ASISTEN PRIBADI RASA ISTRI

ASISTEN PRIBADI RASA ISTRI
22 {Rencana Licik}


__ADS_3

Dengan senyum lebar yang menghiasi wajahku, aku menekan bel apartemen Aileen. Beberapa kali hingga pintu terbuka dan menampakkan wanita yang aku tunggu-tunggu berdiri di depanku.



Sexy sekali dia mengunakan lingerie hitam dengan rambut yang basah itu, aku langsung memeluknya dengan erat. Menarik pinggangnya agar menempel pada tubuhku, lalu ku hirup dalam-dalam bau harum tubuhnya.


Tampaknya dia menengang, tangannya saja sampai terangkat di kedua sisinya.


"Bos, ada apa?"


"Tidak ada. Aku hanya rindu." jawabku dengan santai, lalu ku lepaskan pelukanku dan menatapnya dengan senyum manis.


"Ayo masuk bos." aku mengangguk dan ikut masuk kedalam apartemennya.


Aku tersenyum miring dibelakangnya, Sebentar lagi kau akan menjadi milikku Anna. Tunggu saja pangeran mu ini menjemputmu. dalam hati aku terkekeh kejam, membayangkan bagaimana nanti nasib Yohan saat mengetahui kekasihnya akan aku rebut.


Ah, rasanya *********** sangat empuk sekali. Aku dapat merasakan besar dan lembutnya miliknya saat ku peluk tadi.


Melihatnya berjalan di depanku membuat diriku semakin tak terkontrol.


"Kau tahu Anna. Atha sudah pulang, dia ada di Mansion saat ini."


sontak perkataan ku membuat dia langsung berbalik dan menatapku dengan pandangan penuh binar.


"Anda serius bos? adik saya sudah datang?"


aku hanya menganggukan kepalaku, "Aku berniat mengajakmu menemuinya. Jika kau mau kau boleh ikut bersamaku."


"Baiklah, tunggu sebentar aku akan berpamitan dulu dengan Yohan."

__ADS_1


aku menganggukan kepalaku dan duduk di sofa ruang tamu apartemen Anna.


Ku lihat Anna dengan semangat memasuki salah satu kamar. Aku duduk dengan tenang sambil menunggu pujaan hatiku datang.


cukup lama sampai akhirnya Anna keluar dari dalam kamar.



"Yohan tidak ikut, dia ada pekerjaan yang belum selesai." aku menganggukan kepalaku, Keberuntungan sedang berpihak kepadaku ternyata.


"Baiklah ayo kita pergi."


kami berdua berjalan beriringan sampai di anak tangga aku menarik pinggangnya dan ku rengkuh ya.


"Kenapa bos?" tanyanya saat mendapati aku memeluk pinggangnya.


"Tidak apa, aku takut kau jatuh."


"Aku tidak aneh Anna, aku hanya sedang bahagia saja."


"Wah, benarkah? apakah bos ingin memberitahuku kenapa anda bisa bahagia hari ini?" tanyanya dengan girang, bahkan sampai melopat-lompat di anak tangga membuatku semakin kencang memeluknya.


"HM...aku telah menemukan wanita yang aku cintai."


"Secepat itu Bos?" aku menganggukan kepala ku sebagai jawabannya. wajahnya tampak tidak percaya dengan apa yang aku katakan barusan.


"Siapa dia bos?"


"Rahasia. Kau akan tahu nanti."

__ADS_1


"Menyebalkan. Anda selalu saja seperti ini, Tidak asik."


aku hanya terkekeh dibuatnya sampai akhirnya kita berdua sampai didepan motor sport ku. Dia terdiam menatap motor milikku ini.


"Kenapa?" Anna mendongakkan kepalanya, "Bos kesini pakai motor? kenapa?"


"Aku hanya sedang ingin." aku naik ke atas motorku dan menepuk bagian belakang agar dia segera naik.


"Tapi bos, naik motor ini akan membuat kita saling berdekatan."


satu alisku terangkat, "Lalu apa masalahnya?"


"Ak-aku...sedikit tidak yakin Bos." ucapnya dengan lirih.


"Yakinlah Anna. Kau suka naik motor bukan? ini pertama kalinya aku menaiki motor dengan seorang wanita. harusnya kau bangga akan hal itu."


"Wah...benarkah?" tanyanya dengan senyum yang ceria. Aku menganggukan kepalaku. Lalu dia naik ke atas motorku dengan berpegangan pada bahuku.


Bukan ini yang aku mau, ku lajukkan motorku lalu mengeremnya kembali membuat tubuhnya menabrak punggungku. Ku tarik tangannya agar melingkar di perutku.


"Begini An, nanti kau jatuh." setelah itu ku lakukan motorku dengan kecepatan tinggi.


aku tersenyum miring saat mendapati Anna memeluk pinggangku dengan sangat erat. Aku bahkan sampai merasakan betapa kenyalnya payudara Anna yang menempel di punggungku.


ah, suasana ini sangat membuatku senang dan bergairah.


Rencana kecil ku sudah mulai ku jalankan, tunggu waktunya aku menjalankan rencana besar ku.


"Sekarang aku ingin menaiki motor terus." teriakku karena pasti Anna tidak dengar dengan apa yang aku katakan.

__ADS_1


"JANGAN GILA BOS. NANTI KULIT ANDA TERBAKAR." teriak Anna dibelakang sana. aku hanya terkekeh kecil dan menambahkan laju motorku.


.


__ADS_2