
"Jadi kau menginginkan rumah itu?" Saga menganggukan kepalanya paham.
"Ya rumah itu bagus. Udara segar dan jauh dari perkotaan. orang-orang di sana ramah. aku suka dengan permintaan mu itu. akan aku belikan untuk hadiah pernikahan mu."
Anna tersenyum dengan lebar, "Terima kasih tua. saya yakin Yohan akan senang mendengarnya."
Saga menganggukan kepalanya, "Katakan padanya akan aku belikan yang Terbaik untuknya."
Anna semakin melebarkan senyumnya bahkan tangannya terkepal dengan kuat.
"Kau yang terbaik tuan."
"Bagaimana kabar ibumu?" Anna terdiam. pandangan matanya menjadi sendu dan bibirnya tersenyum tipis.
dia menatap saga dengan pandangan sayu, "Ibu baik-baik saja."
"kau tidak berniat pulang? mengunjungi makam ayah mu."
"Aku akan pulang tapi nanti."
"Bagus. aku akan ikut, kebetulan sudah lama aku tidak mengunjungi makam ayah mu."
"Tentu tuan, kita akan pergi bersama nanti."
**********************************
"Aku ingin makan sushi Rian." Rian yang sedang fokus menatap komputernya seketika mengalihkan pandangannya.
"Sekarang?" Stella menganggukkan kepalanya.
"Baik. tunggu sebentar sayang, aku mengambil kunci mobil dulu." Stella pergi menunggu Rian didepan.
hubungan keduanya lumayan ada kemajuan. tidak seperti sebelumnya yang kaku. Stella masih terbayang tentang Daniel namun sekarang sudah tidak lagi karena dia sadar akan kesalahannya.
************************************
sedangkan Anna sedang merengek kepada Daniel agar mau di belikan mobil rubicon sebagai hadiah pernikahan nanti.
__ADS_1
"Ya bos. mobil itu ya?" Anna terus merayu Daniel sedari perjalanan makan siang. bahkan tak sungkan Anna menahan lengan Daniel agar mau membelikannya itu.
"kau matre sekali meminta mobil mahal itu." ucap Daniel tanpa beban membuat Anna mencebikan bibirnya.
"Ish....bos kau bahkan membeli jam tangan seharga mobil itu. bayangkan aku yang sudah bekerja bertahun-tahun hanya ingin mobil itu tidak kau belikan? ayahmu saja membelikan ku rumah." sampai didepan pintu resto Daniel menghentikan langkahnya. dia menghela nafas panjang dan menghembuskannya secara perlahan.
"Anna dengar." ucap Daniel dengan serius.
"Aku tentu akan memberikan mu hadiah pernikahan. tapi bukan begitu konsepnya kau yang memilih hadiahnya. biarkan menjadi kejutan saja nanti." jelasnya kepada Anna.
"Tidak mau, aku maunya mobil itu. kau pelit sekali."
"kalian ke sini juga?" Anna dan Daniel sontak menoleh saat seseorang didepannya menegurnya.
"Rian, Stella." sapa Daniel sambil tersenyum. sedangkan Anna membulatkan matanya saat melihat perut Stella sudah besar.
"wah, nona perut mu sudah besar. itu sangat keren. lihat? badanmu semakin seksi saja." pekik nya dengan girang bahkan dia memberikan dua jempolnya kepada Stella. Stella tertawa mendengarnya.
sedangkan Daniel berdecak sebal karena Anna menghalangi penglihatannya. Anna memiliki tinggi 175cm. sedangkan Stella 170 cm.
dia mendorong Anna agar menyingkir dari pandangannya. lalu dia tersenyum melihat Stella yang tampak sehat.
"aku sehat Daniel. kau bagaimana?"
"aku sehat juga." Daniel melangkah mendekati Stella. dia berjongkok didepan perut Stella mengelusnya pelan.
"Halo....keponakan paman. bagaimana disana? apakah nyaman? kapan kau keluar? aku sudah tidak sabar mengajakmu memukuli ayah mu itu?" ucap Daniel mengajak Sang jabang bayi mengobrol bersama.
"sialan kau. jangan ajari anakku jurus sesat mu." ucap Rian memperingati Daniel. ya, hubungan keduanya sudah membaik setelah Stella melupakan Daniel dan menerima kenyataan.
Daniel hanya terkekeh, lalu mencium perut Stella sebagai tanda perpisahan.
"mau makan sushi?" tanya Daniel.
"Ya, Stella menginginkannya sekarang. kau juga?" Rian menunjuk dirinya.
"Ya tiba-tiba aku pun ingin. baiklah ayo masuk akh terakhir."
__ADS_1
"YEY!!!HORE!!!!" pekik girang Anna. ingat Anna yang berteriak sambil mengangkat tangannya tinggi. bukan stella melainkan anna.
"Ayo nona." Anna mengajak Stella masuk namun Anna sendiri yang masuk duluan.
"Anna kembali kenapa kau selalu antusias ketika mendengar kata traktir?" Anna tidak dengar karena dia sudah berada di depan meja kasir menatap beberapa buku menu.
ketiga manusia itu hanya diam menatap Anna yang sibuk memesan, "Setelah ini dia tidak akan tau diri. menghabiskan banyak uangku untuk kebutuhan perutnya sendiri."
apa yang di katakan Daniel di angguki oleh Stella dan Rian yang pernah mengalami hal serupa juga.
**********************************
mereka makan dengan beberapa topik pembicaraan kecuali Anna yang sibuk makan dan memperhatikan.
"Ya. aku tau beritanya."
"Memang sangat di sayangkan. perusahaan besar seperti itu harus gulung tikar."
"Ya setelah pewaris selanjutnya melanjutkan bisnis itu semua harus berantakan. pewaris tanpa bakat dan minat memang sangat mengkhawatirkan."
"Rian aku ingin ke kamar mandi." Rian dan Daniel yang sedang berbincang sontak lambung bangun.
"ayo." Rian mengantar Stella ke kamar mandi. Daniel mengalihkan pandangannya ke Anna yang masih sibuk mengunyah dengan menatap film bacok-bacokan.
"kau tidak mual makan sambil menonton film keji seperti itu?" tanya Daniel seraya memasukkan sushi kedalam mulutnya.
"Tidak. biasa saja."
"ah, ini rasanya enak sekali. kau harus mencoba nya bos." dengan cepat Anna mengambil sushi dan menyodorkannya ke mulut Daniel. Daniel menerimanya dan menganggukan kepalanya setuju dengan ucapan Anna.
Daniel akhirnya ikut menonton film itu. mereka terdiam sampai akhirnya Anna membuka mulutnya membahas kado lagi.
"Jadinya mobil itu kan Bos?"
"aku ingin ke kamar mandi." Daniel langsung melenceng begitu saja.
Daniel tersenyum miring setelah meninggalkan Anna sendirian yang terus mengoceh memaki dirinya.
__ADS_1
"Aku akan memberi kan mu hadiah yang sangat indah Anna." Daniel menatap wajahnya di cermin kamar mandi. wajahnya menampilkan raut licik dengan kedua tangan yang menahan tubuhnya di wastafel.
"Menjadi pengantin prianya."