ASISTEN PRIBADI RASA ISTRI

ASISTEN PRIBADI RASA ISTRI
Part 33


__ADS_3

Malam semakin larut, namun Anna tak kunjung menutup matanya. dia masih setia membuka matanya memandang langit-langit kamarnya. disampingnya ada Daniel yang terbaring memeluk dirinya dengan kepala yang berada di lehernya.


dengan pelan dia melepaskan rengkuhan Daniel dan bangkit dari ranjangnya keluar dari dalam kamar.


setelah menutup pintu dia di kejutkan oleh kehadiran cris didepannya.


"ada apa?" tanyanya dengan ketus.


"bisa bicara sebentar?"


disinilah mereka sekarang. didepan teras rumah duduk dengan diam menunggu cris membuka suaranya .


"terima kasih sudah mau datang memenuhi permintaan ibu." ucap cris namun Anna masih terdiam.


"kau masih marah?" tanya cris kembali dengan hati-hati.


"Anna, ku mohon berhenti bersikap seperti ini!!! yang lalu biarlah berlalu. sekarang ibumu dan ayahku sudah bahagia. mereka saling mencintai. aku tau apa yang kau rasakan, tapi bisakah kau menerima ini semua?" Anna menatap cris dengan tajam.


"oke, aku tau sangat tau apa yang kau rasakan. aku pun merasakannya. tapi apakah kau ingin selalu egois seperti ini?" tanya cris dengan sendu.


"aku tak tau." jawab Anna dengan air mata yang meleleh keluar.

__ADS_1


cris menggenggam kedua tangan Anna dengan lembut, "Aku tidak meminta kau menghormati ayah ku. itu terserah kepadamu. tapi aku mohon, setidaknya jangan perlakukan ibu mu seperti ini. kasihan dia. dia selalu menangis ketika teringat dirimu."


"beribu-ribu kali dia meminta maaf kepadamu Anna. bersujud di bawah kaki mu dan Atha. Berubahlah Anna. terima semuanya."


Anna menggelengkan kepalanya tidak bisa, "Anna?" panggil cris dengan lembut, dia mengusap pipi Anna yang di banjiri air mata.


"setidaknya ibumu pernah hidup bersama ayah mu dengan tulus dulu. dia juga tidak pernah menyinggung perasaan ayahmu karena dia menjaga perasaan ayah mu agar baik-baik saja. setelah ayahmu meninggal satu tahun, ibumu baru bertemu dengan ayahku, masa lalunya dan keduanya mulai menjalin hubungan kembali setelah itu."


"Mengertilah Anna. ini yang di namakan cinta. walaupun sempat terpisah, tapi mereka akan kembali bersama. ini takdir Anna, bukan kehendak mereka sendiri." Anna menangis dengan sesengukkan membuat cris reflek menarik Anna ke dalam pelukannya.


mendekapnya dengan hangat, menenangkan adik tirinya yang sangat keras kepala. dia mengelus rambut Anna sambil berdoa semoga Anna bisa berubah setelah ini dan kembali menerima ibunya .


***************************************


"dari mana sayang? ayo tidur lagi." Daniel memeluk sisi kosong ranjang dan Anna dengan menurut langsung berbaring di samping Daniel.


Daniel mendekapnya dengan erat lalu menyelimuti tubuh Anna.


"tidurlah ini sudah malam. besok pasti kau akan kelelahan."


daniel menepuk-nepuk punggung Anna agar Anna cepat tertidur.

__ADS_1


keesokan paginya rumahnya tampak ramai karena pernikahan Eveline dengan tetangga kampung bernama Revan.


hari ini mereka berdua telah sah menjadi pasangan pengantin dan sedang duduk di pelaminan mengumbar senyum bahagia.


dia duduk disamping Atha, "Apa kau menyetujui kakak menikah dengan daniel?"


"apa yang salah dengan Daniel? dia sempurna." mendengar jawaban adiknya membuat Anna terkekeh dibuatnya.


"dengan kata lain, aku terkurung didalam surga kegelapan miliknya Atha. Tidak ada manusia yang sempurna didunia ini, termasuk Daniel pun."


Atha menggelengkan kepalanya menolak perkataan kakaknya barusan, "Kau benar kak. tapi menurutku kalian adalah pasangan yang seimbang dan akan saling melengkapi."


"itu menurut mu Atha." jawabnya dengan membuang arah pandangannya.


"Kakak...."


"Dengan kau yang menikah dengan daniel sudah membuat ayah bahagia. keluarga kita kembali mendapatkan kepercayaan bahkan lebih sampai menjadi menantu dan bagian keluarga dari mereka."


"Kau tau kan sejak dulu ayah ingin kau terus bersama dengan Daniel?"


Anna terdiam mendengar ucapan adiknya yang ada benarnya. apa memang benar ini adalah keinginan ayahnya? jika iya, maka ini akan benar-benar terwujud sekarang."

__ADS_1


"hai sayang, aku lapar sekali ini aku bawakan makanan untukmu." ketika tiba didepan Anna, Daniel langsung mencium bibir Anna membuat Anna menengok ke arah Atha dan menatapnya dengan mata membulat.


"ini yang kau katakan cinta? dia hanya bernafsu kepadaku Atha!!!" ucapnya dalam hati.


__ADS_2