ASISTEN PRIBADI RASA ISTRI

ASISTEN PRIBADI RASA ISTRI
part 34


__ADS_3

pernikahan Eveline berjalan lancar. Malam harinya hanya ada teman-teman Eveline dan suaminya yang bertamu.


Sedangkan Anna tengah duduk bersama ibunya dan Atha.


"Ibu menikah dengan ayah kalian dengan ikhlas. Ibu sayang kepada ayah tentu saja. Tidak ada keniatan sedikit pun dalam hati ibu untuk meninggalkan ayah." jelas ibunya sembari tersenyum kecil didepan kedua anaknya.


"tapi ibu memilih menikah kembali." jawabku dengan judes sembari membuang muka. Sedangkan Atha sedari tadi terdiam tertunduk jika sudah membahas masalah ibu dan ayahnya dia tidak bisa berkata-kata.


Sarah tersenyum mendengar penuturan putrinya barusan, "Anna, Atha dulu ketika ayahmu sudah sakit-sakitan dia sempat berpesan kepada ibu, jika nanti dia meninggal ibu boleh menikah lagi. Awalnya ibu tidak mau menikah lagi namun setelah pertemuan dengan Antonio setelah dua puluh tahun lebih tidak bertemu nyatanya masih membuat jantung ibu berdetak."


"Ya dan ibu tidak pernah mencintai ayah. Ibu adalah wanita paling kejam di dunia ini untuk Ayah. Ibu tau kenapa aku tidak dekat dengan ibu?" mataku berkaca-berkaca menatap mata ibu kandungku sendiri.


"Kenapa aku sering di bawa ayah pergi bekerja karena aku ingin menjadi sandaran bagi ayah. aku ingin selalu ada untuk ayah dan aku ingin menjadi pengobat sakit ayah karena ibu." air mataku menetes ketika teringat apa yang ayah katakan beberapa tahun lalu sebelum meninggal.


"Ayah selalu bercerita tentang ibu di depanku. namun yang ku tangkap adalah ibu tidak mencintai ayah. ibu hanya menghormati ayah karena ayah adalah suami ibu. Ayah merasa gagal menjadi seorang suami karena tidak bisa membuat ibu mencintai ayah. maka dari itu sebagai rasa bersalah telah menikahi ibu ayah mengizinkan ibu menikah lagi ketika ayah meninggal itu seperti itu." jeritku dengan frustasi menghadapi ibu ku sendiri.


"Nak...." aku menggelengkan kepalaku mendengar suara ibu.


"Ibu lebih memilih om Antonio yang tidak punya apa-apa di timbang ayah yang memberikan ibu kasih sayang dan segalanya. bahkan cinta pun ibu dapatkan dari ayah. tapi ibu dengan tidak tau dirinya tidak bisa membalas cinta ayah, hanya ada rasa hormat di dalam diri ibu untuk ayah."


"Ibu menikah dengan om Antonio yang terlilit hutang dan hidup miskin. mengunakan tabungan ayah untuk melunasi hutang om Antonio. membiarkan kedua anak ibu terlantar yang sangat ingin bersekolah namun karena ekonomi kita yang berantakan karena hutang om Antonio semasa almarhum istrinya dulu sering sakit-sakitan."


"Sekarang apa yang ibu dapatkan?" tanyaku namun ibu tidak bisa menjawab dan malah menangis terisak dibuatnya.


"oh ya aku lupa, ibu telah mendapatkan cinta sejati itu. ibu mendapatkannya." jawabku dengan sinis. lalu secara cepat om Antonio datang dan langsung memeluk ibu.

__ADS_1


om antonio menatapku dengan memelas, "Apa yang kamu lakukan Anna?"


"Ibu mu hanya ingin kau memaafkannya. Jika Anna ingin uang tabungan ayah mu kembali maka akan om usahakan uang itu akan kembali." ucap om Antonio dengan serius.


"Om yakin bisa mengembalikan itu semua? sedangkan pekerjaan om seperti itu jarang ada job." ejekku dengan sinis.


"Anna, setidaknya jika kamu benci Om benci saja. om sadar om tidak sebanding dengan almarhum ayah kamu. Om tidak sepadan dengan ayah mu. tapi jangan benci ibu mu Anna. dia yang melahirkan dan merawat mu selama ini." aku terdiam sedangkan Atha terbengong.


"Aku benci Om, karena om ayah ku tidak bisa mendapatkan cinta dari ibu. Dan ibu tidak bisa bersyukur mendapatkan suami seperti ayah yang sempurna namun malah di sia-siakan."


"Ambil tabungan ayah, anggap saja itu amal dari ayah karena mau menjaga istrinya yang sangat di cintai itu." setelah itu Anna pergi menyeret Atha yang masih terdiam.


"Maaf Anna, walaupun kamu benci Om tapi om tidak bisa menceraikan ibu mu. om sangat mencintai ibumu. apapun akan om lakukan untuk mempertahankan ibu mu." ujarnya dengan masih setia memeluk ibu. aku melanjutkan langkah kakiku dan membawa atha masuk ke dalam kamarnya.


memelukku dengan erat, ku usap punggungnya yang bergetar. ku pandangi foto almarhum ayah yang terpajang di kamar Atha.


Foto tampan ayah bersama ibu, aku dan juga Atha saat kami liburan bersama.


"Atha...."


setengah jam kemudian tangis Atha mulai reda, namun dia masih terisak sampai akhirnya tertidur dengan posisi masih memeluknya.


ku usap pipi merah Atha dengan lembut. mengusap rambutnya yang tebal mirip seperti ayah.


sifat ku adalah duplikat dari ayah. benar-benar duplikat ayah, sampai orang yang beru mengenaliku akan langsung tau siapa aku sebenarnya.

__ADS_1


namun Atha adalah versi duplikat ayah dari segi tubuh dan sifat. Wajah Atha benar-benar mirip seperti ayah. kami berdua tidak memiliki keturunan dari ibu, gen ayah lebih kental di bandingkan gen ibu. membuat keturunan ayah sangat unggul.


namun satu hal yang membuat Atha lemah yaitu dia belum bisa menandingi ayahnya. Jangankan ayahnya, ia saja belum bisa Atha tandingi. karena Atha Barus saja terjun ke dunia yang sudah ayah mereka lakoni selama puluhan tahun sebelum meninggal.


impian besar Atha adalah menjadi seperti ayahnya. pria yang terkenal karena otak encernya. membuat dia mendapatkan tawaran besar agar bergabung dalam clan namun ayah masih setia dengan tuan Saga. dan telah bersumpah akan mengabdikan dirinya sampai dia pensiun namun belum sempat ayah pensiun. ayah meninggal terlebih dahulu karena sakit.


membuat tuan Saga sangat berduka atas kepergian tangan kanan kepercayaannya itu. bahkan tuan Saga sampai pergi sendirian untuk menyendiri karena masih belum menyangka di tinggal orang kepercayaannya itu.


"Kakak yakin kamu bakal bisa melanjutkan mimpi ayah."


************************************


"Daniel ngak mau tau Ayah. pernikahan Daniel dan Anna harus di urus secepatnya." entah datang dari mana tiba-tiba Daniel datang ke rumah yang di sewa orangtuanya untuk di tinggali selama berada kampung halaman Nick. Daniel langsung menyelonong masuk dan tidur di tengah-tengah orang tuanya yang tengah bersiap untuk tidur.


"Itu gampang di atur asalkan Anna mau." jawab saga sekenanya. dia sudah mengantuk namun anak tunggalnya yang seperti anak kecil selalu merengek ini dan itu harus segera di turuti karena sejak dulu Daniel sangat di manja olehnya dan margaret.


"Anna tentu akan mau jika ayah yang bilang. Makanya ayah cepat bilang ke Anna. Daniel sudah tidak tahan ayah." saga mendelik mendengar penuturan sang putra.


"Tutup mulutmu Daniel dan cepatlah tidur. mamah sudah sangat mengantuk." akhirnya setelah sekian lama sang nyonya membuka suaranya membuat Daniel terdiam dan tersenyum.


dia memiringkan tubuhnya dan memeluk Mamahnya dari samping menjadikannya guling.


saga yang melihat itu berdecak sinis. menendang bokong sang putra namun Daniel tidak terganggu akan tendangan yang ayahnya berikan dia malah mulai memasuki alam mimpinya dengan memeluk Mamahnya.


"Dasar anak tidak tau di untung. mau menikah masih manja sama Mamahnya."

__ADS_1


__ADS_2