
"ATHANASIUS!!!" teriakku melompat ke gendongannya. Atha menangkap ku dan mendekapnya erat.
"Kakak rindu sekali denganmu."
"Aku juga rindu denganmu kak." ku rasakan Atha mencium leherku, aku tersenyum dan turun dari gendongannya.
"Kau sudah bertemu tuan Saga?"
"Aku barusan sudah bertemu dengannya. Aku baru saja akan menemui Alex menanyakan tugasku kepadanya." aku menganggukan kepalaku paham, lalu ku usap pipi adikku dengan lembut. sungguh bagaimana pun, hanya dia saudara kandung yang aku punya. Aku memang punya 4 saudara tiri karena Ibuku menikah lagi setelah 5 tahun Ayah meninggal.
Aku tidak akur dengan saudara Tiri ku karena bagiku mereka semua menyebalkan. Menikmati harta peninggalan ayah padahal mereka bukan siapa-siapa Ayah.
"Baiklah kau temui Alex dulu, nanti kau akan pulang bersamaku." Atha mengangguk lalu pergi meninggalkan ku sendiri.
baru saja Atha pergi suara teriak Bos Daniel sudah menggema didalam ruangan.
"ANNA!!!" seperti teriakan kesakitan, langsung saja ia masuk kedalam mansion berlari mencari sumber suara teriakan tadi dengan kalang kabut.
Di bawah tangga.
ada Daniel yang terduduk dengan meringis kesakitan. Langsung saja ia berlari menghampiri bosnya itu.
"Bos?"
"Kenapa bisa terjatuh?"
"Anda baik-baik saja?" tanyaku dengan khawatir kepada Bos Daniel.
"Bantu aku ke kamar." Aku menganggukan kepalaku, lalu menggok ke kanan dan ke kiri mencari bantuan. Kenapa mansion sepi sekali?.
"Kemana Tuan Saga dan Nyonya Margaret?"
"Mereka baru saja pergi. cepat bawa aku ke atas." aku sedikit tak yakin dengan permintaan Bos. Bagaimana mungkin aku membawanya sedangkan besar tubuhnya saja sangat besar.
__ADS_1
dengan penuh keyakinan yang kuat, ku peluk pinggangnya erat dan memegang lengannya yang ku kalung kan di leherku.
"Ayo bos." Tubuh bos Daniel mengantung kepadaku membuat tubuhku terkadang tidak seimbang karena menopang berat badannya yang jauh lebih besar dariku.
"Kaki ku sakit." keluhnya ditelinga ku, aku hanya menganggukan kepalaku.
Cukup lama sampai akhirnya aku sampai di kamarnya, dengan tergopoh-gopoh aku membaringkan bos di atas ranjangnya. Tangannya masih berada di leherku membuat aku seperti menindihnya namun aku segera melepaskannya.
"Perbaiki dulu posisi duduk mu." ku taruh bantal di belakang punggungnya agar nyaman untuk sandarannya. Lalu aku duduk didepannya mengangkat kedua kakinya yang sakit itu ke atas pangkuanku.
"Yang mana yang sakit, Bos? biar saya pijat." Bos menunjuk Kaki kanannya dengan jari tangannya.
Aku mengangguk lalu memijatnya dengan pelan agar rasa sakitnya sedikit mereda.
"Mau saya panggilkan dokter?"
"Tidak perlu. Kau sudah lebih dari cukup untuk mengobati ku."
"Baiklah Bos." lalu aku melanjutkan pijatan ku di Kakinya.
ku usap pelan rambutnya, terkadang ku tarik-tarik rambutnya membuat sensasi merinding di tubuhnya. Ia sangat suka jika dimainkan rambutnya dan wajahnya, karena mendapatkan sensasi geli dan merinding sekaligus membaut dia mengantuk.
"Bagaimana pendapatmu jika ada yang merebut kekasih orang?" aku terdiam sesaat, menatap ke bawah. Bos Daniel memejamkan matanya menikmati sensasi elusanku.
"Jahat sekali. Seperti tidak ada wanita lain saja."
"Buka kah cinta butuh pengorbanan?" lanjut bos Daniel membuat aku tersenyum.
"Sekarang aku tanya kepada Bos. Jika bos mendapatkan kekasih bisu, apakah bos mau?" tanyaku kepadanya, Bos membuka matanya dan tampak berpikir.
"Aku tidak mau."
"Nah, berarti bos hanya mencintai kelebihannya saja tidak dengan kekurangannya. Cinta itu menerima kekurangan dan kelebihannya dengan lapang dada tanpa adanya paksaan."
__ADS_1
"Aku kan tidak bisa bahasa isyaratnya, susah." elaknya lagi mencari alasan untuk pertanyaan ku barusan.
"Anda bilang cinta butuh pengorbanan. Masa anda tidak mau berkorban untuk cinta anda?"
"Katanya cinta, itu cinta apa hanya ***** sesaat?" Bos Daniel menatapku dengan aneh.
"Lalu bagaimana dengan pertanyaan ku itu?" tanya balik bos Daniel. Aku mengelus pelipisnya membuat dia merinding dan memejamkan matanya lagi.
"Sesuatu yang dipaksakan itu tidaklah baik bos. Tidak akan berakhir dengan baik juga. Mencintai itu boleh, namun jika yang dicintai sudah memiliki cintanya sendiri maka apa boleh buat? pilihan kita hanya 2, tetap mencintainya dalam diam atau mencari penggantinya."
"Menurutmu mana yang akan kau pilih dengan kedua opsi itu?"
"Karena aku orangnya setia jadi aku memilih opsi pertama, karena apa? perasaan orang bisa berubah-ubah dan takdir siapa yang tahu? barangkali mungkin mereka memang tidak berjodoh maka aku akan dengan cepat mendekatinya." ucapku diselingi kekehan karena jawabanku yang sedikit gimana gitu.
"Mencintai dalam diam?" ulang Bos Daniel dengan mata yang terpejam.
"Mencintai dalam diam itu menyakitkan bos. Kita dipaksa menelan perasaan kita kepada dia yang membuat efek sesak didalam dada."
"Kau benar, Itu menyakitkan." setelah itu bos Daniel benar-benar terdiam. Lambat laut terdengar dengkuran halus dari bos Daniel.
Membuat aku dengan hati-hati mengangkat kepala bos Daniel dan memindahkannya ke atas bantal. Lalu menarik selimut sampai ke dadanya.
Sebelum pergi aku sempat berjongkok disamping ranjang bos Daniel, "Aku tidak tahu siapa yang kau sukai saat ini bos."
"Tapi aku harap wanita itu adalah wanita baik untukmu yang mau menerima dirimu apa adanya, setia dan selalu berada disamping mu."
Lalu aku menghela nafas panjang, Aku bangkit dari jongkok ku lalu menatap ke arah Bos Daniel.
"Aku sebenarnya berat meninggalkan mu, karena aku belum yakin dengan pengantinku nanti. Semoga saja penggantiku nanti bisa mengimbangi Bos."
__________________
**Maaf ya baru Up, kemarin aku ada PTS di sekolah dan ditambah dikota ku lagi hujan terus jadi takut buka hp cuman buat sekedar UP.
__ADS_1
setelah semua beres insya Allah bakal rajin Up lagi kok 🤣**......