ASISTEN PRIBADI RASA ISTRI

ASISTEN PRIBADI RASA ISTRI
Part 32


__ADS_3

didalam mobil ada Atha yang mengemudikan mobil, disampingnya ada Anna.


di belakang ada saga, Daniel dan Margaret. Daniel sengaja mengambil posisi tengah karena nanti orang tuanya akan bermesraan.


"Harusnya kau di pinggir Daniel. biarkan ibumu di tengah." ucap sang kepala keluarga dengan kesal. matanya menatap ke arah jendela. sedangkan Daniel dengan wajah cemberut membalas perkataan ayahnya.


"tidak mau. aku harus ditengah menjadi penghalang antara kalian berdua."


"diam lah Daniel. sedari tadi kau mengoceh terus membuat ku lapar." Daniel semakin kesal mendengar perkataan ibunya.


"Mamah kok gitu? ngak like Daniel." ucapnya dengan merajuk.


"bodo amat. pergi ambilkan tas di belakang cepat. mamah lapar. oh tuhan berapa lama lagi perjalanan ini Atha?" keluhnya karena sudah merasa lelah.


"sekitar satu jam lagi nyonya. apakah nyonya ingin berhenti dulu? didepan sana ada rest area."


"ya berhentilah. aku sangat lapar ingin buang air kecil."


"baik nyonya."


"ini nyonya." Daniel menyerahkan tas yang berisi jajanan yang sengaja Margaret bawa.


Margaret akhirnya diam dengan mulut yang sibuk mengunyah. Saga sibuk menatap pemandangan di luar sana.


sedangkan Daniel sibuk menatap ke arah depan lebih tepatnya menatap ke arah Anna yang sedari tadi terdiam.


*****************************************

__ADS_1


"Putriku....." Sarah berlari dan menghambur memeluk putri kandungnya itu.


"Ibu sangat merindukan mu."


"ya." jawab Anna dengan singkat. dia melihat ayah tiri dan saudara tirinya ikut serta menyambut kedatangannya.


dia melepaskan pelukannya lalu menyapa Saga dan margaret.


"Tuan, nyonya. apakah perjalananya menyenangkan?"


Margaret tersenyum, "cukup melelahkan Sarah. bagaimana kabarmu?"


"ah, saya baik. bagaimana dengan nyonya?"


"saya juga baik."


"ah kalian pasti lelah. ayo masuk dulu tuan nyonya."


"Jadi dia yang akan menikah besok?" tunjuk Margaret kepada Eveline.


"Iya. dia putri tiri saya. ini suami saya Antonio." Antonio tersenyum kepada keduanya.


"jadi Sarah, ada niat lain kedatangan kami kesini selain hadir dia cara pernikahan anak tirimu." Sarah menganggukan kepalanya mendengar penjelasan dari saga.


"Kehadiran ku ke sini ingin menikahkan Daniel dan Anna. apakah kau setuju?"


terkejut.

__ADS_1


itulah yang sarah rasakan sekarang. dia sekarang merasa jauh dengan kedua anaknya setelah menikah dengan Antonio. pria yang dia cintai sedari dulu.


jika Anna menikah dia akan semakin jauh dengan putrinya itu.


"apakah Anna sudah setuju?" tanya Sarah menengok ke arah Anna yang memalingkan wajahnya tidak mau menatap sang ibu.


"aku setuju menikah dengan bos Daniel." jawabnya tanpa mau memandang ibunya yang tersenyum kecut.


Sarah Menganti senyumnya dengan senyum manis, "Karena Anna setuju saya pun akan setuju tuan Saga. apakah Daniel mencintai Anna juga nak?"


Daniel yang di beri pertanyaan seperti itu tentu menganggukan kepalanya dan wajahnya tampak serius.


"Saya sangat mencintai Anna Bu."


***************************************


Daniel mencium bibir Anna dengan panas. dia memojokkan tubuh Anna di dinding mengunci pergerakan Anna.


tadi setelah pertemuan berlangsung dan semua menyetujui pernikahan Anna dan Daniel. Daniel mengikuti langkah Anna yang masuk ke dalam kamar.


disaat itu juga Daniel langsung mencium Anna dengan buas.


kedua nafasnya tampak tak beraturan. Daniel tersenyum bahagia karena dia akan menikah dengan pujaan hatinya.


"terima kasih. aku sungguh bahagia Anna."


Anna tak menjawab melainkan dia balas memeluk Daniel dengan erat.

__ADS_1


apapun yang menyangkut Yohan akan dia lakukan. karena dia tahu Yohan melakukan yang terbaik untuknya.


"aku sungguh mencintaimu anna."


__ADS_2