ASISTEN PRIBADI RASA ISTRI

ASISTEN PRIBADI RASA ISTRI
Part 30


__ADS_3

setelah makan, Rian dan Stella berpamitan untuk langsung pulang.


sekarang Anna baru keluar dari mansion Daniel selepas membantu Daniel mandi.


"Yohan." pekiknya girang ketika menemukan Yohan berada didepan mansion duduk di atas motornya.


dia berlari dan memeluk kekasihnya itu dengan erat.


"kenapa menjemput ku?"


"hanya ingin menjemput mu."


aku menerima helm yang Yohan sodorkan untukku. lalu kami pun naik ke atas motor. Yohan menjalankan motornya dengan santai.


kebetulan hari sudah malam. jadi jalanan sepi hanya ada kami saja yang lewat.


"tadi aku bertemu dengan nona Stella. kau tahu kandungannya sudah sangat besar."


"Ada....." Stella bercerita bagaimana dia bertemu dengan Stella dan Rian tadi. Hujan menguyur dengan deras membuat Anna mengencangkan pelukannya kepada Yohan.


tiba-tiba dari belakang sebuah mobil menabrak motor Yohan.


***************************************


bunyi dering ponsel membuat Daniel mau tak mau membuka matanya. dia mengangkatnya.


"halo?"


"ada apa Anna?"


matanya membuka dengan segar. dia langsung berdiri dengan tegak.


"kau dimana? kirim posisinya sekarang." Daniel langsung mengambil jaket dan kunci mobilnya.


menelfon Alex dan Nathan agar ikut bersamanya.

__ADS_1


sedangkan di posisi Anna. dia menangis tersedu-sedu dengan memangku Yohan.


Yohan membuka matanya menatap sang kekasih dengan senyum tipis.


"Anna." Anna menatap Yohan dengan tangis yang semakin keras.


"Yohan bertahanlah. ambulan akan segara datang sebentar lagi."


Yohan menggelengkan kepalanya. dia menggenggam tangan Anna dengan lemah.


"menikahlah dengan Daniel. aku tau dia mencintaimu." Anna menggelengkan kepalanya saat melihat Yohan menutup matanya dengan pelan setelah mengatakan itu.


dia menepuk-nepuk pipi Yohan, "Yohan....Yohan...."


"hiks....Yohan bangun."


"tidak...kau tidak boleh meninggalkan ku."


"Yohan..."


menciumi bibir Yohan berharap Yohan mau membuka matanya lagi.


"Yohan hiks....."


suara sirine ambulan dan suara Daniel datang bersamaan.


"Anna." panggil Daniek namun Anna tidak menengok sama sekali, dia masih menangis dan mendekap Yohan dengan erat.


Alex dan Nathan membantu membawa tubuh Yohan masuk ke dalam mobil ambulan.


Daniel berjongkok didepan Anna yang bergetar. dia menarik Anna ke dalam pelukannya.


"Yohan...Yohan...." Daniel mengendong Anna dan memasukkannya ke dalam mobil miliknya.


mereka mengikuti mobil ambulan didepannya.

__ADS_1


tubuh Anna masih bergetar. bahkan ketika masih di rumah sakit Anna masih bergetar.


dokter masuk dan Alex langsung bertanya bagaimana keadaan Yohan.


"mohon maaf. pasien bernama Yohan meninggal dunia. akibat benturan keras di kepalanya membaut....bruk..." ketika dokter menjelaskan keadaan Yohan yang sudah meninggal Anna tidak kuat mendengarnya.


dia jatuh pingsang.


************************************


satu Minggu sudah masa berkabung Anna. dia hanya duduk di atas ranjangnya bersama Yohan.


pandangan matanya kosong. dia begitu mencintai Yohan. bahkan dia sampai mogok makan sampai Atha kesusahan untuk membujuk kakaknya itu.


akhirnya Anna mau makan ketika Atha menjanjikan menangkap pelaku tabrak lari itu.


pelaku sudah di tangkap, dia adalah teman Yohan di kantor. teman Yohan merasa tidak terima karena Yohan yang akan naik jabatan sedangkan dia tidak. jadi dia merencanakan pembunuhan itu.


Anna sedikit tenang mendengar hal itu. namun dia masih belum bisa menerima Yohan pergi dari sisinya. padahal mereka sudah merencanakan konsep pernikahan.


"Masih belum makan Anna?" suara Daniel membuat lamunan Anna buyar.


dia menengok ke arah pintu menemukan bosnya yang berdiri di depan pintu. Anna tersenyum tipis.


Daniel berjalan dan duduk disamping ranjang membawa nampan makanan. lalu menyendokkannya didepan mulut Anna.


"ayo makan Anna. kau akhir-akhir ini malas makan. nanti kau sakit. kali ini aku berbaik hati akan menyuapi mu." Daniel dengan telaten menyuapi Anna.


sampai makanan Anna habis Daniel masih disini.


"apa Yohan pernah menemui mu?" tanya Anna dengan tiba-tiba membuat Daniel menatapnya dengan kaget.


"ada apa?"


"saat saat terakhir Yohan menghembuskan nafas terakhirnya. Yohan sempat mengadakan agar aku menikah dengan mu. Aku tanya sekali bos, apa Yohan pernah menemui mu?"

__ADS_1


__ADS_2