ASISTEN PRIBADI RASA ISTRI

ASISTEN PRIBADI RASA ISTRI
Part 28


__ADS_3

"Apa kau serius akan menikahi kakakku?" tanya Atha dengan tatapan tidak yakin. sedangkan didepannya Yohan mengulum senyum sebelum menjawabnya.


"apa karena aku tuli, kalian selalu meragukan ku bersama dengan Anna?"


"Aku mencintai dia dengan tulus. Aku akan bekerja keras agar kehidupannya tercukupi dan aku akan selalu ada untuk Anna." jawab Yohan dengan tatapan lurus tepat ke arah mata Atha.


"ya kau tau sendiri kakak ku terlalu sempurna untuk mu yang-" Atha menatap Yohan dengan pandangan menilai. Yohan menganggukkan kepalanya paham.


"Ya aku paham Atha. aku hanya lelaki miskin yang memiliki nyali besar meminang seorang putri raja. tapi apakah kau percaya bahwa seseorang itu seperti roda berputar. kadang di atas dan kadang di bawah."


"Tidak usah mengajariku bangsat." geram Atha mengebrak meja di hadapannya.


"oh aku tidak mengajarimu Atha. kau sendiri yang tersinggung. kalian hanya memandang fisik seseorang. cobalah rasakan hatinya agar kau tau bahwa di kehidupan ini, mereka yang bertahan bukanlah hanya dengan fisik yang sempurna melainkan dengan hati yang tulus."


***************************************


Aku pulang di antar oleh Nathan. Kami sedang dalam perjalanan ke apartemen ku.


"Ah, dimana kau simpan flash disk itu Anna?" tanya Nathan yang tidak henti-hentinya menanyakan flasdick itu.


"aku menyimpannya Nathan. dengan sangat aman. kau tidak perlu cemas. aku tidak menghilangkannya kok."


"beritahu aku dimana itu?"


aku mengetatkan rahangku ketika Nathan selalu ngotot ingin tau dimana aku menyembunyikan flasdick itu.


"tidak."

__ADS_1


akhirnya aku sampai di apartemen 10 menit kemudian.


ku lihat Yohan yang tertidur di sofa dengan selimut yang membalut tubuhnya.


aku berjalan mendekat ke arahnya.


"Yohan bangun, ayo pindah ke kamar." ku goyang tubuh Yohan membuat Yohan menggeliat dan membuka matanya.


"Anna?" panggilnya dengan serak. ku kecup bibirnya sebelum aku berdiri dari jongkok ku.


"Anna aku memasak ayam tadi untuk mu. makanlah sebelum tidur. kau lapar bukan?"


wah, sesungguhnya perutku sudah sangat kenyang karena sebelum pulang tadi aku di ajak bos mampir makan terlebih dahulu. namun aku tau Yohan memasakan nya untukku.


"ya aku sangat lapar. temani aku makam ya." Yohan mengangguk lalu berdiri sambil mengandeng tanganku menuju meja makan.


benar dia memasak ayam pedas untukku. Ku ambil nasi sedikit dan beberapa potong ayam. lalu ku makan dengan lahap sesekali mengobrol dengan Yohan.


"baiklah."


selepas makan aku langsung masuk kamar mandi untuk mandi dan BAB. ah, rasanya sungguh lega sekali.


"Belum tidur?" tanyaku ketika melihat Yohan masih membuka matanya.


"Aku ingin tidur sambil memelukmu." aku terkekeh lalu masuk ke dalam selimut dan memeluknya dari samping.


"Apa kau pernah berpikir tentang anak Yohan?"

__ADS_1


kami berdua menatap atap kamar yang di hiasi oleh bentuk awan dan bintang.


"Ya, aku ingin memiliki tiga anak. Yang pertama cowok lalu yang kedua cewek dan yang terakhir cowok lagi." aku terkekeh mendengar impian manisnya.


"Lalu kita memiliki rumah yang sederhana namun memiliki halaman yang luas untuk bermain bersama anak-anak. aku ingin memiliki rumah yang sekitarnya di tumbuhi pohon-pohon. kau tau film twilight bukan?" aku menganggukan kepalaku menjawab pertanyaannya barusan.


"itu rumah yang aku inginkan. Ada air terjunnya. Ah, pasti udaranya segar sekali bukan? aku kemarin baru saja mendatangi perumahan di tengah hutan seperti di film twilight. ku pikir itu cuman ada di film ternyata itu ada di dunia nyata hahahaha...."


"kau tau harganya mahal sekali." Yohan berucap dengan sedih. aku tersenyum melihat bibirnya yang mengerucut seperti itu.


"Oh ya?"


"ah Yohan aku memiliki ide. waktu itu Tuan Saga pernah menanyakan kepadaku aku ingin hadiah apa. apa aku bilang saja ya kepada dia bahwa aku menginginkan rumah yang kau maksud itu?" Yohan terlihat panik, dia menggelengkan kepalanya dengan brutal.


"Jangan ayang, jangan." pekik Yohan.


"Kenapa?"


"Rumah itu sangat mahal harganya bisa sampai 3 Milliar itu saja yang paling murah." aku tertawa mendengarnya.


"Bagi tuan Saga 3 Milliar bukan apa-apa untuknya. aku akan meminta yang paling mahal." ucapku dengan jahat.


"Sayang-" ucapan Yohan terpotong olehku.


"Oh sayang, ayolah. ini adalah hadiah pernikahan tuan Saga untukku bukan untukmu. jadi terserah aku mau meminta apa. kalau kau tidak mau tinggal di rumah itu juga tidak apa-apa. aku sendiri yang tinggal di rumah seperti film Twilight itu."


Yohan menatap kekasihnya itu dengan tatapan penuh minat. dia sangat mendambakan rumah di tengah hutan itu namun karena harganya yang sangat mahal dia merasa tidak mampu membelinya.

__ADS_1


sekarang kekasihnya akan dengan mudah mendapatkan itu oleh tuan Saga. atasan kekasihnya.


entah dia harus merasa tidak enak kepada tuan Saga atau senang dan berterima kasih kepada tuan Saga?


__ADS_2