adalah ayah tiri mereka yang miskin membuat mereka hidup serba kesusahan.

__ADS_1


walaupun ayah kandungnya memberikan warisan yang cukup banyak. namun warisan itu hanya didapatkan ketika Atha dan Anna sudah menikah. Atha dan Anna juga mendapatkan jaminan sekolah sampai perguruan tinggi dari mendiang ayahnya.


namun dengan terpaksa Anna pergi memenuhi perjanjian yang telah di buat ayahnya dan tuan Saga. Anna pergi bekerja dengan tuan Saga, menjadi asisten pribadi anak tuan Saga yaitu tuan Daniel.


meninggalkan Atha sendiri di desa yang tertekan. Anna membantu perekonomian keluarga di desanya.


Anna dan Atha marah saat mengetahui alasan ibunya menikah lagi dan memutuskan tidak pernah pulang ke desa lagi. ibunya tidak pernah mencintai ayah mereka. setelah ayah meninggal, ibu bertemu kembali dengan mantannya dan cinta kembali bersemi. bukan kembali bersemi, melainkan cinta yang belum usai. ibunya hanya mencintai suaminya yang sekarang ini. makanya ibunya mau menerima apa adanya suaminya yang sekarang susah itu.


"Atau kau ingin menolak permintaan ayahku?" Atha menggelengkan kepalanya.


"mana berani saya menolak keinginan tuan besar. baiklah, saya akan atur itu."


****************************************


dua hari berlalu, hari ini adalah hari keberangkatan mereka ke desa.


dua hari itu juga tanpa di tutupi Daniel selalu menempeli Anna. respon Anna biasa saja, diapun masih binggung. haruskah dia menuruti keinginan Yohan?


seperti saat ini Daniel sedang mengajaknya mojok dengan cara menyeretnya.


"Aku sungguh merindukan mu." tanpa ba-bi-bu Daniel langsung mencium bibir Anna dengan menggebu-gebu.


Anna diam tidak membalasnya melainkan dia berusaha melepaskan Daniel.


"bos..." dengan sekuat tenaga Anna mendorong Daniel menjauh.


"Jangan begini. cepatlah yang lain sudah menunggu." Anna berjalan melewati Daniel. namun Daniel tidak menyerah. dia memeluk Anna dari belakang sambil berjalan.


tuan Saga dan nyonya margaret yang melihat itu menampakkan wajah penuh tanya.


"apa yang kau lakukan Daniel?" tanya sang ibu.


"tidak ada mah. hanya ingin bermanja dengan Anna saja." jawab Daniel enteng.


"berhentilah bertingkah seperti anak kecil Daniel. umurmu sudah tua." ucap sang ibu membuat Daniel berdecak sebal.

__ADS_1


__ADS_2